Jerat Cinta Istri Muda

Jerat Cinta Istri Muda
Bab 15: Akhirnya Aku Menemukanmu


__ADS_3

Sang surya dengan malu-malu menampakan dirinya. Rasa hangat yang dibawa selalu memberi semangat bagi semua insan untuk memulai hari. Begitupun dengan Daniel yang berharap bisa kembali menemukan siluet wanita kemarin ia temui.


Ia duduk diam didalam mobil, kedua mata Daniel terus mengamati setiap orang yang berlalu lalang disana. Hingga waktu pun menunjukkan pukul sembilan pagi. Namun, wanita yang diharapkan bisa ia temui tak kunjung menampakan dirinya.


"Apakah aku salah lihat? Tapi... hatiku begitu yakin kalau orang itu adalah Adiva. Tidak mungkin hatiku salah," ucap pelan Daniel.


Sinar matahari pun semakin terik, sementara Daniel masih setia menunggu dan tidak beranjak sedikitpun. Hingga keputusasaan menghampirinya. Baru saja ia memutar kunci mobil, matanya dengan tidak sengaja menangkap kembali siluet wanita yang ia rindukan.


"Adiva..." lirih Daniel.


Takut kembali kehilangan jejak, dengan teburu-buru Daniel keluar dan mengunci mobilnya. Kaki panjangnya berjalan dengan perlahan tanpa menimbulkan suara, mengikuti sang pujaan hati.


Ia tak menyangka bisa bertemu kembali dengan istri mudanya. Senyum serta keramahan sang istri masih sama. Sepanjang perjalanan ia melihat Adiva bertegur sapa dengan orang yang ditemuinya, dengan senyum yang terus tersemat di wajah cantik sang istri.


Adiva pun berjalan memasuki sebuah perkampungan dengan Daniel yang masih mengikutinya dari belakang tanpa ia ketahui. Tangan kanannya merogoh saku sebelah kanan dan mengeluarkan kunci rumah. Begitu pintu terbuka sang empu segera masuk dan menutup kembali pintunya.


Sementara Daniel malah bersembunyi dibalik pohon besar setelah mengetahui tempat tinggal Adiva.


"Aku harus segera menemui Adiva dan meminta maaf, juga membawanya pulang kembali. Tapi... apakah ia akan mau memaafkan dan menemuiku?" ucap Daniel.

__ADS_1


Cukup lama Daniel berperang dengan pikirannya, ia pun memberanikan diri berjalan menuju pintu rumah Adiva.


Tok... tok... tok...


Begitu mendengar ada yang mengetuk, sang empu berjalan menuju pintu dan..


Ceklek...


Pintu pun terbuka. Alangkah terkejutnya Adiva ketika mendapati pelukan dari orang yang didepannya.


"Akhirnya aku menemukanmu!! Aku hampir gila begitu mengetahui kabar kalau kamu sudah meninggal. Tapi hatiku berkata benar kalau kamu masih hidup. Maaf... maafkan aku Adiva yang sudah menyakiti dan membohongimu. Maaf...." Adiva mendorong kencang tubuh Daniel agar terlepas.


Dengan air mata yang mengalir dan isak tangis Adiva kembali berkata,"mungkin aku juga egois Mas, karena ingin memilikimu juga. Tapi aku juga sadar akan posisiku, istri mana yang rela berbagi suami dengan wanita lain. Termasuk istrimu yang rela menghalalkan segala cara untuk menyingkirkanku".


"Tidak Adiva!! Anindira tidak mungkin berbuat lebih jauh," sangkal Daniel.


Adiva tersenyum smik dan berbalik."Terserah padamu Mas, percaya atau tidak."


Daniel menahan pergelangan tangan Adiva." Adiva aku mohon pulanglah."

__ADS_1


Sang istri melepaskan pelan tangan Daniel sambil menggelengkan kepalanya. Ia pun segera menutup pintu dan menguncinya. Tubuh mungil Adiva luruh, ia menyembunyikan wajah dibalik temukan lutut. Bahunya bergetar dengan isak tangis pilu.


Hati Daniel sakit,mendengar tangisan Adiva dibalik pintu.


"Jangan menangis, aku mohon," lirih Daniel.


Suara gemuruh petir saling bersahutan, beberapa kali cahaya sebuah kilatan menampakan diri. Tak lama hujan pun turun dengan deras.


Mendengar suara gemuruh petir yang begitu keras, Adiva berjalan mendekati jendela dan membuka sedikit tirai."Kenapa mas Daniel masih disana?"


Daniel dengan setia masih berdiri di depan rumah Adiva, ditemani guyuran hujan yang terus membasahi tubuhnya. Seberapa sakit hatinya Adiva, tapi nuraninya masih tergerak. Ia tidak tega melihat Daniel yang sudah menggigil. Di ambilnya payung dan keluar menghampiri sang suami.


"Mas ,,," panggil Adiva.


Si empu pun menoleh."Adiva .... "


Bukk...


Daniel pingsan tepat di depan Adiva. Wajahnya sudah pucat pasi akibat kedinginan. Dengan susah payah ia membopong tubuh Daniel masuk ke dalam rumah, dan membaringkannya diatas kursi panjang.

__ADS_1


__ADS_2