Jerat Candu Istri Sewaanku

Jerat Candu Istri Sewaanku
Chapter 52


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, setelah melakukan serangkaian pengobatan akhirnya kondisi Joana mulai membaik. Dari yang bicara dengan suara pelan sekarang sudah kembali normal bahkan Joana sudah bisa menggendong anaknya meskipun ia belum bisa berjalan.


Selama satu bulan juga Dave hanya fokus merawat istrinya bahkan pekerjaan pun di ambil alih tuan Darius. Joana pun sudah menerima keadaannya, semua berkat dukungan suami serta keluarga suaminya.


"Sayang, aku heran pada Vazha, aku yang mengandung susah payah sampai seperti ini tapi, kenapa wajahnya malah mirip dengan mu semua?"


Joana tidak terima.


"Kau terlalu mencintai ku, makanya anak kita mirip dengan ku." Jawab Dave.


"Nyatanya lebih besar cinta mu untuk ku," ucap Joana. "Jika tidak, kenapa kau mau mengurusku selama ini?"


"Namanya juga istri, wajib di urus. Jangan cuma sehatnya aja mau tapi, kalau sakit tidak di urus. Suami jahat itu!"


"Sayang, aku ingin tinggal di sini saja bersama papi dan mami. Aku seperti menemukan keluarga ku sendiri," ujar Joana.


"Iya sayang. Kita akan tinggal di sini sesuai kemauan mu. Cepat sembuh istriku," ucap Dave lalu mengecup kening istrinya.


Satu bulan juga Dave tidak pernah mengganti oli meskipun hasrat kerinduannya pada Joana begitu besar. Dave benar-benar menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya sampai Joana benar-benar sembuh.


"Ya Tuhan, istri ku kapan sembuhnya? Aku rindu ranjang goyang ku," ucap Dave dalam hati.


"Kenapa?" Tanya Joana yang heran melihat ekspresi suaminya.


Dave tersenyum tipis.


"Tidak kenapa-kenapa." Jawabannya.

__ADS_1


"Maaf jika aku belum bisa memenuhi kebutuhan batin mu," ucap Joana seolah paham apa yang sedang dirasakan oleh suaminya. "Aku tidak masalah jika kau berkencan dengan perempuan lain asal, tetap kembali pulang pada ku."


Dave melirik Joana tajam.


"Aku tidak suka mendengarkan permintaan mu," ucap Dave. "Bagaimana bisa seorang suami melakukan hal sekeji itu sedangkan istrinya tengah menahan rasa sakit di rumah."


"Dave,....!" Joana menatap kedua mata elang milik suaminya. "Aku lumpuh, mau sampai kapan kau menunggu aku sembuh? Kau seorang laki-laki, normal bagi mu untuk mencari kepuasan batin."


"Dari pada aku melakukannya dengan perempuan lain, gunakan saja mulut mu itu." Ucap Dave yang kesal kemudian meninggalkan istrinya sendirian di kamar.


Joana tidak menahan suaminya, sebagai seorang istri dengan keadaan yang seperti ini Joana merasa tidak berguna.


Dave pergi ke kamar anaknya, seperti biasa nyonya Andina yang menjaga cucu dan pertamanya itu.


"Kenapa Dave?" Tanya nyonya Andina.


"Lakukan yang terbaik!" Seru nyonya Andina.


Dave menggendong anaknya, bocah tampan persis dirinya. Laki-laki yang dulu kekeh tidak mau punya anak tapi, nyatanya sekarang sudah menggendong seorang bayi.


"Tidur terus, lama-lama ku tarik hidungnya!" Ucap Dave yang gemas.


Nyonya Andina langsung mengambil alih cucunya.


"Pergi sana, berani kau menyakitinya, papi mu pasti akan menghajar mu nanti."


Dave mengangkat kedua bahunya kemudian kembali ke kamar. Di lihatnya Joana tidak ada di kursi roda, hingga membuat Dave terkejut.

__ADS_1


"Sayang, di mana kau....?"


Dave yang khawatir langsung mencari istrinya ke dalam kamar mandi. Dave bernafas lega saat melihat istrinya yang sedang duduk di kamar mandi.


"Maafkan aku,...maafkan aku, Jo." Ucap Dave yang merasa bersalah.


"Kenapa minta maaf?" Tanya Joana.


"Maafkan aku sudah meninggalkan mu," ucap Dave.


"Aku hanya ingin buang air kecil, seharusnya aku bisa sendiri dan tidak menyusahkan mu terus."


Dave langsung menggendong istrinya, di dudukan Joana di atas closed bahkan Dave sendiri yang membersihkan tubuh istrinya.


"Seharusnya aku tidak meninggalkan mu tadi," ujar Dave.


"Kau juga butuh waktu untuk diri mu sendiri, seharus aku tidak manja!"


Dave tidak menanggapi ucapan istrinya, pria ini langsung membawa Joana kembali ke kamar. Di gantinya semua pakaian sang istri setelah itu di baringkannya ke atas tempat tidur.


"Istirahatlah, jangan memikirkan apa pun termasuk masalah hubungan suami istri. Aku hanya ingin melihat mu sembuh," ucap Dave menenangkan pikiran Joana.


"Cukurlah brewok mu ini, aku ingin melihat kau tampan, bukan seperti kakek-kakek seperti ini." Canda Joana.


"Oh, iya sayang. Aku akan mencukurnya sekarang!" Ujar Dave menurut.


Pria ini langsung pergi ke kamar mandi, membersihkan bulu-bulu di wajahnya sesuai permintaan sang istri.

__ADS_1


__ADS_2