Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
07: KKN


__ADS_3

Happy Reading


"Teh? Teteh kenapa marah-marah sama mamah? Apa teteh masih membenci papah sama mamah? Karena nggak setuju teteh masuk farmasi? Kenapa teh?. Sebentar lagi papah datang. Nanti kalau papah marah gimana?" kata Anna menangis sambil memeluk Ara.


Ara membalas pelukan Anna.


"Kamu nggak usah khawatir dek, teteh bisa mengatasi ini semua. Kalau pun teteh diusir sama orang tua karena membangkang. Teteh nggak apa-apa" kata Ara dengan tegar.


...***...


"Pah? Mah? Kenapa mengekang Ara seperti ini?. Jika sayang dan tidak ingin Ara Kenapa-kenapa, seharusnya tidak mengekang seperti ini pah, mah." kata Adit berusaha membela Ara.


Kini Adit, Papah Arif dan Mamah Siska sedang berbicara serius di ruang keluarga. Sedangkan Ara dan Anna di kamarnya Ara.


"Apa kamu lupa Dit? Adikmu itu hampir di perkosa karena kecerobohan dan kepolosannya. Apa kamu lupa?" tanya Arif sambil terus menenangkan istrinya yaitu Siska yang menangis tersedu.


"Tapi, itu dulu pah. Lagi pula Ara bukan anak SD lagi. Dia sudah 22 tahun, dia berhak untuk mencari pengalaman dalam hidupnya. Ara juga bukan penyakitan, dia hanya punya banyak alergi pada makanan dan bisa sakit bila udara dingin. Itu tidak akan membahayakan hidupnya Pah, mah" kata Adit berusaha membela adiknya.


"Kami melarang Ara karena ada alasan yang kuat Dit, Ara itu cacat jika dikatakan sebagai wanita. Apa kamu lupa Dit? Dia hanya memiliki satu indung telur. Apa kamu lupa?..... Papah lalai padanya" kata Arif dengan menahan gejolak amarah di hatinya dan kecewa.


"Pah, jika Allah SWT sudah memberikan pendamping hidup untuk Ara. Pasti laki-laki itu akan menerima Ara sepenuh hatinya, tanpa harus melihat kekurangan dan kelebihan yang ada pada Ara pah" Kata Adit terus saja meyakinkan dan membela adiknya itu.


"Cukup!! Ara itu anak kesayangan papah. Dia pelita nya papah. Ketika kamu dan papah ingin adik dan anak perempuan, Allah SWT mengabulkan dan memberikan sosok Ara pada keluarga kita. Tapi, karena kelalaian papah, Ara lahir prematur. Cukup Dit, papah mohon kamu dukung kami sebagai orang tua untuk menjaga Ara dan Anna. Mereka berdua adalah harta kita Dit. Jika papah dan mamah tidak ada di dunia ini, kamu lah yang bertangung jawab menjaga mereka Dit, papah mohon. Tolong beri pengertian kepada Ara. Papah mohon Dit" kata Arif sambil memohon dengan pasrah.


Adit yang melihat kedua orang tuanya seperti putus asa tentang kondisi adiknya Ara yang memprihatinkan langsung memeluk kedua orang tuanya itu.


"Mah, pah. Maafin Adit yang belum bisa menjaga kalian semua. Maafin Adit, Adit janji akan menjaga kedua adik Adit." kata Adit dengan terisak sedih.


"Mamah yakin, Aa bisa menjaga Ara dan Anna. Semangat ya Aa. Kapan nih ngenalin calon mantu ke mamah?." kata Siska mencoba mencairkan suasana.


Dan mereka bertiga tertawa dan sejenak melupakan masalah Ara.


...***...


-Pagi harinya-


"Gimana dek? Kamu jadi kan KKN di SIJ?" tanya Adit pada Ara yang sedang sarapan bersama keluarganya.


"Hm ya" jawab Ara singkat.


