Jerat Cinta Istri Muda

Jerat Cinta Istri Muda
Bab 10: Cinta Terbalut Kepalsuan


__ADS_3

"ANINDIRA!! ANINDIRA!!" teriak Daniel.


Semua ruangan menggema dengan suara teriakan keras Daniel. Namun orang yang dipanggil namanya, seakan tidak mendengar. Ia malah asyik menyiram bunga dihalaman belakang.


Ditariknya tangan Anindira."Apa kamu tuli, hah?!"


Dengan kasar Anindira pun menghempaskan tangan Daniel.


"Katakan!! Dari mana kamu tahu kalau Adiva tinggal di apartemenku?" tanya Daniel,"dan kenapa kamu bersikap kasar terhadapnya? Itu bukan Anindira yang aku kenal."


"Apa dia mengadu padamu?" tanya Anindira,"dan lagi pula tak perlu kamu tahu, dari mana aku tahu istri mudamu tinggal."


"Cukup Anindira!! Apa begini cara bicaramu terhadap seorang suami?" tekan Daniel.


"Lalu, bagaimana seharusnya aku bicara?" tanya Anindira.


"Kamu...."


Anindira tersenyum smik, ia pun kembali berucap,"sebegitu pedulinya kamu mas terhadap wanita j****g itu."


"Jaga ucapanmu Anindira!!" Jari telunjuk Daniel menunjuk wajah Anindira."Dia tak seburuk itu, bukannya aku sudah menjelaskannya. Lalu... kenapa kamu masih saja tidak percaya."

__ADS_1


"Ya! Memang aku tak percaya! Bahkan aku meragukan cintamu. Bukan tidak mungkin hatimu akan berpaling, jika kamu terus bersama dengannya," jelas Anindira.


"Aku bersamanya hanya untuk memastikan keadaannya saja," ucap Daniel.


Ia pun memengang tangan sang istri."Dengarkan aku baik-baik! Cinta dan hatiku hanya untukmu. Ada pun Adiva kini diantara kita, itu tidak akan membuat perasaanku berpaling terhadapnya."


Dengan kepala menunduk Anindira berkata,"tapi aku takut, jika suatu saat cintamu tak lagi untukku."


"Apa kamu meragukanku?" tanya Daniel.


Anindira menganggukan kepalanya.


Anindira mengerucutkan bibirnya, ia pun memeluk erat sang suami. Tangan Daniel membelai lembut rambut istrinya yang tergerai.


'Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, bagaimana pun caranya aku harus segera menyingkirkan wanita j****g itu, sebelum hati mas Daniel benar-benar berpaling,' batin Anindira.


Sementara di sebuah apartemen mewah, seorang wanita sedang bersenandung ria. Tangan mungilnya dengan lihai mengolah menu masakan yang dibuat nya.


"Semoga mas Daniel suka dengan menu masakanku hari ini," gumam Adiva.


Ditatanya dengan rapi meja makan disana, meletakkan semua lauk serta piring. Sedangkan nasi masih dalam magic com, ia tidak ingin nasinya dingin begitu Daniel sampai disana.

__ADS_1


Malam semakin larut, namun tanda-tanda Daniel yang katanya akan datang berkunjung, tak juga menampakkan batang hidungnya. Adiva yang lelah dan sudah mengantuk, tertidur diatas meja makan bebantalkan tangan.


Merasakan sakit di bagian punggung membuat wanita itu pun meleguh.


"Eugh,,,"


Diliriknya jam dinding yang tergantung disana."Sudah jam dua, tapi mas Daniel tak datang juga. Mas, apa kamu lupa akan berkunjung kesini?"


"Apa yang aku harapkan dari mas Daniel? Pasti dia sedang bersama mbak Anindira, aku ini harus tahu diri aku hanya istri sirinya. Hahh... apakah mas Daniel berbohong akan pernyataan cintanya kepadaku? Seperti cinta yang tebalut dengan kebohongan yang hanya ingin menyenangkan hatiku saja."


"Apa kamu melakukan hal tersebut hanya sebatas kasian saja, mas?"


Adiva terus bermonolog tentang Daniel. Ia kembali menenggelamkan wajahnya dibalik lipatan tangan di atas meja.


Air matanya kembali tumpah, jikalau benar cinta Daniel tebalut kepalsuan, maka ia akan pergi menjauh dari kehidupan Daniel yang penuh dengan kepalsuan. Sampai akhir menjelang subuh, Adiva tak kembali memejamkan matanya.


Hati dan pikirannya tak sejalan, disisi lain hatinya menyuruh untuk tetap tinggal, tapi pikirannya menyuruh untuk pergi. Sungguh ia berada dalam dilema.


"Mas apa yang harus aku lakukan sekarang? Sampai menjelang pagi pun kamu tidak datang," lirih Adiva.


Ia pun menghangatkan kembali masakannya. Beberapa kali Adiva menyeka air mata yang terus keluar tanpa mau berhenti."Kenapa juga aku harus percaya sama dia? Yang mengatakan cinta dan akan berkunjung. Cintanya hanya untuk mbak Anindira, aku harus sadar akan hal ituitu."

__ADS_1


__ADS_2