
hantaman peluru yang menembus lambung kapal musuh dan setelah tembakan itu letnan Charles menarik tuas mesin, kapal pun bergerak dengan sigap kapten Jhon memutar kemudi mengarahkan kapal ke sisi kanan menjahui kapal musuh yang hancur dihantam peluru mereka seolah tak menghiraukan musuh letnan Charles menaikkan kecepatan kapal ke 18 not dengan kelajuan itu mereka meninggalkan kapal musuh. sementara itu pimpinan armada perompak itu kesal karena salah satu kapalnya dirusak oleh mangsa mereka sendiri, dengan muka yang murka pimpinan perompak itu berteriak" kita tangkap mereka, kita buat mereka menyesal dan membayar kerugian kita, cepat tambah kecepatan !".mendengar itu seorang anak buahnya bertanya"bos kita tak melalui celah itu karena ditutupi kapal kita yang hancur ",mendengar keluh dari anak buahnya ia pun memerintahkan "putar kemudi ke sisi kiri, kita hadang mereka di sisi depan dan siapkan awak bantu yang masih selamat ".kata-kata itu membuat para perimpak bergerak cepat, di sisi lain kapten Jhon sedang meninggalkan para perompak itu. para awak mereka merasa senang telah melakukan suatu perlawanan heroit yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, mereka mengangkat senjata ke atas tanda mereka berhasil menghancurkan kapal musuh. dengan melihat muka para awak yang bahagia tuan Smith berkata pada kapten "kapten itu tadi aksi yang luar biasa, saya belum merasakan hal itu selama 16 tahun di angkatan laut ,saya marasa terhormat bisa menjadi ajudan anda".lalu kapten berkata"kita tak boleh senang dulu mereka pasti akan mengejar kita ",kata kapten dengan muka waspada. kapten pun memutar kemudi ke sisi kiri melewati kuburan kapal disekelilng mereka, tiba-tiba muncul kapal besar menghadang mereka di sisi depan dan juga tiba-tiba muncul kapal-kapal lain di sisi kanan dan kiri mereka. melihat itu kapten Jhon segera menghentikan kapal karena tak mungkin memutar kapal ke belakang, disisi depan kapal terdengar suara "menyerahlah! kalian sudah dikepung di setiap sisi, jika kalian masih ingin hidup menyerahlah".mengikuti suara itu para perompak langsung menaiki kapal kapten Jhon tanpa permisi, tapi tak semudah itu para awak kapten Jhon masih menunjukkan nyali mereka. mereka mengacungkan senjata ke hidung para perompak tanpa rasa takut. para perompak pun tak tinggal diam mereka juga megacungkan senjata mereka ke awak kapten Jhon, situasi pun memanas mereka kedua belah pihak saling mengacungkan senjata. tiba-tiba kapten Jhon keluar dan berdiri dianjungan kapal sambil menghampiri para perompak, di sisi depan tampak pimpinan perompak yang mengangkang di depan kapten Jhon. mereka saling menatap dan salah satunya yaitu pimpinan perompak berkata dengan percaya diri "menyerah atau mati",mendengar itu kapten Jhon menjawab "lebih baik kami mati dari pada menyerah pada kezaliman ".dengan tersenyum mengejek pimpinan perompak itu merasa bersemangat dan berfikir dari pada membunuh orang ini lebih baik di manfaatkan karena melihat pendirianya ia berkata "baiklah! kita selesaikan ini dengan jantan, kita bertarung satu lawan satu, jika kau menang aku aku melepaskanmu "kapten Jhon menjawab "baiklah aku terima tantanganmu ."dengan sigap para awak baik perompak maupun awak kapten memberikan ruang untuk para pimpinan mereka bertarung, pimpinan kedua belh pihak berdiri di tengah kerumunan orang-orang bersejata, mereka saling menatap satu sama lain dengan rasa pertarungan mereka kapten Jhon memulai pertarungan dengan meninju perompak itu dimuka kirinya, tapi perompak itu tak bergeming dan pukulan selanjutya dari kapten Jhon melucur ke arah perompak itu, perompak itu menghindari pukulan kapten Jhon dengan mudah.pukulan -pukulan demu pukulan yang dilancarkan kapten jhon berhasil dihindari dengan mudahnya lalu perompak itu mengeluarkan tinjunya dengan kepalan tangannya langsung megarah ke perut kapten Jhon, pukulan itu sangat keras sehingga membuat kapten Jhon muntah darah seketika ,kapten Jhon langsung terhampar ke lantai kapal.melihat kaptennya jatuh para awak kapten Jhon panik sambil kesal terhadap para perompak itu ,dengan ekspresi sombong pimpinan perompak itu berlagak layaknya jagoan du depan anak buahnya. tapi tak begitu lama kapten Jhon bangun dan melancarkan serangannya, segala jurus bela diri ia keluarkan. mereka saling memukul dan menendang layaknya petarung kick boxsing, kapten Jhon menunduk dan bergerak di sisi kiri lawannya dan menendang kaki kiri dari lawannya seketika perompak itu terjatuh di posisi berlutut.