Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1

Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1
tangan hampa


__ADS_3

mendengar kata-kata sang raja komandan Beckerjiai merasa geram dengan kata-kata sang raja yang tak peduli sedikit pun dengan rakyatnya,tapi mau bagaimana lagi komandan Beckerjiai harus pergi meninggalkan aula itu sebelum emosinya lepas kendali .ia meninggalkan aula itu dengan muka yang sangat marah dan rasa kecewa yang luar biasa ,bukan karena janjinya dengan raja sebelumnya untuk membimbing raja baru itu ia pasti sudah membunuhnya sebelum naik tahta kerajaan.sebelum melewati pintu aula itu terlihat Santos yang bersander di depan kanan pintu ia menunggu Beckerjiai keluar ,mereka pun keluar bersama-sama dan Santos bertanya padanya "bagaimana si bodoh itu",tanya Santos pada Beckerjiai .dan komandan Beckerjiai menjawab"buntu, tak ada kesepakatan dengan orang gila itu kalau bukan karena aku menghormati mendiang ayahnya raja kita sudah kubunuh orang itu",jawab komandan Beckerjiai .Santos berkata "sudah kukatakan sebelumnya orang itu bukan orang yang tepat untuk negosiasi dan mau di buat apa kita sudah di sumpah setia",kata komandan santos menenangkan hati komandan Beckerjiai .mereka berdua pergi meninggalkan istana dan berkeliling memantau keadaan pasar di kota,selama perjalanan yang terlihat di sudut -sudut jalan tergeletak para pengemis ,sungguh erni sekali untuk negeri yang statusnya adalah negeri industri tapi rakyatnya kelaparan .ini semua akibat saham dalam negeri di berikan 80 persen untuk oleh pihak asing yang mau membayar pajak yang cukup tinggi asalkan tenaga kerjanya dari negeri mereka sehingga pekerja dalam negeri malah menjadi pengangguran ,mereka berdua singgah di sebuah kedai kopi di pinggir jalan pasar kota sambil berbincang -bincang dan merenungi kondisi negeri ini Santos meneguk kopinya dan meletakkannya ke meja sambil bertanya"bagaimana keadaan keluargamu apakah mereka baik -baik saja",tanya Santos .dan beckerjiai menjawab "yaa lumayan tapi putraku yang membuatku sedut khawatir ,ia masuk ke dalam ikatan demo mahasiswa yang ingin pemerintah untuk mengundurkan diri ",gelisah komandan Beckerjiai ."tapi bagiku itu ada benarnya kalau melihat kondisi dalam negeri ini,memang pemerintahan seperti itu harus segera di akhiri tapi rahasia kelemahan politik dalam negeri tak boleh di ketahui oleh pihak luar bisa-bisa ada perang akan merugikan kita untuk saat ini",kata Santos .Beckerjiai berkata "aku khawatir bukan karena itu ,aku khawatir jika anakku terluka dalam aksi demo karena para pengawal kerajaan itu sering menembaki para pendemo walau hanya peluru karet itu bisa saja melukai siapa pun ,dan melihat raja yang sikapnya seperti itu mebuatku harus segera melarang putraku ikut demo ,takutnya para pengawal anti huru hara itu tak segan -segan memakai peluru tajam ",mereka menikmati hari yang menjengkelkan itu dengan segelas kopi sambil berdiskusi.mereka berdua pulang ke rumah mereka masing-masing sambil di temani pemandangan orang-orang miskin yang terlantar di jalanan sambil menunggu belas kasihan penjalan kaki sungguh pemandangan yang tak enak di mata,sesampai di rumah ,komandan Beckerjiai menemui istrinya yang sudah menyiapkan hidangan makan malam .komandan Beckerjiai duduk di meja makan dam bertanya pada istrinya"oh ya sayangku di mana putraku sekarang".istri beckerjiai menjawab "dia belum pulang katanya ia sibuk dengan rapat mahasiswa mengenai permohonan raja untuk turun tahta",beckerjiai belum mau makan sebelum anak bodohnya itu pulang .tak lama berselang terdengar suara ketukan pintu dan istri Beckerjiai membukakan pintu itu dan ternyata putranya Beckerjiai yang pulang ,ibunya berkata"kau kemana saja sudah ibu katakan pulang sebelum makan malam kau dengar ibu ,ayahmu sedang menunggumu untuk makan malam bersama nah cepatlah ke sana",tegur ibu dari putra Beckerjiai itu.anak itu sampai di meja makan dan duduk bersama ayah dan ibunya ,ayahnya atau komandan Beckerjiai berkata"mau apa kalian sebenarnya hah ,dengan orang sebanyak itu ingin menggulingkan pemerintahan mana mungkin ,cukup di sini saja kau tak usah gabung-gabung lagi dengan aksi demo itu,ayah melaranmu untuk itu kau mengerti",tegas komandan Beckerjiai pada anaknya itu.anaknya berkata"tidak untuk saat ini ayah ,jika ini tak di lakukan siapa lagi yang akan membela rakyat miskin aku sudah lelah melihat omong kosong ini",dan setelah berkata seperti itu ia meninggalkan meja makan dan langsung ke kamarnya.Beckerjiai melihat itu berkata"hai kau mau kemana Dios "sambil berkata dalam hatinya "dasar sialan anak bodoh itu",walau demikian ayahnya itu sebenarnya khawatir terhadap anaknya itu.


__ADS_2