Membuat Arif, Siska, dan Anna heran. Tidak biasanya Ara sesingkat ini. "Ra? Masih kesal? Maafin mamah ya" kata Siska pada Ara dengan penuh sesal.


"Udahlah Mah, Ara nggak apa-apa kok santai aja. Hari ini hari pertama Ara KKN. Mohon do'anya" kata Ara dengan kaku.

__ADS_1


"Ra? Papah udah transfer ke rekening kamu. Untuk keperluan kamu selama KKN" kata papah nya dengan tersenyum. Sedangkan Ara hanya mengangguk dan melanjutkan sarapannya.


...***...


-Ara Pov-


Fakta lainnya yang disembunyikan mamah sama papah tentang keadaan ku yang harus aku tahu. Mereka begitu menyayangi aku, karena sangat menyayangi aku. Mereka melarang aku untuk ini dan itu.


Apakah semua anak perempuan harus dikekang seperti ini?.


Sarapan tadi berlangsung diam, aku tidak ingin membahasnnya lagi. Tujuanku sekarang ialah KKN selesai, wisuda pun selesai. Dan segera kerja dan kuliah S2 lagi.


Aku tidak ingin selalu membebani papah, apalagi sebentar lagi Anna akan masuk kuliah kedokteran. Dan itu sangat membutuhkan biaya yang besar.


"Kiri mang!" kata ku pada mamang angkot. Jarak rumah ku yang baru dengan SMK ku dulu cukup jauh.


Rumah yang dulu sudah di jual sama papah, kata papah rumahnya kurang besar. Jadi gitu deh, padahal kenangan di rumah itu juga banyak. Yasudahlah mau bagaimana lagi.


"Assalamu'alaikum Bisa bertemu dengan bu Tisa?" tanya ku pada guru laki-laki yang sedang piket itu asing bagiku. Mungkin guru baru setelah aku lulus dari SMK ini.


"Waalaikumsalam bisa Teh, silakan ikut dengan saya" katanya dengan ramah. Sepertinya guru ini usianya sama dengan Aa Adit. Sekitar 29  tahunan.


Aku mengikuti guru ini di belakangnya. Suasana sekolah sangat berbeda, banyak gedung baru yang dibangun. Beda banget ketika dulu aku sekolah. Tak lama kemudian sampailah kamu di depan ruangan bu Tisa. Posisi bu Tisa di sekolah juga sebagai wakil kepala sekolah. Jadi sudah pasti aku akan langsung berhadapan dan menjadi bimbingannya selama aku KKN di SMK ini.


Canggung itu biasa, namun sudah bisa aku atasi karena dulu bu Tisa wali kelasku juga saat aku sekolah di sini.


Dan guru laki-laki tadi sudah hilang tak tahu kemana wkwkwk. Fokus ku hanya pada bu Tisa. Aku memang belum masuk ruangan bu Tisa, hanya di depan pintu yang separuh tertutup. Sepertinya bu Tisa sedang ada tamu, karena terlihat ada 2 cangkir dan camilan.


"Iya bu ini Ara, ibu apa kabar?" tanyaku pada bu Tisa sambil mencium punggung tangannya.


"Alhamdulillah Ra, ibu baik-baik saja. Hebat ya kamu KKN di sekolah sendiri. Oh iya ayo masuk, di dalam ada alumni juga. Pasti kamu kaget melihat dia siapa" kata bu Tisa dengan girang. Hah? Aku kaget melihat tamu bu Tisa? Memangnya siapa sih tamunya?.. Pertanyaan ku terlalu banyak wkwkwk...


Ketika aku masuk ke ruangan Bu Tisa, aku melihat sosok wanita berhijab yang mengenakan almamater kampus yang sama denganku. Dan ternyata....


"Ya Ampun Lia!!?? Kok kamu di sini?" tanyaku yang kaget. Karena bukankah Lia di Banyumas. Kenapa dia malah di SMK ini?.


