
Jhon berkata pada semua kapten kapal armada ke-7 bajak laut Red Dragon"kita akan mengalihkan sebagian pasukan mereka ke laut bagian selatan negeri Kerakhan dengan 12 kapal frigat dan 10 kapal korvet kita untuk menggangu pasukan militer negeri itu sehingga merka akan meminta bantuan ke pangkalan marinir angkatan laut yang dekat dengan laut mereka itu apalagi pangkalan itu berada di laut negeri Kerakhan tentu mereka akan menolong negeri itu walau tanpa di minta pun,dan sesudah kapal-kapal angkatan laut dunia muncul maka segera kapal-kapal kita di bagian selatan itu melaporkan jika pancingan mereka berasil dan dengan perlahan-lahan mundur meninggalkan laut itu dan kalau bisa pancing mereka menjauhi laut pangkalan,beberapa kapal berjumlah 10 kapal frigat akan memancing kapal-kapal besar yang tersisa di sana ke laut bagian barat daya.di sana sudah ada 10 frigat,10 korvet,serta 1 kapal penghancur dengan formasi bulan sabit yang bersiap menyerang,sedangkan 4 kapal penghancur akan meratakan pangkalan itu dari arah tenggara",strategi Jhon untuk melakukan serangan itu dengan cermat.dan seorang kapten pun bertanya"kenapa kita harus memecah kekuatan mereka dan kenapa tak langsung saja kita serang mereka dengan meminta bantuan armada lain?",tanya kapten itu.Jhon pun menjawab"semua armada sedang di siapkan untuk serangan lain yang mungkin lebih mengerikan dan ratu itu tak akan sudi menambah kekuatan kita untuk misi ini,dan aku tak ingin korban berjatuhan lebih banyak apalagi kekuatan mereka dua kali lipat kekuatan kita,tapi yang terpenting misi kita adalah menghancurkan pangkalan itu saja",jawab Jhon.dan seluruh kapten pun mengerti dengan penjelasan Jhon dan segera melaksankan tugas mereka masing-masing,dan terlihat seperti rencana 40 kapal frigat sudah terlihat di laut bagian selatan dan segera kapal-kapal bajak laut yang menyerang di laut itu mengkomunikasi dengan kapal komando serta melaporkan situasi,segeraJhon memerintahkan mereka untuk menyerang kapal-kapal itu sambil mengiring kapal-kapal itu menhauhi pangkalan lebih jauh.dengan perintah itu terjadilah baku tembak antara kapal bajak laut dan marinir angkatan laut dunia di laut bagian selatan negeri Kerakhan,kapal-kapal bajak laut yang tersisa setelah serangan pada kapal militer negara itu berjumlah 10 frigat dan 8 korvet akibat dari baku tembak denvan pasukan militer negara tersebut tapi walau demikian perang tetap berlanjut sesuai rencana dan merekan terus menembakkan peluru meriam ke kapal-kapal marinir dan berusaha menghindari kapal penghanjur yang memiliki jangkauan tembak yang lebih jauh dari kapal kelas frigat,serangan itu sungguh mengentarkan laut bagian selatan dengan suara meriam yang tak kunjung berhenti.tapi kapal bajak laut menembakkan meriam mereka terlalu jauh sehingga beberapa tak mengenai apapun kecuali air laut begitu juga kapal-kapal marinir angkatan laut,sementara itu terlihat kapal bajak laut di lepas laut pengkalan bagian barat daya sehingga sirine kapal-kapal marinir pun berbunyi dan segera mengejar kapal-kapal bajak laut itu dengan melihat sebanyak 10 kapal frigat yang datang menyerang segera 5 letnan satu di tugaskan menghalau serangan itu dengan membawa 5 kapal kelas penghancur dan 35 kapal frigat serta 14 kapal kelas korvet juga ikut membantu sehingga di pangkalan hanya ada 1 kapal penghancur tetap bersiaga di lepas pantai dan 35 kapal kelas korvet juga berada tetap di sana. memacu kapal dengan kecepatan tinggi para bajak laut terus menembaki kapal angkatan laut dunia yang mengusir mereka dari pangkalan,baku tembak terus terjadi dan jarang pasukan bajak laut dan marinir menjadi korban dari letusan-letusan meriam yang mengenai kapal dan menghancurkan bagian kapal mereka hingga tenggelam dan tak lama berselang mereka sampai tempat pengepungan dan terlihat bahwa ada 10 frigat dan 10 korvet yang mengelilingi kapal marinir seperti bulan sabit dan menembakkan meriam dan torpedo dari segala arah,banyak kapal marinir yang hancur karena serangan dari segala arah itu karena mereka tak mungkin melepaskan torpedo dari arah lain kecuali arah depan sehingga banyak kapal mereka hancur.