
"Aduh, entah kenapa tiba-tiba aku merasa nyeri." Ucap Joana seketika menghentikan gerak tangan suaminya.
"Apanya yang nyeri?" Tanya Dave penasaran.
Joana menunjuk ke bawah.
"Serius nyeri?" tanya Dave khawatir. "Kalau sakit gak usah sekarang, kasihan kamu."
"Gak kok, hanya bercanda!" Jawab Joana.
"Sayang, jangan main-main." Dave menekan.
"Iya, gak kok. Udah, masukin."
Ragu, Dave ragu untuk memasukan tombak pusaka miliknya tapi, benda itu sudah menegang sejak tadi.
"Kita coba aja dulu, nanti kalau sakit aku aku cabut deh." Ujar Dave.
Berhitung di dalam hati, pada akhirnya Dave memasukan tongkat ajaibnya ke dalam dengan hati-hati.
Jleb.....nyess.....
Hangat, batin Dave. Sudah lama sekali pria ini tidak merasakan nikmatnya bercinta.
"Gimana sayang, Sakit gak?" Tanya Dave.
"Enggak, ya udah lanjut!" Ujar Joana.
Mulailah Dave menggoyang pinggulnya perlahan-lahan. Terasa sempit karena memang sudah beberapa bulan Dave belum menjamah semak belukar milik istrinya.
"Astaga, benar-benar di jepit." Batin Dave. "Istri ku memang terbaik!" Pujinya di dalam hati.
Tidak seganas dulu, Dave bermain cukup lembut karena ia takut jika istrinya kesakitan. Sekian bulan merindukan lubang, akhirnya Dave bisa keluar di dalam juga.
Hanya dua ronde permainan sudah cukup sebagai pembukaan. Joana yang kelelahan sudah tidur sejak tadi sedangkan Dave harus mengurus anaknya yang bangun mencari susu.
"Anak pintar, bangun setelah daddy dan mommy selesai membajak sawah," ucap Dave lalu pria ini tertawa geli.
Dave memangku anaknya, di pandangannya wajah Joana yang begitu cantik memikat hatinya.
"Rasa sakit yang kau tanggung semua akibat ulah ku," ucap Dave merasa bersalah. "Dulu, aku selalu mengatakan jika memiliki istri dan anak adalah beban. Ternyata, Tuhan menegur ku dengan cara seperti ini. Aku nyaris kehilangan mu, Jo."
Menganggap semua ini karma atas dirinya, Dave berjanji akan memperlakukan istri dan anaknya dengan sangat baik bahkan dia berjanji untuk selalu membahagiakan Joana dan Vazha.
Malam telah berganti pagi, ekspresi wajah yang tampak segar dan bersemangat membuat nyonya Andina merasa curiga.
__ADS_1
"Pasti habis main tadi malam," tebak nyonya Andina.
"Mami, nuduh mulu bawaannya!"
"Jangan bohong kamu, mami lebih berpengalaman. Jangan kasar-kasar Dave," ucap nyonya Andina memperingati.
"Ya enggaklah!" Jawab Dave.
Dengan santainya Dave meninggalkan sang mami yang sedang mengomel. Pria ini lebih memilih menyusul anak istrinya yang sedang berjemur.
"Kenapa wajah Vazha tidak pernah tersenyum?" Tanya Dave pada istrinya.
"Anak ku ini termasuk dalam jejeran pria tampan sedingin Kulkas." Kata Joana dengan bangganya.
"Cari suami itu minimal humoris. Biar awet muda," ujar Dave.
Joana hanya memainkan bibir untuk menanggapi ucapan suaminya. Keluarga kecil yang sangat bahagia, susah senang bersama-sama nyatanya bisa membuat hubungan mereka semakin erat.
Pukul enam sore Dave mengajak Joana dan Vazha pergi ke salah satu restoran. Dave sengaja memesan satu ruangan khusus untuk nyaman anaknya.
Tuan Altan yang sudah menunggu sejak pukul lima sore merasa bahagia karena untuk yang pertama kalinya ia melihat cucunya yang selama ini ia rindukan.
