Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
29 : Pertemuan Atau Perpisahan?


__ADS_3

Di malam itu Farhan mengantar Ara ke rumah kontrakannya. Ara tidak tinggal sendiri, namun tinggal bersama Bu Sarah. Bu Sarah yang suka membantu Ara dalam memasak dan merawat rumahnya ketika Ara bekerja.


"Hmm, Ra?" tanya Farhan memecahkan suasana hening.


"Iya Mas!" jawab Ara cepat.


"Kamu nggak mau makan malam di rumah ibu saja?" tanya Farhan canggung dan masih menyetir.


"Nggak Mas, saya sedang tidak enak badan. Maka dari itu, berangkat kerja tidak menggunakan mobil" ucap Ara dengan santai.


"Kalau begitu besok pagi ketika kamu akan bekerja aku akan menjemput dan mengantar kamu pulang, bagaimana?" tanya Farhan secara terus terang.


"Tidak perlu Mas, besok saya juga libur. Mau belanja kebutuhan rumah bersama Bu Sarah" ucap Ara menolak.


"Ya sudah kalau begitu, nanti saya boleh menghubungi kamu via WA, lalu apakah kita bisa bicara santai saja? " tanya Farhan dengan mantap.


"Boleh mas, nah di simpang sana belok kiri ya" ucap Ara langsung mengalihkan.


Ara yang sudah turun dari mobilnya Farhan lalu menundukkan kepalanya meyetarakan kaca mobil farhan.


"Terima kasih atas tumpangannya Mas, maaf saya belum bisa menerima tamu pria" ucapnya tegas.


"Iya tidak apa-apa Ra. Semoga lekas sembuh, saya pamit ya. Assalamu'alaikum" ucap Farhan dengan senyuman.

__ADS_1


"Terima kasih, waalaikumsalam" ucap Ara lalu masuk ke dalam rumahnya.


"Maaf Mas, saya tidak bisa menerima lamaran mas beberapa tahun lalu" gumamnya sambil melihat mobil Farhan yang mulai berlalu dari depan pagar rumahnya.


Pagi itu Ara demam tinggi, Bu Sarah sudah memberikan obat penurun panas dan mengompres dahinya Ara. Namun tetap saja, panasnya tidak turun-turun.


"Neng, gimana ini. Panasnya belum turun-turun udah 8 jam. Ke UGD aja ya Neng?" tanya Bu Sarah menyarankan karena cemas dengan keadaannya Azzahra.


"Ibu bisa nyetir mobil kan, kita ke UGD tempat Ara kerja aja" ucapnya lemas.


"iya Neng, nanti ibu yang bawa mobi. Sekarang ibu mau siapkan baju ganti dan barang-barang lain, barang kali takutnya opname. Semoga aja nggak opname" ucap Bu Sarah cemas.


Ara hanya mengangguk dan kembali memejamkan mata, Bu Sarah dengan sigap menyiapkan barang-barang untuk ke rumah sakit.


"An? Kapan loh kamu nikah. Ibu sudah tua, adik-adik mu sudah menikah semuanya. Kamu belum, bagaimana sudah ada calonnya? atau masih menunggu Azzahra?" tanya ibunya Farhan di meja makan. Berkumpul semuanya keluarga besar Pak Rahman.


"Iya tuh si Aa bukannya cari jodoh, malah nungguin orang mulu." ucap Tina menyulut.


"Teh! Udah lah. Itu urusannya Kak Farhan." ucap Adi menengahi.


"Kamu enak Di, udah punya istri. Mau punya anak juga, kakak pertama kita loh. Belum ada jodoh, kan kepikiran sama ibu. Cucu dari aku dan Rissa udah 2, ditambah kamu 1 jadi 3 dong. Dari Aa Farhan kapan?" ucap Tina dengan menyulut.


"Tin! Udah jangan begitu. Jodoh, rezeki, maut itu urusan Tuhan Yang Maha Kuasa. Mau jungkir balik juga kalau kata Allah belum ya belum atuh!" ucap Rissa membela Farhan.

__ADS_1


Farhan yang sedang meminum kopi pahit dan telor rebus hanya diam fokus ke sarapannya.


Adi ingin menjawab lagi, namun tangganya dicegat oleh Shafa.


"Doakan saja, tahun ini Aan akan menikah." ucap Farhan tegas.


"Syukurlah kalo kamu berpikir cepat An" ucap ibunya dengan santai.


Farhan yang kesal segera meninggalkan meja makan, dan pamit mencium tangan ibunya.


"Aan udah selesai sarapannya, kalau begitu. Aan berangkat kerja dulu, assalammualaikum" ucapnya


"Waalaikumsalam, kebiasaan sarapan tidak dihabiskan" ucap ibunya mengomel.


Dibarengi jawaban salam dari anggota keluarga yang lain.


"Pokoknya ibu minta tolong sama kalian, termasuk kamu Abas dan Hanif. Intinya kalian harus desak Farhan untuk segera menikah, usianya itu sudah tidak muda lagi. Kalian semuanya anak ibu udah menikah, kecuali dia." ucap Ibunya kesal.


Anggota keluarga hanya terdiam, Abas merupakan suami dari Rissa, sedangkan Hanif suami dari Tina, masing-masing anak mereka cewek. Anaknya Rissa bernama Mawar, sedangkan Anaknya Tina bernama Rani.


...---...


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2