
marinir itu pun dapat menghampiri temannya yang bersimbah darah itu tapi seseorang peyulundup lain di dekat RPG mengambil senjata itu dan meluncurkan roket itu tepat di mobil marinir itu dan riket itu pun meluncur kencang meledakkan mobil dan menewaskan marinir itu,sekarang tersisa 6 marinir dengan 3 penyulundup yang tersisa kabur dari baku tembak.dari kejauhan seorang marinir yang memegang senjata laras panjang membidik seorang penyelundup yang sedang meletakkan RPG itu ke jalan karena kehabisan peluru dan tak di sadarinya ia tertembak hingga tewas oleh marinir yanh membidiknya itu,tinggal dua orang lagi yang kabur dalam baku tembak itu yaitu bos penyelundup dan sopirnya itu.tapi saat mereka berlari telah di awasi oleh marinir yang bersembunyi di gedung-gedung sekitar lokasi baku tembak dengan sebuah senjata siniper jenis AWM mil 44 dan langsung membidik keduanya di sebuah gang.penembak itu menekan pelatup dan lansung menembak keduanya hingga terjatuh beserta koper yang mirip peti itu,tak lama kemudian beberapa marinir datang menangkap mereka dan salah saru ketua tim misi pencegatan itu bertanya"siapa pemimpin rombongan itu?",tanya marinir itu dengan nada tegas.dan sopir utu pun ketakutan dan membocorkan bahwa di sampingnya itu bos dan langsung marinir itu menembak supir itu hingga tewas karena ia hanya membutuhkan pimpinan penyelundup kelompok bajak laut Red Dragon.dengan keadaan ketakutan bos itu dibawa ke kantor militer marinir angkatan laut dunia untuk pelbuhan negeri itu karena ulah kelompok bajak laut Red Dragon yang menghancurkan pangkalan anagkatan laut di laut kapulauan selatan sehingga angkatan laut dari benteng Meldov mengumumkan kondisi darurat militer di seluruh kesatuan mereka untuk laut kepualuan selatan.tepat di sebuah ruang introgasi di kantor marinir seorang pimpinan pemburu penyelundup bertanya pada bos penyelundup itu"apakah kau yang bernama Asoksuka atau bukan?",tanya pimpinan marinir itu.bos itu pun menjawab"aku bukan Asoksuka,aku hanya bekerja sama dengannya untuk mengerim barang ini.ia berkata padaku untuk mengirim barang ini ke palabuhan secepat mungkin dan meninggalkannya di sebuah gudang miliknya tapi aku tak menyangka akan jadi begini",kata bos itu dengan rasa takut di sekujur tubuhnya itu.dengan tegas marinir itu berkata"kau belin tahu seberapa kuat angkatan laut dunia itu ya,mau mati cepat rupanya kau,bertqhu aku gudang yang mana itu dan di mana sekaranga Asoksuka?",tanya marinir itu dengan lantang.bis itu menjawab"gudang di blok
Reli nomor 25 dan aku benar-benar tak tahu keberadaan orang itu,orang itu seperti hantu yang menghilang begitu saja",jawab bos itu.marinir itu menembak kepala bos itu sambil berkata"pergilah ke neraka",dan lansung meninggalkan ruang introgasi yang bersimabah darah bos penyeludup itu.segera ia masuk ke ruang kepala kantor itu yaitu letnan satu Fredel Lowe dan menyerahkan sebuah koper berbentuk seperti peti itu di atas meja dan langsung saja marinir Fredel Lowe membuka koper itu dan betapa kagetnya ia melihat isi dari koper itu,dan idi koper itu ternyata sebuah boneka mainan yang terbuat dari besi sehingga letnan satu Fredel Lowe menjadi murka dan berkata"sial,apa yang kalian kerjakan selama ini.kenapa benda itu yang jita temukan bukannya senjata yang telah di informasikan oleh mata-mata kita,kalian sudah di kelabui dan sekarang boronan kita itu kabir dengan membawa senjata yang sangat berbahaya dan aku ingin Asoksuka segera di tangkap beserta senjata berbahaya itu segera mungkin"perintah langsung dari pimpinan marinir angakatan laut dunia untuk negeri Amberta itu.dan sekitar seperepat hari di pelabuhan itu turun dari kapal barang seorang dengan pakaian saudagar bersama beberapa anak buah kapal,ia adalah Jhon yang datang untuk mengambil barang penting ke kapalnya itu.dan seorang yang telah menunggu di sana datang menghampiri Jhon menawarkan koran kepada Jhon secara gratis dia berkata"tuan ini korannya",tapi Jhon agak sunkan dan berkata"aku tidak beli koran hari ini",tapi orang itu dengan usia sekitar 30 tahun itu berkata"tidak tuan ini sudah di bayar oleh seseorang terimalah tuan",Jhon pun mengambil koran itu dan membuka koranitu dan tertulis"jalan Mekas nomor 345 blok Disel",dan Jhon mengangkat kepalanya dari membaca koran itu dan ternyata penjual koran itu telah pergi entah kemana.