
Arah dari rasa dingin di telunjuknya akan memberikannya arah angin yang tertiup dari saluran fentilasi, mereka berdua merangkak di saluran fentilasi yang panjang itu. suasana yang gelap gua ta tak menjadi masalah karena takat untuk bebas lebih terang dari kegelapan di saluran itu. berjam -jam solah jalan yang mereka lewati seakan tak ada ujungnya, tapi sementara itu wakti pun telah menunjukkan waktu yang cukup lama sehingga para penjaga dengan senjatanya mondar mandir memeriksa para tahanan. langkah kaki mereka yang memeriksa ruang madi tahanan sontak dideteksi oleh para komplotan Hensel yang berjaga, mereka langsung menutup fentilasi dan mebaruh sendok tepat di fentilasi tersebut. mereka bergegas pergi meninggalkan ruang Mandi. tahanan tersebut sebelum para penjaga datang. waktu yang cukup lama dong fentilasi itu dan persipangan yang mereka lakukan lihat tak mengubah semangat mereka, waktu yang berlalu itu telah membuat matahari terbit. seperti biasa bel alaram berbeda berbunyi kencang dan pemberitahuan kerja paksa di beritahukan melalui pengeras suara tanpa listrik yang menggunakan konsep gema. semua tahanan keluar dah sel mereka masing-masing dan menuju lokasi kerja, mereka bekerja tanpa gaji dan tanpa istirahat dan tak jarang diperlakukan seperti hewan terutama tahanan Kelas C,kelas D,kelas E, sedangkan bagi mereka di tahanan kelas A dan kelas B mereka tak di buat ketegangan seperti di tahanan kelas lain. bagi mereka di tahanan kelas A mereka adalah komandan -komandan komplotan tan bersenjata ,mereka dipekerjakan di tempat yang lumayan di katakan ekstrim seperti pengelolahan cairan logam panas dan pengeboran minyak yang resiko ang cukup tinggi, sedangkan tahanan kelas B tahanan bagi mereka pelaku kejahatan kelas tinggi atau tokah berpengaruh, mereka di pekerjakan di paprik -pabrik pengelolahan bahan obat-obatan terlarang ,sebaliknya bagi tahanan di kelas C, kelas D, dan kelas E. mereka bekerja di tempat yang membutuhkan tenaga ekstra seperti pabrik-pabrik pengelolahan lain dan ladang yang sangat luas. terutama tahanan kelas D dan kelas E mereka dimasukkan suruh menanam tanaman narkotika tingkat tinggi bahkan ada jenis yang tak ada di dunia ini seperti blevfora, cordai, masih banyak lagi dengan betuk yang cukup aneh -aneh seperti apenti berbutuk bunga indah tapi bisa bergerak hidup seperti binatang. semua tanaman terlarang tersebut di tanami di ladang yang sangat luas, munki mencapai puluhan ribu hektar yang di batasi oleh pagar baja raksasa yang tak mungkin dapat dipanjat dan di lewati .keadaan cukup membantu at mereka seperti budak, selama watu yang di tentukan belum habis mereka dilarang beristirahat. waktu berlalu dan hampir waktu sore, Jhon dan Hensel yang berada di saluran fentilasi terus merangkak, tiba-tiba cahaya muncul di ujung jalan. mereka pun sampai dengan ujung jalan yang memiliki pembatas pintu sel baja, Jhon mengeluarkan sendok di sakunya dan berusaha membukanya dengan memutar baut pintu dengan sendok itu. hal itu cukup membutuhkan waktu lama untuk membukanya, tapi akhirnya pintu tersebut dapat di buka dan mereka keluar dari fentilas itu dengan meloncat ke bawah, memang tak terkalahkan tinggi .mereka menatap langit dan menikmatu udara kebebasan yang cukup lama tak merwka rasakan selama ini sungguh momen kebahagian Jhon berjalan di hamparan rumput dengan sinar matahari sore yang indah. ia berdiri menatap lautan seakan rindu akan lautan tersebut,sedangkan Hensel dengan senang "uuuuuuuuuuuh sayaaaa bebaaaaaaas "suasana yang indah dengan angin sepoi -sepoi yang meniup ilalang ,sedikit lama Jhon membalikkan badannya dan melihat kota tahanan yang sudah sekian lama mengurung mereka. hensel melihat Jhon yang menatap penjara itu dan berkata "apa yang kau lihat dari tempat sialan itu, kita sekarang bebaaaas" ,kata Hensel. Jhon menjawabnya dengan sikap tenangnya "mereka yang didalam sana harus merasakan yang kita rasakan sekarang ",Hensel berkata "apa dengan melewati saluran fentilasi itu, itu tak mungkin jika semua keluar para penjaga punya otak jika ada yang kabur dari situ",Jhon menjawab "dengan meruntuhkan tembok-tembok itu ",jawab Jhon .dan Hensel bertanya "dengan cara apa kau meruntuhkan tembok sekuat itu dengan tangan, tak mungkin.Jhon menjawab "tentu dengan semangat tiap tahanan ".