
lepas malam itu semua kembali normal dan pagi pun kembali menyinari pulau penjara itu,membangunkan rarusan ribu tahanan yang terkurung bertahun-tahun di penjara itu.pintu tahanan di buka secara otomatis dan mengeluarkan para tahanan yang terkurung di dalamnya,para tahanan keluar dari swlnya masing-masing sambil terus di awasi para penjaga dari atas dan suara-suara pengeras suara itu terus mengganggu para tahanan dengan suaranya yang berisik.dan begitu pula para pasukan bajak laut dari berbagai armada pun ikut bangun dan menjalankan kebiasaan mereka yang meliputi latihan rutin ala militer dan tak cukup itu saja mereka di beri makan setelah melakukan senam pagi dan latiha ringan berupa push-up dan sit-up yang masing-masing mereka lakukan 100 kali seperti makan pagi saja dan para tahanan di giring ke areal industri masing-masing sesuai spesifikasi tahanan menerut kelas A sampai E tapi kelas F masihlah di rahasiakan siapa mereka dan kenapa di setiap sudut bagunan tak ada ruangan atau bangunan tahanan kelas F dan siapakah mereka sebenarnya sungguh masih meisterus,sementara itu Jhon yang sudah siap pun pergi berkeliling meligat situasi dan dermaga mana para bajak laut itu menahan kapalnya yaitu Refelia.langkah kakinya membawa ia ke sebuah dermaga perbaikkan kapal yang terletak di tenggara pulau,melihat kapal yang mengalami keruasakan parah akibat benerapa pertempuran melawan angkatan laut dunia sungguh sangat ironis dengan kerusakan yang begitu perahnya itu.Jhon pun bertemu seseorang kepala mekanik tua yang sedang memperbaiki sebuah kapal perang jenis korvet dan ia berkata sambil tak melihat Jhin"semua kapal itu sama seperti manusia mereka juga mempunyai perasaan tapi sayangnya manusia hanya menggunakan mereka saja semaunya tanpa memerhatikan perasaan mereka,sungguh tak dapat di katakan hal yang enak di dengarkan nak",kata paka tua mekanik itu.dan Jhon pun melihat sekelilingnya yang di penuhi dengan ronsokan dan besi-besi yang tak terpakai sehingga ia bertanya pada pak tua mekanik"katakanlah namamu pak?",tanya Jhon.dan pak tua mekanik itu menjawab"untuk apa kau mengetahui namaaku nak?",tanya balik dari orang tua itu."jangan sungkan begitu pak,kita bukanlah musuh dan turunlah aku ada pertanyaan untukmu pak",seru Jgon pada pak tua itu.dan pak tua itu turun dari kapal yang sedang ia perbaiki itu dan berkata pada Jhon"kau tak perlu tahu namaku,tapi jika kau ingin memanggilku sebutlah nama S34 dan langsung saja pada inti pertanyaanmu tentu aku sudah tahu apa yang akan kau tanyakan yaitu sesuatu benda atau informasi tertentu kan",kata pak tua S34.dan Jhon bertanya padanya"ada satu pertanyaanku kenapa bapak setua ini masih mau bekerja sebagai mekanik?",tanya Jhon.dan orang tua itu menjawab"kenapa kau menanyakan itu,aku ke sini juga pernah jadi tahanan para bajak laut itu dari tempat asalku dan jika kau tahu ini adalah hobiku intuk merawat kapal-kapal di sini dan tentu itu bukan hal yang ingin kau tanyakan padaku kan",dengan ragu Jhon pun bartanya padanya"sebenarnya aku ke sini untuk mencari sebuah kapal jenis frigat dengan nomor lambung 17845 dan juga tertera nama di lambungnya yaitu"Refelia"dan jika anda tahu di manakah saya dapat menemukannya?",tanya Jhon.dan oak tua itu berkata"kau tak usah khawatir tentang kapal itu ia baik-baik saja di geladak kapal tangkapan para bajak laut,kapal itu adalah kapalmu kan aku tahu itu dari mukamu yang merasa senang mendengarnya.sepertinya kapal itu cukup berharga buatmu,walau kapal itu tak akan berguna di laut yang tak stabil ini apakah kau masih akan mempergunakannya?",tanya si kakek mekanik itu.Jhon pun menjawabnya dengan antusias"kau benar pak,kapal itu pemberian pelatihku saat masih menjadi letnan satu di kemiliteran negeriku yang berada di suatu dunia yang jauh dari dunia ini dan aku barharap dapat kembali",kata Jhon.