
pagi hari setelah matahari terbit datang seekor burung pembawa pesan yang menghampiri pos penjagaan markas pusat militer Venera ,penjaga pos tersebut menangkap burung pembawa pesan itu dan mengambil sepucuk surat dari kaki burung itu dan membawa surat itu komandan tinggi Santos .Santos yang berada di ruang kerjanya mendengar ketokan pintu dan juga ia mendengar suara"komandan ada surat penting dari nurung pembawa pesan "dan Santos yang sedang dusuk berkata"ya masuk"dan prajurit itu pun masuk dan memberikan surat itu kepada komandan Santos ,Santos membuka surat itu dan membaca isi surat dan tiba-tiba ia seolah terkejut dan segera bangun dari tempat duduknya menuju istana untuk melaporkan isi surat itu .sesampainya di istana ia menghadap yang mulia raja dan berkata "raja ada berita buruk dari pulau Opplan ,bahwa dari intelejen mengatakan pulau Opplan telah di kuasai oleh pemberontak dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan rakyat yang baru setelah pulau lamuna di kuasai oleh kita dan yang paling parahnya Beckerjiai telah bergabung dengan mereka dan menjadi pimipinan pemberontak yang baru ",mendengar berita itu raja pun murka dan berkata"berani sekali mereka melawan kerajaan ,sekarang saya perintahlan pada kalian bunuh semua pemberontak",mendengar itu Santos berkata pada raja"raja kita tak bisa membunuh seluruh pemberontak begitu saja bagaimana kalau kita bernegosiasi dengan mereka"dan raja langsung berkata"ngak ada negosiasi langsung bunuh mereka "dan Santos langsung membawa pasukan untuk menyerang pulau Opplan ,dari angkatan laut seorang koomandan baru pun bernama Emanoel sudah mendengar kabar tentang pulau Opplan yang dikuasai pemberontak dan segera mempersiapkan serangan ke sana sedangkan Beckerjiai sudah menebak kejadian selnjutnya dan ia menyuruh seluruh rakyat segera meninggalkan pelabuhan pulau Opplan san mengungsi ke kota -kota kecil si pulau itu sedangkan kota besar di sana di persiapkan sebagai medan perang dan seluruh pantai di tanamkan kayu berduri di mana-mana dan tersembunyi di antara pasir yang menutupinya sedangkan dari hutan di siapkan pasukan arteleri yang hanya mempunyai sedikit meriam dan amunisi dan sepanjang lintasan dari pantai di buat hambatan dari batang -batang pohon mengelilingi pulau ,begitu juga pasukan di siagakan di pelabuhan dan di suruh menghancurkan tempat sandaran kapal-kapal agar pihak militer kesulitan mendarat ,seluruh pasukan pemberontak di perintahkan ke pulau tersebut dan jumlah pasukan pemberontak sudah melebihi pasukan militer yang akan menyerang ke pulau tersebut .para komandan -komandam pemberontak merencanakan strategi perang ,beberapa hari armada kerajaan sudah berada di lepas pantai dan siap menyeran .dari kapal perang Emanoel si komandan baru itu berkata pada pasukannya"siapkan meriam ,arahkan meriam ke pantai "dan semua pasukannya menyiapkan meriam dan membawa laporan pada emanoel bahwa semua kapal sudah siap untuk menembak dan lansung saja pimpinan angkatan laut itu berteriak"tembbaaaaaaak"dan seketika tembakan dari kapal-kapal melesat menghancurkan pantai sedangkan pasukan yang berada di hutan dekat pantai juga merasakan akibat tembakan tersebut tak sedikit dari mereka terluka karena pecahan peluru meriam tapi mereka terus bertahan dan salah satu komandan di sana berkata"seluruh pejuangku teruslah bertahan jangan sampai mereka mendarat dan sisi lain di kapal -kapal militer kerajaan sudah mulai munurunkan pasukan menggunakan perahu besi menuju pantai ,sedangkan pasukan pemberontak terus bertahan menunggu waktu yang pas untuk menembakkan meriam mereka.pasukan militer sudah sampai di pantai dan bergerak maju sambil berlari menyerang ke hutan tempat pemberontak terus bertahan ,setelah mereka menginjakkan kaki mereka ke pantai ribuan daei mereka malah menginjak duri tajam yang di tanam di pasir hingga menembus sepatu mereka .banyak dari mereka menjerit kesakitan san sulit bergerak maju dengan puluhan ribu duri yang tertanam di pantai itu dan itulah kesempatan yang di tunggu pemberontak ,para pemberontak langsung menebakkan meriam mereka ke pantai sampai terdengar suara dentuman meriam sepanjang pulau .banyak dari pasukan militer yang tewas akibat tembakkan meriam itu,peluru berterbangan di pantai dan meriam mengeluarkan api dari moncongnya dan pasukan militer terus bergerak ke depan dan akhirnya mereka dapat melewati pantai berduri itu dan pasukan pemberontak pun sudah kehabisan peluru meriam dan bersiap menembak dengan senjata api mereka miliki masing-masing tapi kabar buruk bagi pasukan militer mereka harus melewati hambatan yang sudah di siapkan pemberontak sehingga terjadi baku tembak yang luar biasa si sana.