
*flashback
"Ra? kalau kita nanti sukses tempat yang ingin kamu kunjungi bertiga apa?" tanya Tio serius.
"Hmm apa ya? aku pengen ke Bandung. Seperti waktu kita studytour, aku pengen kita bertiga pergi ke TSB. Dengan pasangan ataupun tidak. Aku pengen buktiin sama kamu Di, kalau aku nggak takut naik rollercoaster itu" ucap Ara dengan mantap.
"Yakin? hahaha. Waktu itu aja, kamu nungguin kita berdua di depan gatenya. Sok2an!" Ucap Adi mengejek Ara.
"Ih itu kemaren. Besok aku berani! dasar Adi oon" ucap Ara sambil mengetok kepalanya.
"Aw, sakit oon. Ini kepala bukan batu, dasar pendek!" ucapnya mengejek Ara.
"Berhenti coba, kalian kayak anak kecil!. Lebih baik sekarang kita ke kelas, nanti Bu Tisa nyariin kita" ucap Tio dengan menengahi mereka.
*flashback off
"mas? Adi nggak papa kan?" tanya Ara yang menangis di depan pintu UGD. Adi sedang di tangani oleh dokter.
Ara ditemani oleh Farhan, sedangkan Arya pulang karena istrinya membutuhkannya.
"Iya, kita berdoa yang terbaik buat dia ya Ra" ucap Farhan sambil mengusap pundaknya Ara.
Tak lama setelah itu, Tio datang sendiri. Dia berlari menghampiri Ara.
"Tio, Adi nggak papa kan? Adi bakal baik-baik aja kan?" ucap Ara sambil menangis.
Tanpa aba-aba, Tio langsung memeluk Ara. Tangisan Ara semakin pecah, "Adi bakal baik-baik aja. Kamu yang tenang ya Ra" ucap Tio dengan tulus.
interaksi antara Tio dan Ara di saksikan oleh Farhan, Farhan yang melihat itu entah mengapa perasaannya tidak nyaman.
Ara sudah tenang dan duduk di bangku depan UGD. Sedangkan Farhan membeli minuman untuk Ara dan Tio.
Kini Tio ada bersama Ara mereka masih mendoakan yang terbaik untuk Adi, karena sudah 1jam dokter yang menanganinya belum juga keluar.
"Apa kabar Ra? alhamdulillah kamu sudah menutup aurat kamu" ucap Tio memecahkan suasana yang agak canggung tadi.
"Alhamdulillah baik, bagaimana dengan kamu? sebentar lagi kamu akan tunangan, aku tahu dari mba Kayla" ucap Ara dengan biasa.
__ADS_1
"Ya begitulah, sibuk ini itu. Alhamdulillah Karin tidak banyak mau, jadi aku sedikit tenang" ucapnya dengan santai.
"Ra, ada hal penting yang harus aku bicarakan sama kamu. Seperti ini akan bermanfaat untuk kamu Ra" ucap Tio dengan serius.
"Hal penting apa?" tanya Ara bingung.
Saat akan menjawab, perawat yang menangani Adi sudah keluar.
"Dengan keluarga Adi Aulia Rahman?" tanya perawat itu.
"Iya dok, saya kakaknya" ucap Farhan yang kebetulan sudah sampai.
"pasien Adi sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap, untuk administrasi dan keterangan dari dokter, mari ikut dengan saya ucap perawat itu.
"Tio, Ara. Mas ke sana dulu, kalian tunggu di depan gate rawat inap. Nanti saya nyusul" ucapnya. Dan diangguki oleh mereka berdua.
Tio dan Ara berjalan di lorong rumah sakit menuju gate lorong rawat inap.
"Hal penting apa Yo? yang mau kamu bicarakan" tanya Ara menyinggung hal tadi.
"Jadi begini, saat kita kelas 2 SMK. Aku didatangi tante Siska. Tante Siska membawa sejumlah uang, agar aku menjauh dari kamu Ra. Padahal pada saat itu aku sangat mencintai kamu Ra" ucap Tio dengan serius.
"Lalu yo?" tanya Ara tidak percaya dengan ini semua.
"Dan kasus ini pun sama dengan Adi. Adi memohon restu mama kamu untuk bertunangan. Karena sedari awal Adi lebih mencintai kamu Ra dari pada aku. Tapi mama kamu salah paham, dan mengira Adi memanfaatkan kamu. Lalu mama kamu memberikan Adi sejumlah uang" lanjut Tio.
"Lalu, kalian menerima uang dari mamaku?" tanya Ara lagi.
"Kami menolak uang itu Ra, dan memutuskan untuk menghindari kamu. Kalau Adi menghindar karena kamu yang belum move on katanya. Di samping itu mama kamu melarang dia buat dekat2 sama kamu Ra" ucapan Tio seketika membuat Ara bingung.
"Aku harus pulang. Kamu jagain Adi, hal ini harus aku selesaikan" ucap Ara sambil berlari keluar rumah sakit.
"Semoga kamu paham Ra! maafin aku yang baru bisa cerita" ucap Tio dalam hati. Tio menunggu Farhan di depan gate lorong rawat inap.
...****************...
"Begini mas, pasien Adi harus rehat terlebih dahulu. Cidera lengan kiri yang dialaminya cukup parah. Saya lihat dari identitasnya pasien Adi seorang Pilot. Sangat disayangkan, pasien Adi harus rehat dari aktivitas penerbangan" ucap dokter wanita menjelaskan.
__ADS_1
"Berapa waktu yang diperlukan agar pulih kembali Dok?" tanya Farhan mulai cemas.
"Sekitar 6 bulan atau bahkan lebih, harus rawat jalan dan rehabilitasi. Jangan mengangkat benda berat, memainkan ponsel ataupun menyetir, aktivitas yang berat tolong dipantau" ucap dokter dengan serius.
"Separah itu dok?, baik lah. apakah lengan kanannya aman?" tanya Farhan memastikan.
"sangat aman, kalau begitu urus administrasi untuk rawat inap sekitar 3 atau 5 hari tergantung kondisi dari pasien" ucap dokter menjelaskan.
"Baik dok, Terima kasih" balas Farhan fan keluar dari ruangan.
"Sama-sama, semoga segera pulih" ucap dokter dengan ramah.
......................
"Mana mama An?" tanya Ara yang baru masuk rumahnya.
"Di taman belakang teh!" jawab Anna.
Anna yang melihat tingkah Ara yang begitu aneh, segera menyusulnya.
"Ara nggak percaya, mama begitu tega menghina Adi dan Tio sewaktu kami SMK. Memangnya apa yang mama banggakan?" tanya Ara sambil menangis.
"Siapa yang bicara begitu?" tanya Mamanya bingung.
"Ara tahu semuanya Ma, kenapa mama seperti itu pada Adi dan Tio. Gara-gara mama, Ara harus frustasi karena ditinggalkan orang yang Ara cintai" ucap Ara dengan seksama dan menangis sesegukan.
"Mereka memang tidak selevel dengan kita Ra, mereka cuma benalu. Kamu lebih tinggi drajatnya dengan mereka" ucap Mamanya sambil terus menyiram bunga.
Mamanya tidak berperasaan, bahkan Ara sudah menangis. Namun, mamanya masih acuh terhadap Ara.
"Teh ayo kita ke kamar, teteh nggak salah. Ini semua sudah jalan yang terbaik dari Allah teh!" ucap Anna menasehati. ..
Ara pun mengikuti Anna untuk pergi ke kamarnya.
Ara menumpahkan keluh kesahnya terhadap mamanya. Karena mamanya terlalu ikut mencapuri urusan Ara.
-Bersambung-
__ADS_1