
Jhon berjalan-jalan di kota itu karena ia taknmenumukan orang yang bernama Asoksuka sehingga ia memutuskan untuk pergi ke alamat yang mencurigakan yang tertulis di koran itu,kora di pelbuhan itu cukup menarik baginya.banyak barang yang di perdagangkan di sana mulai pangan,sandang,hingga barang seludupan.kota pelbuhan itu di kenal dengan barang elegalnya yang terkenal lengkap di penjuru lauran kepulauan selatan,tapi juga meungkin ketidakpedulian pemerintah negeri itu untuk menangani masalah barang elegal maka penyelundup barang elegal sangat banyak dan makmur di sini,tak terbantahkan tempat-tempat seperti ini yang menjadi target operasi angkatan laut yang cukup melelahkan.Jhon melihat beberapa kedai di pinggir jalan manuju alamat di koran itu yang tertulis dengan aneh di sebuah koran biasa,lama ia memperhatikan Jhon pun tertarik dan menghampiri pedagang itu dan bertanya"buah-buahan macam apa ini?" tanya Jhon kerena ia belum pernah melihat buah-buahan yang bentuk cukup aneh.padagang itu pun menjawab"ini buah-buahan yang biasa di jual di negeri-negeri kepulauan selatan,apa anda bukan dari laut sini",tanya pedagang itu.Jhon menjawab"memang benar,jadi sekalian saya ingin bertanya di mana jalan Makas nomor 345 blok Disel berada?",tanya Jhon balik.pedangang itu menjawab"sepertinya tuan mencari sesuatu,jalan yang tuan tanyakan ada di depan belok kanan lalu lurus sampai bertemu di persimpangan belok kiri di situlah tempat tuan tuju",kata pedagang itu.Jhon berkata"terima kasih atas bantuannya",dan langsung Jhon meninggalkan lokasi pasar di pinggir jalan itu dan menuju arah yang ditunjukkan oleh pedagang itu.beberapa lama kemudian Jhon samapai di tempat yang tertulis di koran itu dan rupanya itu sebuah bar minuman.Jhon merasa ragu ketika melihat bar itu tapi tak ada pilihan lain untuk mencari tahu di mana penyelundup itu,Jhon memutuskan untuk masuk ke dalam walau dalam hati merasa enggan untuk masuk ke dalam.di dalam ternyata cukup ramai dengan hiruk pikuk masyarakat kota pelabuhan itu,Jhon langsung bertanya pada anak buahnya di belakang"untuk di sini perlu uang kan,mana uang kalian berikan padaku sebagian",minta Jhon pada dua ajudannya itu.mereka tak dapat menolak permintaan orang yamg menjadi atasan mereka dan mengeluarkan uang mereka pada Jhon sejumlah 3400 feltbest sebuah alat tukar yanh berlaku di dunia itu berbentuk uang kertas dengan zat warna dari darah kutukan sehingga tak uang itu tak dapat di palsukan sama sekali.Jhon duduk di depan bar dan berkata"bartender apa ada minuman yang tak terbuat dari alkohol dan tak memabukkan?",tanya Jhon.bartender menjawab"ada namanya sofon,apa anda mau?",tawar dari bartender.dan Jhon menjawab"memang berapa harganya?",bartender langsung menjawab"hanya 20 felbest tuan,tapi sebelumnya tuan belum pernah saya lihat di kota ini tampaknya tuan baru di sini",tanya bartender."memang benar saya baru di sini kau jeli juga rupanya,saya pesan tiga gelas sofon untuk saya dan dua orang yang duduk di meja nomor 49 itu mereka temanku",kata Jhon.bartender itu berkata"baik tuan minuman anda akan segera siap",langsung bartwnder itu mencampurkan bahan-bahan minuman itu dan mengocoknya dengan gaya yang aneh dan akrobat untuk menghibur pelanggan yang lain.bartemder itu menyajikam minuman itu pada Jhon dan dua orang ajudan Jhon,gelas yang berada di didepan Jhon membuat Jhon bertanya pada bartender itu"apa kau tahu orang yang bernama Asoksuka?",tanya Jhon.bartender itu mulai memgingat-ngingat dan menjawab"Asoksuka si penyelundup itu ya,saya sering mendengar tentang orang itu tapi tak ada yang tahu bagaimana wajah orang itu dan di mana ia berada.ia seperti bangsa siluman tak ada yang tahu persis tentangnya tapi yang jelas ia itu manusia seperti kita,jika tuan ingin mengetahui lebih banyak tentang orang itu hanya itu yang saya ketahui",kata bartender itu.Jhon menyimak penjelasan bartender itu sambil meminum minuman itu dan setelah minuman itu datang di mulut Jhon rasa cukup aneh tapi enak entah minuman apa itu.