
saat perompak itu terjatuh langsung dengan cepat ayunan tendangan memutar kapten Jhon melesat kuat ke muka si perompak "gelegar"suara hantamannya membuat muka si perompak sempat berpaling ke kiri ,sesaat berhenti sejenak tiba-tiba si perompak bangun dari posisi berlutut dan menggelengkan kepalanya seolah yang barusan tidak ada apa-apa. dengan muka menatap si perompak dan guyurun keringat yang jatuh ia meneguh air ludahnya, kapten Jhon merasa semua serangannya tak mempan terhadap si perompak tapi ia tidak menyerah begitu saja. ia berlari ke hadapan si perompak dengan tangan mengepal siap menyerang lagi, ayunan langsung dilepas. dengan sigap si perompak menepisnya dengan mudah, dengan cekatan serangan tak berhenti disitu. ia terus memukul dan juga bagi si perompak terus menepisnya diikuti dengan serangannya, keduanya saling serang dengan tiap detiknya semakin cepat sehingga para bawahan yang menonton pimpinan mereka bertarung tak dapat memalingkan muka selain memerhatikan mereka. situasi semakin menegangkan keduanya saling pukul ,gerakan kaki si perompak menahan serangan kaki si kapten Jhon lalu si perompak meyampingkan badannya yang diikuti ayunan kepalan tangannya yang melesat kencang ke perut kapten Jhon. untuk kedua kalinya si kapten terjatuh setelah selama pertarungan ia menghindari pukulan si perompak yang keras, dengan rasa tak ampun si perompak menentang muka kapten Jhon dengan tendangan memutar, dengan tendangan itu kapten Jhon terpental dan pingsan sambil mengeluarkan darah -darah dari mulut dan hidungnya. akhirnya pertarungan menegangkan itu dimenangkan oleh seorang perompak, tak menunggu waktu lama si perompak itu mengeluarkan pistol dari punggungnya dan melangkah menuju ke si kapten yang tersungkur di lantai. ia menodongkan senjatanya ke kepala kapten Jhon seolah ia ingin membunuhnya padahal ada maksud lain di balik itu, melihat kaptennya yang ingin dibunuh tuan Smith berteriak "stoooooop! ".secara tak sadar si perompak itu memalingkan wajahnya melihat tuan Smith dan tak jadi melepaskan tembakan, tuan Smith berkata"hentikan kami menyerah cepat lepaskan kapten".mendengar kata-kata tuan smith si perompak menurunkan tangannya yang memegang pistol m57p dan tersenyum karena siasatnya berhasil menangkap buruan mereka, si perompak itu berkata "turunkan senjata kalian dan kalian semua di tangkap ".segenap pasukan kapten Jhon munurunkan senjatanya dan meletakkannya di lantai, si perompak itu berkata pada bawahannya "tangkap mereka dan kita bawa mereka ke pulau kematian, jangan lupa bawa juga si kapten yang tergetak ini ".para perompak menawan seluruh bawahan kapten Jhon ke pulau kematian dimana mereka berlabuh dan mendirikan kerajaan bajak laut mereka, suara deruh ombak membawa mereka dan tangkapan mereka di suatu wilayah yang penuh kabut serentak para tawanan merasa cemas kemana mereka akan dibawa kemudian kabut mulai menghilang dan terlihat dimana -mana menjular tiang-tiang runcing dan di depan mereka terlihat sebuah pulau, kapal para perompak mendekati pulau itu dengan bantuan ombak dan mesin kapal mereka dan berlabuh di sebuah dermaga yang penuh dengan kapal perang mulai yang kecil sampai yang besar yang besarnya melebihi kapal kapten Jhon. mereka turun saru per satu dari kapal di dermaga itu seraya menuruni kapal dengan memangku senjata api para perompak membawa para tawanan turun dari kapal dan di suruh berjalan kaki menuju tempat tahanan, para tawanan melihat ke kanan dan ke kiri melihat apa yang belum mereka lihat bahwa ada kehidupan didunia lain yang belum terjamah oleh manusia .mereka terus berjalan sambil melihat sebuah bangunan mirip istana, perjalanan mereka memperlihatkan apa yang akan terjadi pada mereka. mereka melihat taman industri yang seperti kota sederhana yang penduduknya di isi oleh para tahanan yang bekerja untuk kepentingan para perompak, mereka sampai di rumah tahanan dan langsung mereka dimasukkan ke ruang sel tahanan yang masing-masing sel dapat menampung lima sampai delapan orang penghuni di sisi lain mereka bertanya "dimana kapten"salah satu perompak yang berjaga menjawab"itu bukan urusan kalian ".sementara itu si pimpinan perompak itu melangkah cepat dengan kakinya menuju menghadap pimpinan utama mereka yaitu ratu Angelina yang masih muda kisaran 25 tahun, langkah kakinya yang cepat meyusuri lorong istana itu.ketika ia sampai didepan pintu ruang ratu dan berteriak pada penjaga"minggir buka pintunya ",para penjaga membukakan pintu dan ia masuk dan berkata pada ratu yang duduk.