Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1

Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1
jalan menuju harapan


__ADS_3

lama Jhon berpikir dan kenyataan bahwa musuh -musuh yang mungkin yang akan mereka hadapi jika keluar bisa saja lebih kuat dari para tahanan di sini, akhirnya setelah ia berpikir keras dan membuat kesimpilan ia harus lebih kuat dari sekarang jika ia masih ingin hidup dan berjuang untuk kembali ke dunianya dengan selamat. maka mulai hari itu ia barlatih keras baik fisik maupun pikirannya demi mempertahankan hidup yang dititipkan padanya yaitu anak buah sekaligus kawannya, ia mulai berlatih kekuatan fusiknya dengan push up, sit up, dan meningkatkan daya serangnya setaip hari bahkan ia disetiap waktu kerja paksa ia habiskan mengangkat barang-barang berat seperti meriam kelas berat, amunisi berkaliber tinggi, setip hari ia lakukan dengan semangat demi apa yang ia perjuangkan. hari pun terus berlanjut tak hentinya, sedekali saat waktu makan Hensel si kawan tahanannya menanyakan "apa sudah punya ide untuk keluar "ia terus menyemangatinya untuk tetap optimis untuk keluar dari sini, ia terus danterus menanyainya tentang hal itu setiap waktu makan dan sering mengajaknya menonton pertarungan di tahanan itu. ia terus menanyainya "apa sudah ketemu ,apa sudah ketemu dan apa sudah ketemu",ia terus mengulanginya setiap waktu makan. tapi Jhon tak merasa jengkel tapi malah itu sorakan semangat,tapi pada ketika ia duduk di meja tahanan, ia tak menyentuh makanannya dan terus berpikir cara untuk keluar. Hensel dan koeganya datang. mereka semua duduk dan Hensel membuka pembicaraan dangan berkata "apa kau sudah menemukan ide? ",tanya Hensel .Jhon dengan tenang dan menjawab"belum",Hensel mulai menguarkan kata -kata mutiaranya "lihatlah langit yang seluas angkasa, lihatlah lautan yang berombak dengan baunya yang akan kita arungi ,dan hiruplah udara disini bandingkan dengan udara kebebasan diluar sana ".tiba-tiba Jhon bersikap aneh seolah ada yang masuk di dalam kepalanya dan berkata "bukankah kalau ngak salah tentang udara tadi",Hensel pun menjawab"memang iya memang ada apa bung? ".Jhon pun menjelaskan tentang maksudnya "apa kalian tak pernah curiga bagaimana bisa udara masuk kedalam bangunan yang ditutupi beton tebal ini padahal di pintu keluar tempat kita bekerja dan istirahat tak ada pun saluran udara untuk ke dalam bangunan ,mungkinkah ada saluran ada adara lain yang menuju keluar seluruh bangunan ini ",para kolega Hensel atau teman-temannya saling memandang dan hensel berkata "itu mungkin pantas di coba. setelah itu di hari esoknya setelah mereka semua kerja paksa para segelintir tahanan itu berjalan sangat cepat, langkah kaki mereka seolah berbicara inilah hari untuk berjuang dalam kebebasan.sebelumnya di hari sebelumnya mereka mendatangi salah seorang teman mereka yang tahu seluk beluk tahanan kelas A, ia menuturkan"jika kalian ingin tahu saluran yang aman dari penglihatan para penjaga masukkan aku dalam masalah ini ".dari persyaratan itu Jhon pun menerimanya dan ia pun menunjukkan lokasinya yang pas sambil membawa sebuah sendok makan .mereka berjalan di lorong dan sampai di kamar mandi tahanan, semua bergerak cepat dan si penunjuk arah itu yang mereka panggil Bort menunjukkan tempat yang pas tepatnya di kamar mandi tahanan ruang ke-4 kamar ke-7.mereka pun mendatangi yang ditunjuk si Bort dan melihat ke atas, memang ada sebuah fentilasi atau saluran udara yang muat untuk satu orang dan mereka mengangkat Jhon ke atas dan ia langsung naik ke palang pembatas kamar mandi dan berusaha membuka sekrup dari fentilasi menggunakan sendok makan .ia mulai memutar sekrupnya, perlahan demi perlahan sekrup itu terlepas semua dari fentilas dan Jhon membuka fentilasnya dan memberikan penutup fentilasi tersebut pada kawannya dibawah,temannya pun memgambil penutup tersebut dan sebagian lagi menjaga di depan ruang kamar mandi tersebut. Jhon membantu Hensel untuk naik ke palang pembatas tersebut dan masuk ke fentilasi tersebut dan di ikuti oleh Hensel di belakang Jhon yang sedang berada di fentilasi sambil duduk dan berkata pada hensel "apakah sudah siap" ,Hensel mengangangguk tanda untuk siap. meeeka pun merangkak di saluran fentilasi tersebut sepanjang lorong fentilasi yang tersebut tiba-tiba mereka menemukan percabangan tapi dengan akalnya Jhon melumuri telunjuknya dengan ludah dan mengarahkan ke mana mereka selanjutnya.


__ADS_2