Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
21 : Sahabat Sampai Nanti


__ADS_3

Acara pertunangan Tio dan Karin sukses dan sangat meriah. Ara dan teman-teman semasa SMKnya saling bertegur sapa. Acara ini menjadi ajang reunian bagi mereka.


Ara yang asik menggendong Lista didatangi laki-laki yang dulu cukup kenal baik.


"Agus? kamu datang?" ucap Ara yang terkejut melihat teman lamanya itu.


"Pasti dong, aku kira kamu yang bakal bersanding sama Tio, ternyata doanya Karin lebih kuat wkwkwkwk." ucap Agus becanda.


"Ya mending aku lah, masih berhubungan baik. Kamu apa kabar setelah ditinggal nikah sama mantan terindah wkwkwk" ucap Ara tak mau kalah.


"Eh kalian! Bukannya tanya kabar, malah bahas mantan." tegur Nissa yang pusing kalau melihat Agus dan Ara yang sejak dulu suka adu mulut.


"Namanya juga lagi reunian, eh Ra. Kapan wisuda, nanti aku kirim hadiah keren dari Sumedang" ucapnya dengan santai.


"Do'ain aja Gus, mending kamu kirim kado ke Lia deh. Lia tahun ini wisuda, ya maklum doa dan usaha Lia lebih banyak dari pada aku" ucap Ara dengan tersenyum tipis.


"Pake minder segala! mana nih Ara si pembuat onar di OSIS. Ayo dong semangat, mlempem banget kek kerupuk kemasukan angin." ucap Agus menyemangati Ara.


"Thanks yah Gus" ucap Ara dengan tulus dan dibalas anggukan oleh Agus.


Agus adalah teman sekelas dan anggota OSIS bersama Ara.

__ADS_1


Mereka layaknya kakak dan adik yang sering bertengkar. Tiada hari tanpa ribut, namun semua itu mereka lakukan agar melepaskan penat mereka.


Keluarga Agus yang berantakan membuatnya berontak, namun sejak kenal dengan Ara semuanya tersusun rapi. Bahkan sekarang dia sudah punya usaha makanan sendiri di Sumedang.


"Kamu itu inspirasi buat aku Ra, jadi jangan minder. Saran aku sih, perbaiki dulu hubungan internal kamu. Setelah itu baru hubungan external" ucap Agus mengingatkan.


Ara hanya tersenyum dan mengangguk.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi. Saya Tio ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya pada hari ini. Dan tak lupa sholawat serta salam kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada keluarga saya tentunya, dan terima kasih kepada Karin calon istri dan keluarganya, serta tak lupa terima kasih untuk Adi dan Ara serta tamu undangan yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam acara tunangan saya dan Karin. Sebelum itu saya minta kepada saudara Adi dan saudari Ara untuk maju ke depan" ucap Tio dengan penuh harap.


Adi yang awalnya akan di tuntun oleh Melia, lalu menolak dan menghampiri Ara yang duduk bersebrangan dengannya.


"Kenapa nggak sama Melia aja? dia kan tunangan kamu. Apa kata orang nanti" ucap Ara dengan pelan.


"Untung lagi sakit, kalau lagi sehat pengen aku jitak" balas Ara dengan kesal. Dan berlalu pergi terlebih dahulu meninggalkan Adi.


Mereka berempat sudah berada di depan. Di sana Karin mengambil microphone yang dipegang oleh Tio.


"Para hadirin yang terhormat, di acara yang berbahagia ini. Saya Karin ingin berterimakasih kepada Adi dan Ara yang sudah menjadi bagian dari masa remajanya Tio calon suami saya. Ra, Di setiap hari Tio selalu cerita tentang keseruan kalian bertiga menghabiskan waktu bersama. Saling mendukung satu sama lain, sekarang aku mohon izin yah, izinkan aku untuk menjadi bagian dari kisah-kisah menarik di antara kalian bertiga. Terima aku jadi sahabat kalian juga yah" ucap Karin dengan tulus.


Ara yang mendengar itu membuatnya terharu dan langsung memeluk Karin.

__ADS_1


"Rin kamu memang pantas untuk Tio. Selamat yah, semoga lancar sampai pernikahan nanti" ucap Ara.


"Makasih yah Ra, aku harap kita juga bisa jadi sahabat" ucap Karin sambil mengusap punggungnya Ara.


Membuat para tamu undangan terharu melihat persahabatan mereka.


Adi langsung menyentuh pundak Tio.


"Loe laki-laki gentle, yang patut bersanding dengan perempuan sebaik Karin. Makasih banget karena loe udah buat hubungan kita bertiga menjadi lebih baik" ucap Adi dengan tulus.


Tio hanya mengangguk.


"Di hati ini masih ada nama kamu Ra, tapi takdir kita tidak bisa bersama. Sudah waktunya aku mencintai wanita yang akan bersanding denganku seumur hidupku bahkan sampai akhir nanti. Bismillahirrahmanirrahim aku ikhlas Ra" ucap Tio dalam hati dan tak terasa air matanya mengalir.


"Aku tahu mas, kamu masih mencintai sahabat kamu. Tapi aku nggak benci sama sekali dengan Ara ataupun marah dengan perasaan mu itu. Karena aku yakin bisa membuatmu mencintai ku. Terima kasih ya Allah. Bismillahirrahmanirrahim hamba ikhlas" ucap Karin dalam hati.


"Pada akhirnya loe menyerah sama takdir Yo, gue salut loe bisa ikhlas dalam urusan perasaan. Semoga hubungan loe langgeng sampai pernikahan bahkan sampai maut memisahkan kalian" gumam Adi dalam hati mendoakan Tio dan Karin.


"Alhamdulillah ya Allah hamba bisa menyaksikan hari bahagia sahabat hamba. Semoga hubungan Tio dan Karin langgeng sampai pernikahan bahkan sampai maut memisahkan, aamiin" ucap Ara dalam hati mendoakan hubungan Tio dan Karin.


Adi dan Ara saling lirik, manik mata mereka saling bertemu. Hal ini disadari oleh Melia dan Farhan.

__ADS_1


Dan para tamu undangan saling mendoakan dipimpin oleh ustadz yang ada. Sama-sama berdoa demi kelancaran hubungan Karin dan Tio.


-Bersambung-


__ADS_2