Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
17 : Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

"An? teteh bukan anak mama ya?" tanya Ara sambil menangis.


"Teteh anak mama kok, jangan dipikirkan ucapan mama tadi. Teteh nggak salah, yang salah itu kurangnya komunikasi antara teteh dengan kedua sahabat teteh" ucap Anna agar Ara tenang.


"Teteh harus minta maaf sama Tio dan Adi, teteh nggak mau begini. Sebentar lagi mereka berdua akan menempuh hidup baru dengan pasangan mereka, jadi teteh nggak mau hubungan kami retak begitu saja" balasnya dengan air mata berlinang.


"Yaudah sekarang teteh istirahat, besok pagi kita sama-sama jenguk Aa Adi ya di rumah sakit. Bawain nasi uduk kesukaannya teh, yang di samping sekolah teteh dulu" saran Anna membuat Ara sumringah.


"iya bener-bener, nanti teteh bakal beli buat Mas Farhan, Adi dan Tio." ucapnya senang.


......................


Pagi harinya, di rumah sakit Adi sudah sadar, ditemani oleh Farhan serta Tio.


"Kak? gue harus izin atau keluar aja dari maskapai itu?" tanyanya putus asa.


"Saran gue, loe izin aja dulu. Kalau semisalnya dengan kondisi loe begini maskapai nggak terima mending loe keluar aja." saran Farhan padanya.


"Gue juga setuju sama kak Farhan, yang penting sekarang kesehatan loe dulu Di!" ucap Tio yang setuju.


"Assalamu'alaikum, belum pada sarapan kan?, ini aku bawain nasi uduk waktu jaman kita SMK dulu" ucap Ara yang menampakkan batang hidungnya.


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


Farhan yang sudah di chat via whatsapp oleh Anna pun meninggalkan ruangan. Karena Anna tahu, tetehnya itu akan bicara serius dengan kedua sahabatnya.


"hmm Ra? kamu tahu aku di sini dari siapa?" tanya Adi bingung.


"Dari kemaren si Ara nangis kejer karena cemas sama loe Di!" ucapan Tio membuat Ara kesal dan melempar satu bungkus kerupuk.


"Yee marah, kenyataannya begitu. Si Adi udah boleh makan kok sama dokter. Suapin tuh Ra" ucap tio sambil menyantap nasi uduk itu.


"Aku cemas aja, yaudah sini aku suapin. Makan yang banyak biar cepat sehat" ucap Ara datar.


Adi hanya mengangguk, karena menurutnya sangat aneh seorang Azzahra bisa akrab dengan orang yang ia anggap lawan.


"Aku minta maaf yah, gara-gara mama hubungan kita jadi pecah. Gara-gara perasaan hubungan persahabatan kita jadi pecah" ucap Ara sambil terus menyuapi Adi.


Tio yang sedang menyantap gorengan dengan nasi uduk langsung berhenti dan menatap Ara.


Tio yang sadar pun, meletakkan nasi uduknya dan duduk di sebelah Ara lalu mengusap pundaknya. Adi dengan sigap mengambil piring nasi uduk yang berada di tangan Ara, dan meletakkannya di meja samping tempat tidurnya.


"Ra, kamu nggak salah. Perasaan itu wajar, dan mama kamu juga wajar. Mama kamu ingin yang terbaik untuk kamu. Jadi jangan merasa bersalah ya" ucap Tio dengan tulus.


"Ra! Masalah yang udah-udah nggak perlu dibahas lagi. Maafin aku juga ya, yang udah ninggalin kamu dulu. Kita semua labil, jadi kita korbankan perasaan ini. Mulai sekarang kita baikan ya, seperti dulu lagi" ucap Adi sambil menggenggam tangannya Ara.


"Maafin aku juga ya Ra, karena aku terlalu pengecut. Lanjut makan lagi yuk, jadi inget deh. Dulu waktu kamu sakit, Adi yang nganterin kamu ke RS." kata Tio mencairkan suasana.

__ADS_1


"Iya kamu yang ngeces di baju aku. Itu kepala nempel di bahu, mana bau banget" ucap Adi dengan becanda.


"Mulai nih kalian. menyebalkan! Aku keramas kali, namanya juga lagi sakit. Mual juga, yang ikhlas dong kalau bantuin tuh" Ara mulai mengomel dan mulai menyuapi Adi kembali.


"Siapa ya Yo gebetannya yang waktu dia sakit sampai jenguk ke RS tapi di usir sama mamanya wkwkwkwkk" ucap Adi memancing emosi Ara.


"Pak pilot! mau makan atau mau jewer?" ancam Ara.


"Iya si itu, gue lupa namanya. Haris bukan sih? keknya si Haris deh namanya. Wkwkwk, gue ngakak banget pas dia cerita katanya di usir sama tante Siska. Lagian sih Ra, kamu ladenin si Haris ya? sampai bucin gitu ke kamu" ucap Tio sambil menyantap nasi uduknya.


"Mana ada ih! dianya aja yang baper. Aku kan cuma ramah doang, dianya kebaperan" jawab Ara dengan kesal.


"Makanya jadi orang jangan tebar pesona terus. Oh iya, sekarang udah tertutup, jadi harus banyak-banyak belajar tentang hijab, jangan hanya penampilan aja yang berubah. Paham Ra?" ucap Adi memperingati Ara.


"Nah iya begitu, harus lebih kalem. Jangan bar-bar, banyak-banyak belajar lagi" ucap Tio menimpali.


"Iya-iya bawel" ucap Ara singkat sambil memberikan air minum pada Adi dan Tio.


Dari balik pintu rawat inap Adi, disana Anna dan Farhan melihat kebersamaan mereka membuatnya lega.


"Teh, adek harap teteh bahagia. Dan segera lulus, kejar cita-cita dan buktikan sama mama" gumam Anna dalam hati.


"Ra, saya tidak tahu ini perasaan apa. Yang pasti saya bahagia ketika kamu bahagia." gumam Farhan dalam hati dan tersenyum kearah Ara.

__ADS_1


......................


-Bersambung-


__ADS_2