Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1

Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1
menuju pelabuhan


__ADS_3

tengah malam pun tiba dikesunyian malam yang menghampiri di kelabu bulan seorang marinir yang sekarang berubah menjadi anggota bajak laut pun menaiki sebuah kapal barang menuju ke sebuah palabuhan yang menjadi misinya saat itu entah apa tujuan mereka menyuruh Jhon ke tempat itu tapi yang jelas itu hal sangat beresiko tinggi mengenai angkatan laut dunia yang mulai mengincar kelompok bajak laut itu.di balik kabut yang gelap itu hanya pasukan level 4 lah yang tahu cara keluar dari kabut yang pekat itu,diiringi dua orang pasukan level 4 dan beberapa pasukan level 3 sudah menaiki kapal termasuk Jhon.legadiran Jhon sebagai yang memimpin misi kargo tersebut menuju pelabuhan Terase di negeri Amberta,perintah Jhon pada juru kemudi"cepat kibarkan layar dan hidupkan mesin kita berangkat dengan kecepatan penuh menembus kabut,aku tak ingin terlambat sampai di tujuan kita",perintah Jhon.langsung dengan semangat para bajak laut itu dengan pakaian layakmya saudagar berngakat menuju pelabuhan Terase dengan kecepatan penuh menepis ombak,perjalanan itu pun tak dapat dilihat orang lain kerena kabut yang mengelilingi negara itu untuk melindungi bajak laut dari serangan angkatan laut yang semakin gencar memburu mereka tapi karena kabut yang cukup tebal sehingga semua alat seperti kompas tak dapat menunjukkan arah yang benar,ada perbedaan kompas di dunia kita dengan kompas di dimensi itu yaitu kompas kita menggunakan gelombang megnetik dari kutub bumi tapi di dunia itu kompas kita tak dapat berfungsi karena seluruh struktur tanah mengandung gelombang magmetik yang mwngacaukan kompas,sedangkan kompas di dunia utu menggunakan gelombang Sentinel yang berhubungan dengan gaya yang menarik sinyal apa pun ke suatau arah tertentu tapi karena kabut yang di ciptakan oleh para bajak laut membuat sinyal Sentinel menjadi tak beraturan.kabut pun mulai menunjukkan cahaya bulan dan berarti kapal barang itu telah melewati kabut itu,setelah melewati kabut itu Jhon berkata"turunkan kecepatan sampai dengan 24 knot di posisi seimbang kita tak boleh membuat kapal yang lain mencurigai kita",mereka pun berferak dengan kecepatan standar sebuah kapal barang dan mengarungi lautan di bawah bulan yang sangat terang.sementara itu keadaan laut di kepulauan selatan menjadi sangat sibuk dengan kapal-kapal angkatan laut yang mengawasi kapal-kapal yang mencurigakan terutama berjenis frigat atau korvet yang berpotensi sebuah kapal bajak laut,di pelabuhan seorang penyelundup berusia 30 tahun sedang melakukan perjudian di sebuah bar minuman,mereka berjumlah empat orang yang berprofesi sebagai penyelundup kelas atas,denagn keahlian mereka yang selalu dapat menyelundupkan barang-barang elegal maka mereka di dipercaya oleh puluhan bajak laut sebagai mitra kerja.orang itu bernama sentrom seseorang yang menjadi juru dagang sang penyelundup yang mejadi mitra kelompok Red Dragon di berbagai kawasan di laut dimensi itu,mereka mengadakan pesta di bar minuman Sengel SWS sementara disekeliling para penyelundup itu sudah di mata-matai oleh beberapa marinir yang sedang melacak kelompok bajak laut Red Dragon berdasarkan perintah komandan besar benteng Meldov.begitu larut malam itu Jhon keluar dari ruang kemudi dan berjalan di anjungan kapal barang itu dambil melihat-lihat laut yang ternyata begitu persis di dunianya itu,perjalan mereka cukup tenang tanpa di serrai badai malam itu.tepat pagi hari Jhon sudah menyelesaikan sholat subuh walau ia tak tahu arah kiblat untuk sholat di dimansi itu tapi pagi pun mulai menyinari di sudut-sudut dunia itu dengan sinar yang terang,para penyelundup sudah berada di gudang mereka dan akan segera membawa barang penting yang di pesan ratu Angelina.para marinir angkatan laut sudah mencium pergerakan para penyelundup di dermaga dan di gudang mereka,tepat saat seseorang yang dicurigai sebagai kepala penyundup untuk kelompok bajak laut sudah terlihat keluar dari gudang membawa barang-barang selundupan menggunakan mobil dengan bentuk yang cukup berbeda dengan dunia kita menuju pelabuhan tapi beberapa marinir yang menyamar menjadi rakyat biasa di kota itu mengikuti tiga mobil truk yang membawa barang-barang terlarang oleh pemerintah dunia.


__ADS_2