
Happy Reading
Anna dan yang lainnya menunggu Ara yang sangat lama. Apa yang dilakukan Ara di kamar selama itu?. Itulah yang dipertanyakan oleh Farhan.
Seketika Ara keluar dari pintu rumahnya. Dan Masya Allah penampilannya berubah. Dia menggunakan gamis hitam polos yang berbahan adem, lalu dengan handsock berwarna abu-abu. Jilbab segi empat syar'i berwarna abu-abu itu dia gunakan. Dengan sepatu Vans bernama putih polos.
Semuanya menatap Ara dengan takjub, "mas Arya, mas Farhan biasa aja kali natap Aranya. Hihihi" sindir Lia yang menyadari kedua pria itu terdiam.
"Aku lucu yah?, aku ganti aja deh" kata Ara tidak percaya diri.
"Jangan!" kata mereka serempak.
"Serius?" tanya Ara memastikan.
"Iya!" kata mereka bersamaan lagi.
Ara hanya tersenyum dan duduk di bangku belakang bersama Anna. Di bangku tengah ada Lia dan Nissa serta anaknya yang bayi. Karena memang usianya sudah 8 bulan. Boleh dibawa pergi jauh-jauh.
Sedangkan yang menyetir adalah Arya, lalu Farhan duduk di bangku depan menemani Arya menyetir.
Perjalanan ke Bandung dari Bumiayu kurang lebih sekitar 7 jam. Melewati tol Cikopo - Palimanan. Karena Arya sudah lama menyetir, jadi di rest area mobil berhenti dan mengisi bahan bakar.
"Ra? Kamu pindah ke depan ya, terus Lia pindah ke belakang sama Anna. Mas mau duduk sama istri tercinta" kata Arya pada Ara.
"Wuuuu dasar bucin, udah tua mas. Inget!" kata Ara mengejek.
"Bilang aja iri wkwkwk" Goda Nissa pada Ara.
"Yaudah iya, tapi aku beli cemilan dulu ya. Sekalian pengen beli burger laper" kata Ara sambil mengusap perutnya.
"Kamu nih ya Ra, nggak berubah. Porsi makan tetap banyak. Padahal tadi udah makan, sekarang mau burger. Yaudah sana, nanti mas suruh Farhan nemenin kamu. Mas sama Nissa mau ke mobil dulu ya, kasihan Lia suruh jagain Lista dari tadi" kata Arya sambil mengusap kepala Ara.
"Siap tuan dan nyonya Praja wkwkwk" kata Ara dengan gerakan hormat. Dan mereka pun terkikik melihat tingkah Ara yang konyol.
...***...
-Ara pov-
Aku dan mas Farhan menunggu pesanan burger di KFC, cuma aku yang suka burger. Sedangkan mas Farhan dan yang lainnya nggak suka.
"Nih cheeseburger, mocca float, dan kentang gorengnya" kata mas Farhan memberikan satu kantong plastik isinya ya pesanan aku semua wkwkwk.
"Makasih ya mas, hmm kok baik banget sih sama Ara? Kan diawal pertemuan kita. Ara marah-marah sama mas" tanya ku padanya sambil beriringan jalan ke parkiran mobil. Ya secara dia pria dewasa, apoteker lagi. Gimana nggak melting coba. ☺☺☺☺
"Karena kamu cantik, dan lucu." kata mas Farhan to the point. Sumpah nih cowok gentleman banget.
Aku cuma manggut-manggut aja, terus aku masuk mobil. Aku lihat Lista bobo di pelukan ayahnya. Tapi tidur ayam gitu, kasihan juga sama mas Arya yang lelah karena menyetir.
Sedangkan Anya dan Lia sudah tepar.
Aku tadi memang sudah tidur selama perjalanan jadi sekarang tidak terlalu mengantuk. Aku menemani mas Farhan menyetir.
Tiba-tiba turun hujan, mas Farhan fokus nyetir.
__ADS_1
"Mas mau kentang goreng?" tanyaku padanya. Ntahlah kenapa aku bisa se peduli ini padanya.
"Susah Ra, gpp kamu makan aja. Mas fokus nyetir" katanya dengan singkat.