"Hihi, aku mau nemenin kamu KKN Ra, lagi pula dosen pembimbing ngebolehin kok. Dan orang tua aku juga nyuruh aku buat jagain kamu wkwkwk" Jawab Lia dengan cengengesan. Dasar anak ini.


"Gila kamu ya Li, bukannya lebih asik di Banyumas. Malah pengen sama aku, dasar aneh!!" kataku sedikit mencelanya.


"Udah-udah jangan ribut. Kalian di sini KKN bukan ribut. Sudah sekarang Ara gantiin ibu ngajar di kelas 12 Farmasi. Bisa atau tidak bisa harus bisa, dan kamu Lia. Pergi ke laboratorium awasi kelas 11 praktikum. Mengerti?" tanya bu Tisa tegas.


"Mengerti bu" jawab ku sama Lia bebarengan.

__ADS_1


Aku pun melanjutkan untuk masuk ke kelas 12 Farmasi. Buku paket yang aku bawa yaitu buku pelajaran tentang Farmakognosi. Farmakognosi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tanaman atau hewan yang dapat digunakan sebagai obat alami yang telah melewati berbagai macam uji seperti uji farmakodinamik, uji toksikologi dan uji biofarmasetika.


Dalam metode pembelajaran siswa diharuskan menghapal jenis-jenis tanaman simplisia, terkait dari nama latin, kegunaan, dan nama lainnya dll.


Siswa diharapkan menghapal itu semua lalu menyetorkan hapalannya kepada guru atau tutor belajar. Dan juga dilakukannya praktikum yang mengidentifikasi simplisia menggunakan indera penciuman.


Caranya dengan menutup mata, lalu memegang simplisia lalu dihirup dan ditebak apa nama simplisia itu.


Pelajaran ini termasuk pelajaran yang sangat aku senangi baik saat masih SMK maupun saat kuliah.


Karena banyak mengetahui jenis-jenis tanaman. Simplisia itu merupakan tanaman yang bukan obat ataupun obat yang sudah di keringkan, baik dalam bentuk masih utuh ataupun sudah halus.


"Assalamu'alaikum apakah benar ini kelas 12 Farmasi?" tanyaku ketika masuk ke kelas itu.


Kelas ini berjumlah 19 siswa/i. Mereka semua heran melihat aku dan bukannya bu Tisa yang masuk.


"Waalaikumsalam teteh." jawab mereka bersamaan.


Aku pun tersenyum, mereka heran mungkin padaku.


"Teteh geuning gelis pisan? Arana saha?" tanya salah satu siswa yang tinggi itu. Prilakunya mengingatkan aku pada sosok Tio hahahaha.


(Kakak kok cantik banget? Namanya siapa?).


"Huts, sia ulah kitu. Teteh eta,  nu erek KKN di die" jawab siswi manis itu menegur siswa tadi dengan bahasa Sunda kasar.


(Huts, kamu jangan gitu. Kakak itu, yang mau KKN di sini).


"Nyanyahoan sia Pit" jawab siswa itu tidak mau kalah. Aku hanya diam saja menikmati pertunjukan ini wkwkwk.


(Sok tahu kamu Pit).


"Maaf ya teman-teman, saya di sini untuk menggantikan bu Tisa sementara saja. Mohon perhatian dan kerja samanya ya teman-teman" kata ku dengan penuh percaya diri.


"Teteh cantik namanya siapa?" tanya siswi itu dengan penasaran. Aku pun berdiri dan menulis nama ku lalu nomer WA serta asal sekolah ku.


"Teteh Ara alumni SIJ juga?. Wah keren!" kata sebagian dari mereka yang memuji ku.


Alhamdulillah dihari pertama KKN aku bisa menarik hati mereka.


Semoga lancar KKN ku ini selama 4 minggu lebih Aamiin.


-Ara pov end

__ADS_1


-Bersambung-


Jangan lupa divote yah!


__ADS_2