Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
28 : Jawaban Itu


__ADS_3

2 Tahun setelah lamaran itu Ara yang kini sudah bekerja di salah satu rumah sakit yang berada di Bandung sebagai apoteker pendamping karena dia baru saja lulus.


Adiknya Anna kini sudah semester 4 sebagai mahasiswi kedokteran di Universitas Padjajaran Bandung. Ara melanjutkan kuliah profesinya di daerah Surakarta, namun jika liburan ke Bandung menemui adikknya Anna.


Setiap liburan yaitu setahun 2 kali baru lah mereka bisa bertemu. Kadang saat pulang ke Bumiayu ataupun Staycation daerah Lembang. Rumah mereka di Bumiayu kini sudah di kontrak kan, sedangkan orang tua Ara sudah tinggal di Jakarta bersama dengan Adit yang sudah menikah dengan Kharisma.


"Azzahra apakah nanti sore kamu ada waktu?" tanya Ali yang memberhentikan Ara yang sedang menuju lobby menunggu ojek online.


Ara menoleh dan tersenyum lalu menghampiri Ali 5 langkah di hadapannya.


"Sore ini aku ada urusan Kak, memangnya ada apa?" tanya Ara sopan.


"Mami aku baru pulang dari umrohnya seminggu lalu. Nanti malam habis isya di rumah ada acara makan-makan, apa kamu mau datang ke rumah?" tanya Ali dengan sopan.


"Terima kasih atas undangannya Kak, tapi maaf banget. Aku mau bertemu teman lama sore ini di daerah Braga. Maaf ya kak" ucap Ara menolak baik-baik.


"Oh begitu, yasudah next time kamu datang ya Ra." ucap Ali sedikit kecewa.


"Insya allah ya Kak Al, salam untuk Mami dan keluarga kakak a. Kalau begitu aku permisi dulu, Assalammualaikum" ucap Ara berlalu pergi, karena sudah waktunya dia pulang shift pagi.


"Waalaikumsalam, Hati-hati Ra" ucap Ali sedikit berteriak.


"Andai kamu tahu Ra, sejak 6 bulan lalu kita saling bertegur sapa di kota ini aku sudah tahu kalau kamu wanita itu. Wanita yang kutemui di depan masjid di Karang Lewas 2 tahun lalu" gumamnya dalam hati dan mengingat kejadian dia bertemu dengan Ara.


Ali yang menemukan tas Ara di depan masjid melihat KTPnya.


Ali seorang Apoteker utama di rumah sakit itu. Namun saat bersama Ara, Ali tidak mau dipanggil bapak atau sebutan formal lainnya. Kecuali saat bekerja, usia Ali terpaut 6 tahun diatasnya, seusia dengan Adit kakak laki-lakinya.


......................


"Bagaimana kabar kamu Fa?" tanya Ara yang kini sedang berbincang di salah satu cafe bersama dengan Shafa yang sedang pulang ke Bandung.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik Mba, mba gimana?" tanya Shafa ramah.


"Alhamdulillah baik juga, bagaimana kandungan mu Fa? sudah jalan berapa bulan?" tanya Ara tersenyum.


"Sudah masuk 5 bulan Mba, jarang mengidam, mual2 seperti itu jarang Mba, tahu mungkin si dedenya karena Abinya jarang di rumah" ucap Shafa sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Adi sibuk terus ya, jadinya mau lahiran dimana nih? Bandung atau dimana?" tanya Ara penasaran.


"Di Bandung aja Mba, karena semua keluarga ada di sini. Lagian aku juga udah nggak ngajar lagi. Aa Adi sibuk jadi akunya juga takut kalau lahiran di Jakarta" ucap Shafa tersenyum.


Shafa dan Adi adalah dua insan yang seharusnya menikah bukan dengan Melia kakaknya Shafa. Shafa menerima Adi sebagai imamnya, karena dari sejak kecil Shafa tahu sosok Adi yang setiap hari lebaran pasti berkunjung ke Bandung. Usia mereka yang terpaut 4 tahun membuat Adi mengayomi Shafa.


"Aku nggak nyangka aja, sahabatku Adi menikah dengan kenalan ku. Dunia sempit ya Fa" ucap Ara.


"Begitulah Mba, aku juga nggak nyangka kalau Mba adalah mantan terindahnya Aa Adi" ucap Shafa dengan tersenyum.


"Ah kamu bisa aja Fa, aku sama Adi itu sama-sama menjaga jodoh orang, aku jagain jodohnya kamu. Nah si Adi nih jagain jodohnya siapa wkwkwk" ucap Ara dengan tertawa.


"Jodoh kakaknya sendiri lah Mba, sebentar lagi kita bakal jadi saudara ipar. Aku senang banget kita bisa jadi saudara ipar. Skenario Allah itu yang terbaik" ucap Shafa sambil meminum susu coklat dinginnya.


"Mba? hubungan Mba baik-baik aja kan sama Aa Farhan?" tanya Shafa yang mulai merasa ada yang tidak beres.


"Sudah 2 tahun Fa, aku belum bisa berikan jawaban itu. Apakah aku sudah keterlaluan?" tanya Ara mulai gelisah.


"Sudah sholat istikharah dan meminta petunjuk dari Allah SWT?" tanya Shafa mengingatkan.


"Belum Fa, aku tu jujur ya. Aku sayang sama mas Farhan. Tapi rasanya aku bukan yang terbaik untuk dia Fa." ucap Ara pesimis.


"Jangan gitu atuh Mba, nih yah. 2 tahun loh Mba, kalian berdua tidak bertemu bahkan tidak bertukar kabar. Itu apa? dan kalian belum juga menemukan pasangan masing-masing. Gini aja, malam ini ikut aku ke rumah ya, Teh Rissa dan Teh Tina ulang tahun besok, tapi dirayainnya nanti malam. Aa Aan juga datang kok, dan katanya mau kerja di Bandung aja sambil nungguin Ibu" saran Shafa membuat Ara terkejut.


"Mas Farhan di Bandung?" tanya Ara terkejut.

__ADS_1


"Iya Mba" jawab Shafa langsung namun matanya melihat ke Ara tangga karena suami tercintanya baru saja datang.


"Loh Bi? kok bisa tahu Ummi di sini?" tanya Shafa yang terkejut.


"Assalamu'alaikum dulu" ucap Adi mengulurkan tangan.


"Waalaikumsalam" ucap Shafa sambil mencium tangan suaminya.


Adi duduk di samping istrinya, masih menggunakan seragam pilotnya.


"Loe baru selesai kerja?" tanya Ara yang heran.


"Iya nih demi istri tercinta" ucap Adi santai dan mengusap perut Shafa.


"Buciiinnnn" ucap Ara memalingkan muka ke arah jendela dan memikirkan ucapan Shafa tentang Farhan.


"Oh iya, kak Farhan bareng gue tadi. Nah itu dia" ucap Adi sambil melihat ke arah tangga dan sosok Farhan melenggang jalan ke arah meja tempat mereka bertiga duduk.


"Assalamu'alaikum" ucap Farhan dengan sopan.


Shafa pindah duduk di sebelah Ara, sedangkan Farhan duduk di sebelah Adi dan berhadapan dengan Ara secara langsung.


"Waalaikumsalam" ucap mereka bertiga.


"Apa kabar Azzahra?" tanya Farhan dengan tersenyum.


"Baik alhamdulillah mas" ucapnya dengan sopan.


"Ini kurang Karin dan Tio aja sih" ucap Adi memecahkan suasana canggung.


-Bersambung-

__ADS_1


Rabu, 17.33 WIB


22 Februari 2023


__ADS_2