Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1

Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1
hukuman eksekusi


__ADS_3

 

__ADS_1


keesokan harinya para sipil mengiring para tahanan ke lapangan eksekusi yang luas di padati oleh masyarakat yang menyaksikan hukuman mati itu ,hukuman mati itu membuat geger seluruh rakyat dan membuat para pemberontak di pulau -pulau lain menggeliak merasa geram dengan putusa hukuman yang senelumnya tak seperti itu .para pejabat negara yang korup ikut serta menyaksikan 7000 lebih pemberontak di eksekusi bersamaan oleh 15000 algojo secara bersamaan ,cukup ngiris jika diingat bahwa para pemberontak itu juga mempunyai keluarga yang akan tinggalkan dalam penderitaan di negeri yang korup ini .para komandan militer termasuk Santos dan Beckerjiai juga megikuti menyaksikan hukuman mati walau mereka tak mau melihatnya tapi karena menghormati para pemberontak agar mereka selalu mengingat musuh yang membuat mereka sampai di eksekusi padahal mereka seharusnya di lepaskan untuk melarikan diri ke pulau lain sehingga mereka tak harus mengikuti persidangan yang berat sebelah itu ,dalam hal ini para pengamat politik semakin tak menyukai sikap raja yang sombong dan mengambil keputusan sewenang-wenangnya.mereka berpendapat hal ini akan menurunkan reputasi pemerintah di mata rakyat dan akan membuat jumlah pemberontak bertambah banyak ,menurut hasil berita perang mengenai pulau Lamuna pemerintah menerima kerugian sebesar 80.000 lebih tentara menjadi korban dan 143.000 pasukan pemberontak mati di medan perang serta 56.000 nyawa rakyat sipil melayang sungguh kerugian yang tak di indahkan oleh pemerintah bahkan raja tak memperdulikan hal itu karena menurutnya nyawa itu sangat murah untuk di belinya.beralih dari hal itu para algojo sudah siap di tempat mereka masing-masing dan para sipil sudah terlihat membawa para pemberontak sampai ke tempat eksekusi ,seorang kepala eksekutor naik ke atas tempat eksekusi dan bertanya pada para tahanan yang kedua pedang tombak algojo di letakkan dalam posisi silang di bawah leher pemberontak ,kepala eksekutor itu bertanya"wahai jiwa-jiwa yang menyedihkan apa ada permintaan terakhir kalian sebelum leher kalian terpisah dari badan kalian ",tanya kepala eksekutor .dan salah satu dari pemberontak berkata"benarkah ,lucu sekali dengan keadaan kami yang seperti ini kau masih mau bertanya apa keinginan kami.wahai rakyat jelata sekalian akankah kalian masih ingin hidup dalam penderitaan dan melihat anak cucu kalian di tindas oleh pemerintah kalian sendiri sudikah kalian para pencundang ,dasar penakut kami tak ingin hidup yang mentedihkan seperti itu dan untuk kau kepala algojo akan ku tunggu kau di neraka",tegas sang pemberontak dengan kata-kata terakhirnya sebelum di penggal.dan kepala algojo tertawa sambil berkata "baiklah kalau begitu sampai jumpa di neraka dasar bodoh",dan tak lama raja bangun dari tempat duduknya dan berkata pada para algojo"para algojoku segera laksanakan eksekusinya dan jangan buang waktu lagi",perintah sang raja.dan kepala algojo memberi aba-aba pada para algojo dan berkata"semua bersiaaaaap"dan seketika semua algojo mengangkat pedang berbentuk tombak ke atas kepala para pemberontak setinggi -tingginya membentuk seperti huruf X dan bersiap untuk menebas ,dan lagsung dari mulut raja berkata"lakukan eksekusiiii"dan langsung dari kepala eksekutor berkata pada algojo"tebbaaaaaaas"dan tiba-tiba pedang para algojo menebas kepala para pemberontak secara bersamaan dan kepala mereka langsung berpisah dari badan sehingga seketika nyawa mereka melayang begitu saja .darah di mana -mana mengotori tempat eksekusi dan di peristiwa ini membuat rakyat tak tega melihat para pemberontok di eksekusi dan tak sedikit dari mereka menutup mata saat kepala pemberontak di tebas oleh pedang tombak para algojo dan hal iniembuat rakyat menjadi geram tapi di segi lain mereka tak bisa berbuat apa-apa dengan hal itu,aungguh hal yang tak enak untuk di lihat oleh rakyat terutama Santos dan Beckerjiai.setelah hari eksekusi itu membuat para mahasiswa dan rakyat melakukan demo besar -besaran dan tak jarang terjadi kerusuhan dan membuat para pihak keamanan kewalahan di buat mereka,dengan hal itu beckerjiai terus melarang putranya ikut ujuk rasa karena situasi akan semakin memburuk dengan peropaganda mahasiswa padahal mereka tak tahu bahwa negara telah di susupi oleh para bajak laut yang mencari keuntungan dari krisis politik dalam negeri dan tak jarang menghasut rakyat untuk memberontak.

__ADS_1


 

__ADS_1


__ADS_2