"Nih Aaaaa" kataku memberikan 4 kentang goreng, menyuapinya😂😂😂
"Beneran boleh disuapin?" tanyanya dengan heran.
"Ih ribet, tinggal mangap aja. Terus kunyah" kata ku kesal.
Dan akhirnya dia buka mulut memakan kentang itu.
"Hmm mas? Ara boleh nanya?" tanyaku hati-hati padanya.
"Iya silahkan" jawabnya singkat.
"Uhmmm mas. Kenapa mau menemui keluarganya Adi? Ada hubungan apa sama Adi?" tanya ku hati-hati, karena aku juga tidak mau terlihat kepo, sepertinya mas farhan belum tahu hubunganku dengan Adi sepeti apa.
"Nanti kamu juga tahu sendiri Ra, sekarang kamu istirahat aja. Saya biasa menyetir jarak jauh sendiri" katanya menyuruh ku tidur.
Please lah ya, ni mas2 kenapa sih bisa sesantai itu bicara sama aku?. Ni jantung udah dag dig dug ajah...
"Iya udah mas, Ara hidupin sholawat aja ya.. Biar adem" kataku inisiatif.
Dan ya aku hidupin asmaul husna, terus di terusin sholawat.
Dan kenapa aku jadi teringat Adi 😭😭😭.
-Ara pov end-
"Eh Ra, gimana? Kamu Terima perasaan Adi?" Tanya Lia. Mereka kini sedang di rias di rumah bu Guru Tisa.
"Nggak Li, aku masih sayang sama Tio. Adi juga mengerti aku kok" jawab Ara dengan yakin.
"Loh kok kamu gitu sih Ra?, kasihan Adi loh. Adi kayaknya tulus tau. Aku harap ini keputusan terbaik kamu. Jangan nyesel ya Ra" nasehat Lia kepada Ara.
"InsyaAllah aku yakin sama keputusan aku. Kalau Adi benar-benar sayang dan cinta sama aku. Dia pasti bakal nunggu aku, tapi kalau dia lelah sebaiknya dia pergi" Jawab Ara dengan penuh keyakinan.
"Terserah kamu deh Ra, aku cuma nyaranin yang terbaik buat kamu. Lebih baik kamu lupakan Tio dulu. Jangan penuhi pikiran kamu dengan sosok Tio, eh itu udah giliran kita di rias" kata Lia sambil menarik Ara.
#flashback off
"Kini tidak ada lagi nama seorang pria yang selalu aku doakan kecuali Papah dan saudara laki-lakiku. Karena menurutku, semuanya semu mereka hanya singgah dan memberikan rasa kecewa yang mendalam padaku. Sampai pada akhirnya dia malah memilih meninggalkan ku dan memilih orang lain. Aku tahu dia memang ditakdirkan bersama, tapi bisakah jangan pertemukan aku dan dia. Sungguh, ini sangat sesak!" kata Ara sambil meremas ujung jilbabnya. Dia bergumam dalam hati.
Pergerakannya disadari oleh Farhan, "Ra? Kamu kenapa? Mual? Atau pusing? Kamu sih kebanyakan makan burger. Jadi mual kan" kata Farhan mulai mengomentari Ara.
"Mas bisa diem dulu nggak, yang lain pada istirahat, nanti Lista juga bangun. Aku nggak apa-apa kok. Aku cuma nahan kentut aja" kata Ara bohong.
"Hmm yakin nih, kentut aja nggak apa-apa. Nanti jendela mobilnya buka aja bentar supaya ada Sirkulasi" kata Farhan datar.
"Bapak Apoteker Farhan Effendy Rahman yang terhormat, saya ini mau kentut. Kalau saya kentut nanti semuanya mabok sama angin saya. Anda kan ahli farmasi, seharusnya tau gas yang disebut kentut itu sungguh bau. Apalagi tadi saya makan apa saja. Dasar bodoh!!" kata Ara kesal.
