Jerat Candu Istri Sewaanku

Jerat Candu Istri Sewaanku
Chapter 53


__ADS_3

Waktu telah berlalu, setelah beberapa kali menjalani terapi pada akhirnya keadaan Joana sudah normal kembali. Joana sudah bisa berjalan kembali. Semua berkat dukungan suami dan keluarga Dave.


Perjuangan dan kesabaran Dave tidak sia-sia bahkan pria ini merasa bangga pada dirinya sendiri begitu juga dengan Joana. Sejak satu minggu setelah kesembuhan Joana, nyonya Andina mengizinkan Vazha tidur bersama kedua orang tuanya.


"Kenapa bangun?" Tanya Dave yang saat ini sibuk mengganti popok anaknya.


"Kenapa tidak membangunkan ku?" Joana malah balik bertanya.


"Sayang, biar aku saja yang mengurus Vazha. Lebih baik kau tidur." Ujar Dave.


"Kau sangat baik, suami ku." Ucap Joana yang sebenarnya merasa tidak enak hati.


"Kembalilah tidur, besok kita akan pergi ke rumah sakit lagi." Kata Dave memberitahu istrinya.


"Ngapain?" Tanya Joana, seingat dirinya tidak ada jadwal pergi ke rumah sakit besok.


"Aku rindu pada mu, sayang." Ucap Dave terdengar iba. "Kita harus berkonsultasi pada Dokter mengenai hubungan suami istri."


"Iya sayang, aku menurut!" Jawab Joana.


Tentu saja Dave rindu, sudah tiga bulan lebih sedikit pria ini menahan hasrat untuk menggagahi istrinya.


Dave kembali menidurkan anaknya setelah itu barulah ia naik ke ranjang untuk melanjutkan tidurnya. Saat memeluk Joana dari belakang, ada yang bangun di bawah sana tapi, Dave harus bisa menahannya.

__ADS_1


Malam telah berganti pagi, selesai sarapan Dave dan Joana mengajak anak mereka untuk berjemur.


Nyonya Andina dan Tuan Darius seolah kembali mengingat masa-masa mereka dulu saat melihat Dave dan Joana yang sangat bahagia.


"Jika begini aku bisa mati dengan tenang," ucap tuan Darius langsung mendapatkan cubitan dari istrinya.


"Aku belum mau jadi janda," ujarnya tidak terima.


Mereka masuk ke dalam rumah, tak ingin mengganggu kebahagiaan Dave dan Joana.


Pukul sepuluh pagi, Dave mengajak istrinya pergi ke rumah sakit untuk berkonsultasi mengenai urusan ranjang mereka.


Bahagia rasanya hati Dave karena mereka sudah bisa melakukan hubungan suami istri tapi, Dave tidak bisa melakukan secara berlebihan mengingat kondisi Joana masih dalam masa pemulihan.


"Jangan bilang mami dan papi jika kita pergi berkonsultasi masalah ini ya," ujar Dave memperingati istrinya.


"Kenapa?" Tanya Joana penasaran.


"Mami belum mengizinkan aku menyentuh mu sampai kau benar-benar sehat. Sayang, aku sudah tidak bulan belum ganti oli, tegang rasanya." Jawab Dave.


"Iya, aku mengerti. Aku juga rindu pada ulat ku."


"Akhirnya, malam ini aku bisa merasakan kedut berdenyut milik mu lagi, sayang." Ucap Dave membuat Joana tertawa.

__ADS_1


Tak berapa lama mereka sampai di rumah. Dave dan Joana langsung mencari anak mereka yang saat ini sedang di jaga oleh Davina.


"Di bayar mami berapa buat jaga Vazha?" Tanya Dave.


"Ponsel baru," jawab Davina dengan santai. "Mami dan papi pergi keluar sebentar menemui temannya." Ujar Davina memberitahu kakaknya.


Dave mengangguk, kemudian pria ini membawa anaknya pergi ke kamar.


"Bagaimana keadaan mu hari ini, sayang?" Tanya Dave yang begitu perhatian. "Apa ada yang sakit?"


"Tidak, aku baik-baik saja." Jawab Joana. "Aku ingin bicara pada mu," Ujar Joana.


"Bicaralah...!"


"Aku ingin mempertemukan Vazha dengan papa. Bagaimana menurut mu?" Tanya Joana yang meminta pendapat pada suaminya.


"Sebenarnya aku sedang menunggu momen ini. Biar bagaimana pun, tuan Altan tetap kakek Vazha."


Joana tersenyum menanggapi ucapan suaminya.


"Akhir minggu ini aku akan mengatur pertemuan kita bersama papa." Ujar Dave. "Yang penting malam ini kita harus mengatur pertemuan pedang pusaka milik ku dan lembah lembab milik mu."


"Mulai nih mesumnya...!" Seru Joana yang rasanya sudah lama sekali ia tidak mendengar candaan suaminya yang begitu mesum.

__ADS_1


__ADS_2