Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1

Jhon Shother Si Penjelajah Dimensi Part 1
ranting pulau


__ADS_3

petempuran baru saja di mulai di pulau Opplan tapi sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan ,baku tembak terus terjadi di pinggiran pantai tapi pasukan militer dapat melewati rintangan di sepanjang jalan yang menghambat pergerakan mereka .melihat kondisi itu dengan senjata yang seadanya para pemberontak harus mundur ke kota besar pulau Opplan ,keberhasilan pasukan militer memukul mundur pasukan militer tak memberhentikan langkah mereka ,mereka langsung menurunkan peralatan mereka ke pulau tersebut dan membersihkan duri-duri yang tersembunyi di antara pasir pantai .komandan tinggi turun dari kapal dan memimpin pasukan untuk menyerang kota basis pemberontak sedangkan komandan tinggi Emanoel akan menyerang pelabuhan pulau itu dan mengepung seluruh pulau ,setelah semua peralatan di turunkan pasukan militer berangkat menyerang kota .di tengah perjalanan dari arah belakan terjadi serangan secara mendadak ke pasukan yang membawa perbekalan dan sempat terjadi baku tembak .beberapa pemberontak membawa senjata RPG dan menebak kendaraan pengangkut amunisi dan perbekalan ,pasukan pemberontak itu di pimpin oleh dua komandan .luncuran senjata RPG itu membuat beberapa kendaraan militer meledak dan membuat kerugian bagi pasukan militer yang jumlahnya lebih besar dari pasukan yang menyerang sehingga pasukan pemberontak yang menyerang itu kalah dan terpaksa mundur ke arah kota besar serta meninggalkan kerugian bagi pasukan militer,pasukan yang terluka segera di obati dan sisi lain kapal -kapal perang komandan emanoel sedang membombardir pelabuhan tapi tak ada kornan jiwa dari rakyat sipil karena rakyat sipil sudah diungsikan ke desa-desa sedangkan pasukan pemberontak terus berjaga di dekat pelabuhan walau mereka menjadi sasaran bombardir kapal-kapal perang militer kerajaan .tak terduka pasukan pemberontak tiba-tiba naik kepal tanpa di ketahui pasukan militer ,ternyata mereka sudah bersiap di lautan menunggu kapal yang akan menyerang dan menunggu serangan sambil terombang ambing menggunakan pelampung sederhana.mereka naik ke kapal menggunakan tali pengait yang mereka lempar ke kapal ,terjadi serangan dari pemberontak di atas kapal dan membuat pasukan militer terkejut dengan serangan dadakan itu.baku tembak dan tebasan pedang yang sangat sengit terjadi di atas kapal -kapal militer sehingga serangam ke pelabuhan menjadi kacau sedangkan pasukan pemberontak sudah menyiapkan meriam jarak jauh di pelabuhan dan menembakkannya ke kapal-kapal militer yang sedang di serang itu.letusan -letusan meriam pun terdengar bergemuruh di pelabuhan dan mengenai beberapa kapal dan kapal-kapal berusaha untuk membalas tembakan walau sedang terjadi baku tembak diatas kapal,perlawanan terjadi sangat sengit antara kedua belah pihak yang bertempur di pelabuhan tapi beberapa pemberontak yang berhasil naik ke kapal membawa beberapa bom peledak dan meledakkan tiga kapal milter kelas frigat .di lautan jelas terlihat api berkobar di atas kapal-kapal ,sementara itu pasukan yang di pimpin Santos sudah sampai di depan kota besar dan langsung saja meriam mereka menembakkan puluru ke kota dan sempat menghancurkan ribuan bangunan dan menewaskan cukup banyak pasikan pemberontak tapi pasukan pemberontak tetap bertahan sambil mendengar perintah beckerjiai yang berkata"semuanya tetap bertahan kita akan kalahkan mereka di kota ini ",kata pimpinan pemberontak Beckerjiai .dan tak lama pasukan militer langsung datang menyerang dari segala penjuru dan terjadi pertempuran yang luar biasa di kota besar itu gemuruh suara tembakan meriam dari pasukan alteleri dan tiba-tiba meriam berhenti menembakkan peluru dan salah satu prajurit melapor ke komandannya dan berkata"komandan amunisi sudah habis"dan komndanya terkejut dan berkata "mana mungkin bisa kita kehabisan peluru semua sudah di persiapkan agar serangan dapat bertahan sampai tiga hari"dan prajurit itu berkata"ini mungkin karena serangan yang terjadi sepanjang perjalanan ke kota " setelah mendengarkan penjelasan dari prajurit itu, tiba-tiba datang serangan dari arah kanan mereka pasukan pemberontak langsung menyerang secara besar -besaran dan pasukan militer di kota sudah kewalahan menghadapi pemberontak yang jumlah mereka lebih banyak dari mereka dan seluruh kota berkobar api yang membara akibat pertempuran hebat itu sampai api itu terlihat ke kota -kota dan desa-desa sekitarnya .akibat dari serangan militer yang kalah jumlah dari pemberontak yang sudah bergabung dari pulau -pulau lain ke pulau tersebut memaksa pasukan militer untuk mundur dari pulau dan sampai di pantai yang sempat menjadi tempat mereka mendarat dan terdengar peritah dari Beckerjiai agar pasukan pemberontak membiarkan pasukan militer untuk pergi dari pulau itu.


__ADS_2