Jerat Candu Istri Sewaanku

Jerat Candu Istri Sewaanku
Chapter 48


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Aston di buat panik saat ia tak bisa masuk ke dalam restoran terlebih lagi ada beberapa tulisan besar yang mengatakan jika restoran miliknya sudah di sita oleh bank


"Apa ini, kenapa ini? Kenapa bank tiba-tiba saja menyita restoran ku?"


Aston tersandar tak berdaya saat restoran yang baru buka satu bulan sudah di sita oleh bank.


"Maaf Aston, papa terpaksa. Bisnis papa tiba-tiba saja anjlok. Sebenarnya papa sudah menggadaikan restoran mu satu minggu yang lalu." Ucap tuan Tam yang menyesal.


"Papa menggadai tanpa sepengetahuan aku?" tanya Aston tidak percaya.


Tuan Tam hanya diam saja.


"Papa tahu sendiri jika membuka restoran adalah impian ku," ucap Aston. "Lalu, kenapa papa tega melakukan semua ini?"


"Papa terpaksa, semua klien merasa tertipu. Mereka meminta semua uang mereka kembali."


Aston jatuh, pria ini mendadak kehilangan semangat setelah mendengarkan penjelasan papanya.


Di seberang jalan, Dave tersenyum puas melihat ekspresi Aston. Pria ini benar-benar memberi pelajaran pada orang yang sudah berusaha merusak kebahagiaannya.


Dave kembali melakukan mobilnya untuk menemui tuan Altan. Sebagai seorang suami, Dave juga tidak ingin jika istrinya harus menanam kebencian pada orang tua yang sudah membuatnya ada di dunia.


"Sebenarnya Joana sudah memaafkan anda. Hanya saja dia belum bisa bertemu dengan Anda," ucap Dave memberitahu mertuanya.


"Benarkah?" Tanya tuan Altan tidak percaya.


"Joana sedang hamil sekarang, untuk sekarang jangan memaksanya mengingat suasana hatinya suka berubah-ubah."


Tuan Altan menghela nafas panjang. Sebenarnya ia terlalu malu untuk bertemu dengan Dave.


"Ini hanya masalah waktu. Tuan," ucap Dave. "Joana terbiasa hidup tanpa anda jadi, jangan terlalu memaksa keadaan."


"Aku mengerti. Terimakasih sudah menjadi perantara antara aku dan Joana," ucap tuan Altan.


Dave hanya mengangguk, pria ini kemudian pamit pergi dari perusahaan mertuanya. Dave tertawa sarkas melihat keadaan ini. Tuan Altan memiliki perusahaan sendiri tapi, ia tak sanggup membiayai pendidikannya anak kandungnya.


"Wajar jika Joana membenci papanya," ucap Dave.


Kembali melajukan mobilnya menuju arah pulang. Baru setengah hari tak berjumpa istrinya sudah membuat Dave rindu.


"Sayang, dari mana saja kau?"

__ADS_1


Joana langsung memeluk suaminya.


"Ada pekerjaan sedikit," bohong Dave. "Kenapa hem?" Tanya Dave.


"Tekanan darah sangat tinggi padahal sudah beberapa hari ini aku tidak makan daging-dagingan," ucap Joana memberitahu suaminya.


"Istirahat sayang, jangan pikirkan apa pun selain aku mencintaimu."


"Mami sudah memberi ku obat. Besok pagi akan di cek lagi."


"Iya sayang. Besok kita akan pergi kontrol. Jangan berpikir macam-macam, aku tidak mau!"


Joana hanya mengiyakan, orang lain memang tidak akan tahu apa yang sedang kita pikirkan begitu juga dengan Joana.


Siang telah berganti malam, selesai makan malam nyonya Andina langsung memanggil anaknya untuk bicara. Dave merasa penasaran karena sang mami tidak pernah memanggilnya untuk bicara jika tidak ada hal yang sangat penting.


"ada apa mi?" Tanya Dave.


"Tekanan darah istri mu sampai menginjak angka seratus empat puluh banding seratus. Apa yang sudah kau lakukan sampai dia seperti itu?" Nyonya Andina bertanya balik. "Jangan sepelekan seperti itu Dave, hipertensi sangat berbahaya bagi ibu hamil."


"Aku dan Joana tidak memiliki masalah apa pun mi. Kenapa harus menuduh ku?"


"Segitu tingginya pasti dia sedang memikirkan sesuatu. Joana hampir pingsan tadi pagi," ucap nyonya Andina yang geram.


