Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1

Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1
membuka mata


__ADS_3

di sisi lain di salah satu sel tepatnya sel kelas A nomor 207 adalah tempat kapten Jhon ditahan sendirian ia ditaruh dengan posisi duduk sedang pingsan para penjaga yang duduk dipos jaga sedang memerhatikan para tahanan Kelas A mata kapten Jhon masih tertutup tak sadarkan diri disebuah sel yang agak gelap, sementara itu salah satu pimpinan perompak yang sedang menghadap ratu mereka ia berkata"ada kabar yang mungkin menguntugkan bagi kita ratu".ratu yang sedang duduk di kursi singgasananya menatap salah satu prajurit terbaiknya itu dengan muka soknya ia pun berdiri dan menghampiri si perompak itu dan bertanya "apa yang membuatmu yakin itu mengutungkan kita",si perompak itu menyakinkan sang ratu dengan kata-katanya ia berkata "tadi hari yang begitu berkabut saya melihat dengan teropong kesayangan saya sebuah kapal yang tak begitu berguna muncul dari permukaan air, karena melihat mangsa empuk yang mudah ditaklukkan saya yakin dapat menguasai mereka tanpa perlawanan".ratu pun bertanya" lalu",si perompak pun melnjutkan ceritanya "tapi mereka mengetahui kehadiran kami dan lari sekuat tenaga mereka, saya yakin dengan kapal saya yang kuat dengan empat kapal di belakang saya. dan mengejar mereka yang saya kira tak dapat berkutik banyak dihadapan kapal -kapal kami tapi saya salah ada seorang jenius dikapal itu dia menyerang salah satu kapal saya yang megah di celah sempit diantara puing-puing bangkai kapal, ia menhajar sampai lambung kapal rusak parah dan hampir tenggelam. usahanya itu mengejutkan saya walau secara fisik ia masih lemah tapi yang saya kagumi adalah tekad dan semangatnya padahal ia tahu ia tak akan menang bertarung dengan saya tapi pendiriannya yang tak mau menyerah membuat para bawahannya beradi mengangkatkan senjata dihadapan kami ".ratu pun merasa tertarik mendengar cerita bawahannya itu dan berkata"baiklah frank katakan dimana dia apa yang akan kita lakukanpadanya",kata ratu yang sok tegas itu. Frank si perompak itu menjawab"dia di sel nomor 207 di blok sel kelas A, kalau boleh saya sarankan dia kita angkat menjadi pimpinan armada 7 yang memerlukan pimpinan yang kuat untuk Menguasai daratan hantu. ia memiliki kemampuan yang kita butuhkan ratu".ratu pun menanggapi saran bawahannya itu dan berkata "coba kau bujuk dia kalau perlu ancam dia menggunakan anak buahnya ",tegas ratu. dan si Frank yang setia menjawab "baik ratu, dengan senang hati saya laksanakan ".dibalik jeruji sel penjara Jhon yang sedang pingsan mulai membuka matanya dengan pandangan yang masih kabur ia mengedipkan matanya beberapa kali berusaha untuk sadar, kepalanya merasa sakit sehingga ia memegang kepalanya dengan tangan kanan. sedikit demi sedikit kesadarannya mulai kembali, ia melihat dibalik jeruji yang disana ada cahaya. ia berusaha bangun dan berjalan perlahan dengan langkah sempoyongan langkah demi langkah terasa berat baginya yang baru mengeluarkan darah yang cukup banyak, tiba-tiba ia merasa pusing dan sakit kepala yang luar biasa dan akhirnya ia terjatuh tersungkur tak sadarkan diri. waktu berlalu begitu cepat dan pagi pun datang dengan sinar matahari yang menyapa tiap tahanan yang menyedihkan di tempat itu seolah mengejek mereka yang lemah, begitu juga di sel blok kelas A. para penjaga menekan tombol pembuka pintu sel dan membangunkan para tahanan dengan kasar tak terkeculi sel 207 yang dihuni kapten Jhon sedirian ,pintu yang terbuka langsung dimasuki penjaga ia melangkah dengan sombong dan menendang Jhon yang terbaring di lantai tahanan.Jhon terbanting dan langsung terbangun dengan tak tahu apa yang barusan menendangnya, si penjaga kejam itu berkata"bangun kau dari tidur hari ini akan menyenangkan bagimu kau akan merasa sakit di sekujur tubuhmu, cepat bangun".Jhon yang sedang lemah bangun dan berdiri, ia berjalan meliwati pintu sel dengan tegar seolah tak terjadi apa-apa. si penjaga itu membawanya menyusuri lorong tahanan yang penuh dengan para tahanan, dan terdapat ruang yang sangat luas dipenuhi tahanan berusaha melewati pintu besar menuju keluar jhon berjalan dengan sekelilingnya banyak tahanan kelas A yang arti sangat berbahaya, diantara tahanan tak ada yang saling menatap Jhon pun melewati pintu besar dengan tangan yang memanyungi matanya karena silau ia melihat ratusan tahan berkeliaran dilapangan yang luas.


__ADS_2