
"Aku benar-benar tidak tahu jika Aston sampai senekat itu menemui mu bahkan mencari tahu tentang diri mu. Tapi, dia memang seperti itu. Aston memiliki sifat yang suka ingin tahu berlebih." Ujar Joana memberitahu suaminya.
"Di antara banyak orang, kenapa harus kau?"
"Saat kenaikan kelas aku memutuskan untuk berhenti sekolah. Mungkin saja dia penasaran kenapa tiba-tiba aku menghilang."
"Jangan berani macam-macam di belakang ku," ancam Dave.
"Kau pun jangan berani macam-macam di belakang ku. Ingat, anak mu!"
"Sayang,..!" Dave langsung mengusap perut istrinya. "Mana berani aku macam-macam di belakang mu sedangkan kau satu-satunya perempuan yang bisa membuat aku berubah."
Dave memeluk istrinya, rasa emosi saat kehadiran Aston mendadak hilang setelah bertemu dengan Joana.
Kabar Sarah dan Karina, sungguh begitu mengejutkan karena Sarah tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang sampai merenggut nyawanya.
Karina syok saat sang mama meninggal di atas pangkuannya. Kehidupan merek sungguh memilukan, apa yang mereka lakukan pada Joana semua di balas oleh Dave.
Sudah dua hari ibu dan anak ini tidak di beri makan dan minum hingga membuat Sarah kelelahan dan dehidrasi.
Masih sama, mereka masih terkurung di gudang tua menikmati rasa pedihnya di siksa.
__ADS_1
"Mama....mama.....mama.....!" Jerit tangis Karina begitu memilukan. Wanita ini tak pernah menyangka jika akhir kehidupan tak berpihak kepada mereka.
Karina terus mengguncang tubuh kaku Sarah namun, tetap saja ia tak bangun.
"Hai,...makan lah!" Kata seorang pria yang baru saja membuka pintu seraya melemparkan makanan pada Karina.
"Mama ku meninggal dunia. Kalian manusia yang kejam!" Jerit Karina berderai air mata.
Anak buah Dave terkejut, ia langsung memanggil temannya untuk mengecek keadaan Sarah.
"Sudah meninggal," ucap Pria berkumis tebal ini.
Mereka pun sibuk mengurus jasad Sarah. Tidak mungkin mereka membiarkannya membusuk di dalam gudang.
Wanita ini terus mengawasi kedua pria yang sedang mengangkat jasad Sarah memindahkannya ke luar.
Karina menyempatkan diri untuk makan sekedar mengisi tenaganya sebelum melarikan diri.
"Mama,....!"
Karina pura-pura menangis, sambil makan ia pura-pura meratapi kematian mama-nya.
__ADS_1
"Cepat lapor pada bos!"
Satu orang sibuk menelpon Dave dan satu orang lagi sibuk sibuk memanggil temannya yang berada di ruangan ujung.
Karina benar-benar mendapatkan kesempatan, wanita ini akhirnya bisa kabur. Terus berlari tanpa menoleh ke arah belakang menuju lantai tangga yang berada tak jauh darinya. Dengan cepat kilat, Karina sudah berhasil kabur dari anak buah Dave.
"Hai, di mana perempuan itu?" Tanya salah seorang anak buah Dave.
"Astaga. Dia berhasil kabur!"
Panik lah mereka.
"Cepat cari, jika tidak kita semua akan di habisi bos!"
Karina tidak bodoh, wanita ini bersembunyi di dalam drum di halaman gudang sengaja membiarkan anak buah Dave pergi mencarinya keluar setelah di rasa aman baru lah wanita ini kabur.
Edric yang mendapatkan kabar jika Karina berhasil kabur langsung memerintahkan semua anak buahnya untuk menangkap Karina.
Pria ini memberikan kabar pada Dave. Dave yang mendengar hal tersebut langsung murka.
"Sayang, aku harus pergi. Ada masalah di kantor!" Ujar Dave dengan ekspresi wajah panik.
__ADS_1
"Iya sayang...!" Jawab Joana ikutan panik. Bergegas Dave pergi menemui Edric yang sudah menunggu di gudang.