"Perhatikan istri mu terutama suasana hatinya. Mami tidak ingin terjadi apa-apa pada Joana dan anaknya. Pergi ke kamar mu sana!"


Tanpa banyak bicara, Dave langsung pergi ke kamarnya. Dave masuk ke dalam kamar, di perhatikannya Joana yang sudah terlelap tidur.


"Apa yang sedang kau pikirkan sayang?" Batin Dave seraya mengusap lembut kepala istrinya. "Aku sudah menyingkirkan orang-orang yang sudah menyakiti mu."


Joana yang selalu tampak bahagia dan ceria, mana tahu jika hatinya begitu dalam menyimpan luka. Masalah keluarga adalah pukulan terberat dalam hidup Joana, di buang, di kucilkan bahkan di tuduh sebagai pembunuh. Mana mungkin ia bisa semudah itu memaafkan apa lagi melupakan.


Malam telah berganti pagi, Dave di temani sang mami pergi ke rumah sakit untuk mengantar Joana kontrol kandungan.


Terasa nyeri, entah kenapa hari ini tekanan darah Joana malah naik hingga membuat nyonya Andina merasa khawatir.


Terus berkonsultasi dengan Dokter bahkan Dave meminta saran agar tekanan darah istrinya bisa kembali normal.


Dua jam, akhirnya selesai juga dan mereka langsung pulang. Joana yang merasa pusing langsung beristirahat.


"Sayang,....!" Panggil Dave.

__ADS_1


"Hem.....!"


"Jika kau memiliki unek-unek di hati mu, cobalah di keluarkan semua. Aku benar-benar khawatir pada mu dan anak kita," ucap Dave yang berusaha membujuk istrinya.


"Aku tidak memikirkan apa pun. Sayang, tenanglah. Semua akan baik-baik saja!" Jawab Joana.


Dave tahu betul sifat istrinya, Joana jenis manusia yang gampang ceria dan menyimpan derita.


Di sisi lain, saat ini Karina sedang di bawa paksa menuju rumah sakit jiwa. Meskipun perempuan ini tidak gila tapi, Dave memerintahkan anak buahnya untuk membuang Karina ke rumah sakit jiwa sebagai hukuman karena ia telah membuat istrinya menderita.


"Aku tidak gila....aku masih waras....!" Jerit Karina tidak terima. "Kalian semua yang gila.....lepaskan aku!"


"Aku tidak tahu seberapa bencinya Dave pada mu dan apa saja yang sudah kau lakukan pada Joana di masa lalu. Jadi, nikmatilah sisa hidupmu," ucap Edric membuat hati Karina semakin panas.


"Kalian semua yang gila...!" Ucap Karina yang geram. "Lihat saja, sebentar lagi papa ku akan bebas dan mencari ku. Dia akan membalas dendam pada kalian semua terutama Joana."


"Papa mu tidak akan bisa menemukan dirimu. Ku lihat kulit tubuh cacat, apa kulit tubuh Joana seperti itu juga?"


Cuiiih......


Karina meludah di bawah kaki Edric.


"Perempuan jahanam itu sudah merusak masa depan ku, awas saja dia!"


"Kau yang merusak duluan, kenapa harus menyalahkan korbannya?"


"Kalian semua laki-laki pengecut, bisanya menyakiti perempuan lemah seperti aku." Ucapan Karina membuat Edric dan beberapa anak buahnya tertawa.


"Oh, aku punya satu teman untuk mu!" Ujar Edric kemudian pria ini memerintahkan seseorang untuk masuk.


"Lepaskan aku....!!" Jerit seorang perempuan. Matanya terbelalak saat melihat Karina yang berada di dalam kamar berjeruji besi. "Karina....!" Ujarnya mengenali.


"Nindi,.....!!"


"Wuuuah....hebat....!" Seru Edric. "Ternyata kalian saling mengenal!"


"Kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Karina kebingungan.


"Aku tidak tahu salah ku apa, tiba-tiba saja mereka menculik ku." Jawab Nindi.


"Apa kau lupa jika kau sudah mengatakan dengan gamblang pada Joana jika kau menyuaki suaminya? Apa kau lupa?"

__ADS_1


Sentakan Edric membuat Nindi terdiam ketakutan, wanita ini tak percaya jika keberaniannya kemarin malah berakhir di rumah sakit jiwa.


__ADS_2