Hal ini membuat Arya dan yang lainnya terbangun. "Astagfirullahalazim Azzahra kamu kenapa sih sewot aja sama Farhan?, ingat loh dia senior kamu di pendidikan. Dan lebih tua dari kamu. Kamu jangan seenaknya seperti itu, ini pake teriak-teriak nggak jelas. Farhan itu lagi fokus menyetir, dan kami para penumpang ingin istirahat. Kamu malah sewot... Udah diem, kamu tidur sekarang. Untuk kamu Han, fokus aja menyetir tidak perlu menghiraukan Ara yang sedang mendumel tak karuan" kata Arya dengan tegas.
__ADS_1
"Baik mas" jawab Farhan sigap.
"Ra, kamu tu nggak sopan banget sih. Kasihan tuh mas Farhan nya... Ya Allah punya teman kok bobrok banget sih" omel Nissa dengan kesal.
"Udah semuanya saya tidak apa-apa" kata Farhan segera menghentikan perdebatan itu. Karena dia tahu Ara akan semakin kuat membalas omelan yang ditujukan untuknya.
...***...
Kediaman Keluarga Praja
Jln. Kemerdekaan No. 39, Komplek Perumahan Citrasena, Bandung, Jawa Barat.
"Alhamdulillah ya sudah sampai di bandung." gumam Ara dalam hati, namun menatap Farhan dengan tatapan tidak suka.
"Teh? Adek mual" kata Anna sambil memegang perutnya.
"Dek kamu masuk angin, yuh istirahat aja yuh" kata Ara menuntun Anna ke kamar yang sudah di sediakan oleh tantenya Arya yaitu tante Mira.
Tak lama setelah itu, Farhan masuk ke kamarnya yang ditempati oleh Ara, Anna dan Lia.
"Ada apa mas farhan?" tanya Lia sambil menghampiri farhan ke pintu kamar.
"Ini teh anget untuk adiknya Azzahra, Lia saya titip adiknya Azzahra sama kamu ya. Karena saya ada perlu sama Azzahra" kata Farhan dengan sopan.
Ara yang mengerti pun menghampiri Farhan. "Li jagain Anna yah" kata Ara pada Lia. Karena Anya sedang tiduran.
"Iya Ra, tenang aja" jawab Lia santai.
Ara dan Farhan berjalan ke halaman belakang rumah tante Mira yang terdapat kolam ikan kecil lalu ada kandang kucing sekitar 4 kandang untuk menampung 4 kucing anggora milik tante Mira. Mereka duduk di bangku yang terdapat di halaman itu.
"Ada apa mas?" tanya Ara namun tidak menatap Farhan.
"Kalau bicara dengan seseorang itu harus menatap lawan bicara" tegur Farhan namun santai.
"Iya apa mas Farhan yang ganteng?" Tanya Ara langsung menghadap Farhan.
Farhan lama menatap Ara langsung memalingkan wajah dan kembali menatap Ara dan berbicara. "Saya ingin malam ini kita bertemu Adi dan keluarganya apa bisa?" tanya Farhan dengan serius.
"Mas kita baru aja nyampe loh, kenapa buru-buru sih?. Ara heran kenapa mas sangat ingin bertemu Adi dan keluarganya, sepenting itu? Atau keluarganya Adi punya hutang sama mas? Atau gimana sih?" kata Ara dengan sewot.
"Astagfirullahalazim Azzahra Wijaya yang paling cantik, saya ke Bandung bukan untuk liburan. Saya ada kepentingan dengan keluarga Adi, paham Azzahra Wijaya yang cantik?" Kata Farhan dengan tersenyum namun penuh penekanan.
Seketika Ara langsung diam dan tak berkedip.
"Ya Allah kenapa ketika mas Farhan bilang Ara cantik, Ara jadi dag dig dug sih? Aduh nggak beres nih orang. Modus tingkat tinggi nih, dari kemaren di mobil sampai sekarang ni orang bikin aku spot jantung" gumamnya dalam hati.
Farhan melambaikan tangannya di hadapan wajah Ara. "Ra? Gimana? Mau kan? Malam ini temani saya bertemu keluarganya Adi?" tanya Farhan dengan tersenyum.
"Iya bapak Apoteker yang terhormat" kata Ara sambil beranjak dari duduknya dan berlalu pergi. Farhan yang melihat itu langsung geleng-geleng kepala.
...***...
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote dan comentnya ya. Terima kasih.