Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
20 : Berbaikan dengan teman lama


__ADS_3

Malam harinya, Ara dan Anna sedang berbincang sambil menyantap buah naga yang sudah disediakan oleh Bi Ani di kamarnya Ara.


Sedangkan kedua orang tuanya Ara sudah kembali ke Jakarta. Orang tuanya hanya seminggu paling lama berada di rumah.


"Teh? Teteh nggak mau baikan sama Teh Nissa dan Mas Arya?" tanya Anna pada Ara.


Karena sejak kejadian di Bandung, Ara tidak pernah bertemu ataupun berkunjung ke rumah Nissa.


"Besok pertunangan Tio dan Karin, pasti Nissa diundang oleh mereka. Nanti Teteh akan minta maaf sama mereka, karena keegoisan Teteh kemarin" ucapnya Ara sambil menyiapkan dress yang akan ia gunakan besok.


"Yaudah deh kalau gitu. Besok Teteh pergi sama siapa?" tanya Anna penasaran.


"Hmm, si Lia pergi sama sepupunya yang cowok. Teteh ajak kamu aja ya An?" ungkapnya asal.


"Sembarangan ih, udah sana pergi aja sama mas Farhan kalau Aa Adi jangan deh, dia kan udah punya tunangan. Makannya cari cowok dong Teh, kayak aku nih" ungkapnya dengan penuh percaya diri.


"Ngarang, kenapa kamu sama Lia suruh Teteh dekat sama mas Farhan sih? Farhan itu kakaknya Adi, apa kata orang nanti. Aneh" sangkalnya dengan malas.


"Ya nggak apa-apa atuh! Nggak dapat adeknya, dapat kakaknya" ucap Anna sambil tertawa.


"Serah deh!" ucap Ara kesal dan keluar kamar.

__ADS_1


......................


Hari bahagia bagi Tio dan Karin terlaksana hari ini. Karin yang menggunakan kebaya berwana gold dengan rok batik motif bunga membuatnya sangat cantik. Riasan make-up yang sangat cocok terpoles di wajahnya. Dibalut dengan jilbab berwarna senada membuatnya terlihat anggun.


Sedangkan Tio yang menggunakan kemeja batik motif yang sama dengan rok yang dikenakan oleh Karin, lalu celana bahan panjang berwarna hitam.


"Li? kamu pergi sama aku aja ya. Itu sepupu kamu suruh pulang" ucapnya saran Ara yang sampai acara pun dia tidak punya pasangan.


"Si Wisnu juga kenal sama Karin, mereka kan dulu satu organisasi PMR waktu SMK." ucap Lia.


"Terus aku sama siapa dong, ini kita udah di depan hotel loh. Nggak lucu banget kalau aku datang sendirian" ucap Ara dengan kesal.


"Kamu dengan saya saja Ra, dari pada sendirian" ucap Farhan yang tiba-tiba datang dari arah parkiran.


Lia dan Wisnu hanya bergeleng.


"Maafin Ara ya Mas, Ara emosinya suka nggak stabil. Kami masuk dulu ya Mas" pamit Lia sambil meminta maaf.


"Sorry ya Mas, Ara memang begitu sikapnya. Maklumi ya Mas, saya masuk dulu" ucap Wisnu sambil menepuk pun dah Farhan.


Farhan yang bingung harus bagaimana meminta maaf secara tulus kepada Azzahra, sedangkan didekati saja sudah ribut.

__ADS_1


"Aku hanya menghindari Mas Farhan, bukan membencinya. Karena ucapan Anna dan Lia membuatku terus memikirkan Mas Farhan" gumamnya dalam hati.


Secara kebetulan Karin dan Tio sudah bertukar cincin. Ara dipanggil oleh Adi dan Arya untuk bergabung dengannya.


"Gimana kondisi kamu Di?" tanya Ara basa-basi.


"Alhamdulillah Ra, masih sering terapi juga" jawabnya santai.


Sedangkan Melia yang melihat interaksi mereka menjadi kesal, dan disadari oleh Nissa dan Arya. Arya berinisiatif untuk meminta maaf pada Ara.


"Hm Ra apa kabar?" tanya Arya basa-basi.


"Alhamdulillah baik mas, hmm Ara mau minta maaf sama Mas dan Nissa. Karena sudah egois dan keras kepala" ucapnya penuh penyesalan.


"Ya Allah Ra, aku yang harusnya minta maaf. Kita baikan yah" ucap Nissa penuh haru.


"Nis, aku udah maafin kamu dan suami kamu. Kita nikmati dan mendoakan Tio dan Karin yah, semoga jalan mereka menuju halal dipermudah" ucap Ara sambil menatap ke arah Tio dan Nissa


"Aamiin" ucapnya bersamaan.


Adi yang melihat itu tersenyum singkat, dan hal itu terlihat oleh Melia yang terbakar api cemburu.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2