Jerat Cinta Istri Muda

Jerat Cinta Istri Muda
Bab 28: Ancaman Anindira


__ADS_3

Tiga hari sudah Adiva tinggal di rumah sakit, hari ini ia dan bayinya diperbolehkan pulang. Selama itu pula Daniel setia menerima keluarga kecilnya itu. Semua urusan pekerjaan ia serahkan pada Kevin untuk mengurusnya sementara, selama Daniel di rumah sakit.


"Halo Adiva, halo keponakan Tante yang tampa," sapa Sarah.


"Halo Dok."


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Sarah.


"Alhamdulillah baik, Dok" sahut Adiva.


"Ko, masih manggil Dok sih. Panggil Sarah saja."


"Ini kan masih dilingkungan rumah sakit. Jadi saya harus sopan dan menghormati anda selaku seorang dokter sebagaimana mestinya," jelas Adiva.


"Ya, terserah anda saja Nyonya Adiva," kekeh Sarah, "Daniel belum datang?"


"Belum. Sepertinya ia terjebak macet, karena sekarang waktunya jam pulang kantor," sahut Adiva.


"Oohh... Ya sudah, aku tinggal kerja dulu."


"Ya Dok."


Sarah pun keluar meninggalkan Adiva bersama bayinya yang sedang menyusu. Pintu yang sudah tertutup kembali terbuka.


Ceklek...


"Dokter apa ada yang...."


Ucapan Adiva terpotong. Ia mematung melihat orang yang masuk bukanlah dokter Sarah, melainkan Anindira istri pertama Daniel. Wanita cantik yang berdiri di depannya tersenyum smik melihat Adiva yang sedang menyusui bayinya.

__ADS_1


Anindira pun menghampiri Adiva. "Bagaimana keadaanmu dan juga bayimu?"


"Ba-baik, Mbak. A-ada apa Mbak datang kemari?" tanya Adiva terbata-bata.


"Tentu saja untuk menjenguk maduku dan juga anaknya. Serta...."


"Serta apa Mbak?"


"Serta ingin memperingatkanmu akan satu hal. Itu pun jika kamu ingin bayimu ini tetap hidup," ancaman Anindira.


Deg...


Jantung Adiva berdegup kencang, mendengar ancaman Anindira yang akan melenyapkan nyawa putra kecilnya.


"Aku hanya akan minta satu hal, dan aku rasa kamu akan sanggup melakukan hal itu. Terlebih kamu tentunya tidak ingin kehilangan si kecil mungil ini," ucap Anindira. Ia melihat dengan seksama wajah bayi tersebut, begitu mirip dengan Daniel suaminya begitupun ketampanan yang diwarisinya.


"A-apa yang harus saya lakukan?" tanya Adiva gelagapan.


🦋🦋🦋


Brak...


Daniel membuka pintu ruangan Sarah dengan keras, membuat si empu terjingkrak kaget.


"Apa Adiva bersamamu?" tanya Daniel cemas.


" Tidak," sahut Sarah.


Ia dibuat bingung dengan Daniel yang datang tiba-tiba dan bertanya keberadaan istrinya.

__ADS_1


"Dia tidak ada di ruangannya," ucap Daniel.


"Apa maksudmu Adiva tidak ada di ruang rawat? Tadi aku sempat datang dan menyapanya," tutur Sarah.


"Ahhkk... ****... Kemana lagi sih dia?" geram Daniel.


"Tenangkan dulu dirimu. Ayo coba kita lihat CCTV! Untuk mengetahui keberadaan Adiva," ajak Sarah.


Baru pertama kali ia melihat Daniel yang begitu mencemaskan seseorang selain Anindira, istri pertamanya. Sarah sudah mengetahui apa yang terjadi pada kehidupan Daniel saat ini. Setelah selang beberapa hari dari waktu Daniel mengantar Adiva memeriksa kandungannya.


Adiva pergi bersama anaknya setelah Anindira memberi peringatan padanya. Disetiap lorong ia berusaha menyelinap tanpa diketahui petugas rumah sakit ataupun terlihat oleh CCTV.


Layar datar yang menampakkan beberapa bagian gambar ruangan, tidak ada satu pun yang memperlihatkan keberadaan Adiva. Hingga ada satu gambar yang menampilkan seorang wanita, dengan postur tubuh ideal masuk kedalam ruang rawat Adiva.


"Tunggu Pak, tolong perbesar gambar wanita ini," pinta Daniel.


Petugas keamanan rumah sakit pun memperbesar gambar yang diminta Daniel. Ia mengernyitkan dahinya.


"Anindira," ucap Daniel dan Sarah bersamaan.


"Kenapa Anindira bisa tahu kalau Adiva sudah melahirkan dan berada di rumah sakit ini?" tanya Sarah heran.


"Sepertinya ia mencari tahu sendiri, atau mungkin ia kembali membayar orang untuk memata-matai Adiva dan mencari tahu keberadaannya," tebak Daniel.


"Anindira...."


"Dia sudah berubah. Bukan Anindira yang aku kenal dulu."


Daniel kembali melihat layar datar tersebut, berharap Adiva masih di lingkungan rumah sakit. Walaupun pikirannya mengatakan kalau Adiva sudah pergi meninggalkannya, setelah ia melihat Anindira datang dan menemui Adiva.

__ADS_1


Satu jam lebih Daniel, Sarah serta petugas mengecek CCTV rumah sakit. Tapi tak satupun gambar yang memperlihatkan keberadaan istrinya tersebut.


__ADS_2