
aksi unjuk rasa besar-besaran di depan istana telah menewaskan ribuan massa karena tindakan yang keliru dari petugas keamanan ,semua massa yang terluka di bawa ke rumah sakit terdekat dan karena hal ini seluruh rumah sakit kebanjiran pasien bahlan mereka tak mampu menampung korban yang terlalu banyak itu sehingga banyak korba yang terlantar di liar rumah sakit .tiba-tiba terdengar suara dari luar ruangan inrogasi "komandan ada berita buruk",mendengar suara dari luar ruangan itu Beckerjiai bersama Santos keluar memastikan keadaan .mereka bertemu seorang prajurit di luar dan ia berkata "komandan ada berita buruk ujuk rasa besar-besaran di depan istana berakhir ricuh ,banyak massa yang terluka bahkan jumlahnya ribuan sehingga rumah sakit tak mampu menampung lagi pasien dan mengenai putra komandan Beckerjiai sekarang ia terluka dan berada di rumah sakit Leferon dekat sektor 12 ",mendengar berita itu Beckerjiai langsung shok dan jantungnya berdetak kencang tak karuan serasa ingin mati .ia segera berangkat ke rumah sakit bersama Santos melihat keadaan putranya ,sesampainya di sana ia melihat ribuan orang bergelempangan di mana -mana dan parawat dan dokter kewalahan menangani mereka .Beckerjiai bersama Santos berusaha melewati desakan pasien yang yang memenuhi rumah sakit ,dan sampai di ruangan gawat darurat yang di laporkan anak buahnya itu dan di situ sudah berada istrinya Beckerjiai yang sedang menunggu dokter keluar dari ruangan sambil terus menangis .Beckerjiai berusaha menenangkan istrinya itu yang saat itu shok berat ,dokter pun keluar dan Santos bertanya pada dokter "dok bagaimana keadaan putra beckerjiai ",dokter tak berani menjawab karena melihat keluarga korban yang sedang shok tapi dokter tak mau tidak harus mengatakannya dengan cara hanya mengelengkan kepalanya tanda dokter tak dapat membantu lagi kita kehilangan putranya Beckerjiai akibat pristiwa unjuk rasa .melihat dokter sudah tak dapat membantu apa-apa istrinya Beckerjiai menangis keras dan Beckerjiai hanya dapat pasrah dengan keadaan ,mereka berdua ingin melihat putra mereka untuk terakhir kalinya sebelum ia dimakamkan untuk selamanya.selanjutnya pagi yang sangat menyedihkan yaitu waktu pemakaman putranya Beckerjiai sudah tiba dengan cara yang mengharukan mereka memakamkannya di suatu kuburan di ibu kota dengan bekas haru yang menyelimuti prases pemakaman yang di hadiri keluarga,tentara,dan para mahasiswa .keadaan duka itu dilaksanakan semestinya,semua hadirin di pemakaman meninggalkan pamakaman yang sudah selesai itu tapi Beckerjiai masih di pemakaman sambil melihat kuburan putranya .waktu berlalu larut dalam kesedihan keesokan harinya Beckerjiai datang ke istana memprotes tindakan para petugas keamanan ,ia datang dengan rasa marah yang luar biasa yang tak sanggup ia tahan lagi dan melewati para penjaga istana dengan mata yang memerah sehingga membuat para penjaga merasa ketakutan .sesampai ia di hadapan sang raja ia berkata padanya"raja saya ingin membicarakan tentang kejadian unjuk rasa yang terjadi hari itu kenapa massa di tembaki begitu saja apa-apaan ini ",kata komandan Beckerjiai dengan lantang .perdana mentri menjawab"itu semua salah mereka, menurut laporan di antara mereka ada yang membawa senjata api dan menembaki para petugas ",dan Beckerjiai"apa kau ingin kubunuh dan apa dengan menembaki massa yang tak bersalah dengan peluru tajam bukanlah tindakan yang tepat",dan langsung raja berkata pada Beckerjiai"sudah cukup, semua peristiwa waktu haruslah di lupakan ",dan seketika Beckerjiai naik darah dan berkata "apa kata dengan di lupakan begitu saja dasat idiot",daan perdana mentri langsung menyahut perkataan Beckerjiai"beraninya kau menghinanya raja",sahut perdana mentri. seketika Beckerjiai mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang dan menyerang perdana mentri hingga perdana mentri tertusuk di bagian perutnya sambil berkata "sudah kuperingatkan jangan main-main denganku "dan ia menarik pedangnya dari perut perdana mentri ,ketika ia menarik pedang itu terlihat darah bercucuran keluar dari perut perdana mentri dan itu membuat semua orang di aula itu terkejut termasuk raja .dengan keadaan yanh semakin memanas Santos yang berada di sana membujuk Beckerjiai untuk tenang dan berkata"tenanglah saudaraku kau dalam perasaan berduka jangan sampai itu membuatmu melakukan tindakan yang salah",mendengar kata-kata Santos sambil melihat perdana mentri yang tumbang dengan luka tusukan itu ia berkata"berani kau menasehati untuk membela orang bodoh uang duduk di singgasana itu sungguh kau bukan temanku lagi ",suatu peristiwa yang cukup mengemparkan seisi aula istana.