Joana tampak biasa saja, entahlah. Hatinya terasa hambar saat bertemu dengan tuan Altan.
"Kau sudah sehat, Jo?" Tuan Altan tampak bahagia melihat kesembuhan anaknya.
"Boleh papa menggendong anak mu, Jo?" Izin tuan Altan.
Joana langsung menyerahkan anaknya kepada tuan Altan. Senang sekali rasanya, setidaknya Joana sudah mulai membuka diri pada tuan Altan.
"Jo, ini untuk mu." Ujar tuan Altan yang tiba-tiba mengeluarkan beberapa berkas.
"Apa ini?" Tanya Joana singkat.
"Buka saja!"
Joana yang penasaran langsung membuka beberapa berkas yang di berikan papanya.
"Perusahaan, rumah, dan semua properti papa serahkan pada mu. Semuanya sudah papa ganti atas nama mu," jelas tuan Altan membuat Joana sedikit terkejut.
"Aku tidak sekolah, aku tidak mengerti tentang perusahaan. Kenapa di berikan pada ku? Kenapa tidak di berikan pada anak yang sekolah tinggi itu?"
Pertanyaan Joana membuat tuan Altan merasa bersalah.
"Ada baiknya kita makan sekarang," ujar Dave memecah suasana yang sangat tidak enak.
__ADS_1
Dave mengambil alih anaknya, tanpa banyak bicara meraka makan malam bersama-sama. Sesekali bercanda dengan Vazha.
Selesai makan malam mereka berbincang sebentar. Tuan Atlan menitipkan semuanya pada Dave termasuk Joana jika suatu saat nanti ia meninggal dunia.
"Sudah larut malam, kami pulang dulu." Ujar Joana.
"Iya, cepat bawa anak mu pulang. Angin malam tidak baik untuk kesehatan." Sahut tuan Altan.
"Hubungi aku jika papa kenapa-kenapa. Jangan makan sembarangan, jaga kesehatan." Ucap Joana mengingatkan.
Tuan Altan mengangguk, ayah dan anak ini berpelukan sebelum pulang.
Setibanya di rumah, Dave langsung mengurus anaknya. Sedangkan Joana hanya duduk memperhatikan karena Dave tidak mengizinkan istrinya kelelahan.
"Sayang....!" Panggil Joana.
"Hem, ada apa?"
"Sepertinya papa sudah sangat menyesal." Ujar Joana.
"Sepertinya begitu. Sudahlah, jangan memikirkan hal akan membuat mu sakit."
Joana menghampiri suaminya.
"Vazha sudah tidur. Kau terlalu memanjakan aku sampai kau tidak mengizinkan aku melakukan pekerjaan apa pun."
"Aku tidak ingin kau kelelahan, apa itu salah?"
Joana memeluk suaminya.
"Suamiku memang terbaik, aku mencintaimu sayang." Ucap Joana.
"Sejak sembuh, kau terlihat lebih anggun. Sudah bosan beradu mulut dengan ku?" Goda Dave.
"Tidak, aku tidak pernah bosan apa pun tentang mu. Terasa damai saja, dengan keadaan diri ku yang sekarang."
Dave memeluk istrinya erat, perempuan muda yang ia nikahi secara kontrak ternyata sudah membuat kehidupan Dave berubah drastis.
Dave dan Joana saling berciuman, memadu cinta yang sempat libur beberapa lama.
"Aku mencintai mu, Jo." Bisik Dave di telinga istrinya.
"Aku juga mencintaimu, Dave." Balas Joana.
Kembali berciuman dengan sangat mesra, ranjang adalah pelabuhan akhir dalam bercinta. Hidup mereka telah bahagia, menjalani hari dengan penuh makna.
__ADS_1
Hubungan Joana dengan papanya juga sudah membaik, kehidupan yang sempurna telah ia dapatkan. Memiliki suami yang baik beserta keluarganya yang selalu mendukung kebahagiaan Dave dan Joana.