Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
26 : Step One


__ADS_3

1 Minggu kemudian, Ara disibukkan dengan persiapannya untuk seminar proposal.


Sebelumnya Ara belum memberitahu tentang kabar baik ini kepada kedua orang tuanya. Karena menurutnya, akan lebih baik nanti aja ketika mendekati hari seminar.


"Alhamdulillah akhirnya ya Ra, kamu bisa menyelesaikan 3 Bab. Aku berdoa kamu dilancarkan saat seminar, penelitian, bahkan sidang" ucap Lia sambil memeluk Ara.


Kini mereka sedang makan siang di salah satu warteg dekat kampusnya.


"Iya nih Li, aku nggak nyangka aja. Tapi, aku masih belum. terlalu paham sama penelitian aku." ucap Ara tidak percaya diri.


"Hei, jangan gitu dong. Kamu udah sejauh ini harus bisa, kan kamu sendiri yang ingin menyelesaikan ini, jadi harus terima apapun itu. Aku juga begitu dulu, tapi sekarang aku bisa di terima kerja di salah satu rumah sakit dan sebelum wisuda aku sudah kerja. Mau tau karena apa?, karena aku lawan rasa takut aku" ucap Lia penuh percaya diri.


"Semuanya berkat mas Farhan yang menolongku Li, semoga besok aku lancar yah. Aamiin" ucap Ara dengan percaya diri.


"Setelah sempro, kamu ajak mas Farhan makan siang aja. Dia apoteker penanggung jawab di instalasi rawat inap di RS tempat aku kerja Ra. Idaman para jomblo di RS tau!" ucap Lia membanggakan Farhan.


"iya deh terserah, aku dengar kabar dari Nissa kalau pernikahan Melia sama Adi nggak jadi, apa benar? kamu tau nggak? secara aku udah jarang kumpul sama teman angkatan" ucap Ara mulai penasaran.


"Katanya udah nikah siri kemarin, baru aja kemarin Ra. Kalau alasan kenapa bisa gagal sama Adi aku juga nggak tahu pasti. Yang jelas satu angkatan pada bicarain dia. Katanya hamidun gitu. 3 hari lagi angkatan sekarang mau adakan kumpul2 bersama sebelum wisuda, tapi Melia izin nggak datang" ucap Lia menjawab setahunya.


"Loh kenapa? bukannya dia yang paling heboh urusan begituan. Secara dia kan pengen jadi no satu, si paling cumlaude" ucap Ara sedikit mengejek.

__ADS_1


"Karena mau ke Bandung gitu. Tapi pas wisuda datang katanya." jawab Lia kembali.


"Oke lah, yang jelas besok aku seminar. Semoga lancar yah" ucapnya dengan penuh harap.


Dikediaman Adi dan Farhan, Farhan duduk di samping Adi sambil melihat ke arah adiknya itu.


"Loe nggak apa-apa? apa loe punya rasa sama Melia?" tanya Farhan hati-hati.


"Nggak Kak. Gue cuma heran, kalau dia masih ada perasaan sama itu cowok. Kenapa dia menerima wasiat itu" tanya Adi bingung.


"Melia punya adik perempuan, baru lulus SMA dia di pesantren. Namanya Shafa, kalau loe masih mau melanjutkan wasiat dari mendiang bokap, loe bisa meminang Shafa. Semua keputusan ada di loe Di." saran Farhan pada Adi.


"Loe gila kak, masa gue nikah sama bocil. Bukan tipe gue yang alim-alim kek gitu." ucap Adi kesal.


"Hah? Ara? nggak lah. Ara masa lalu gue, dia berhak bahagia sama yang terbaik." Ucap Adi menolak keras.


"Lagi pula Melia itu bukan anak kandung dari tante Alin. Melia anak sambung dari tante Alin. Tante Alin menikah sama duda anak 1, sedangkan isi wasiat bokap itu menikah dengan sepupu dari keluarga tante Alin. Berarti Shafa yang seharusnya menikah sama loe. Karena Shafa anak kandung tante Alin dan Om Adam. Loe masih mikirin wasiat kan?" tanya Farhan secara langsung.


"Loe yakin Kak? kenapa tante Alin dan Om Adam justru ingin gue sama Melia? kenapa? apa karena Shafa baru lulus SMA?" tanya Adi tak mengerti.


"Jodoh itu permainan Tuhan Di, loe udah suka nih sama satu cewek. Tapi ada aja halangannya, terus tiba-tiba loe dijodohin sama cewek dari kerabat dekat kita. Dan ternyata dia anak pesantren yang jauh dari tipe loe. Loe tahu itu tandanya apa? tandanya loe udah ditakdirkan bersama Shafa oleh Allah. Loe coba ketemu aja dulu sama dia. Pendekatan aja coba dulu, itupun kalau loe masih mau melanjutkan perjodohan wasiat ini" ucap Farhan memberi saran.

__ADS_1


"Oke deh Kak. Gue bakal coba pikirkan itu, loe jadi mau pdkt sama Ara? loe emang tahan? Ara itu cuek parah, rada oon juga. Nggak peka sama perasaan orang lain. Loe yakin?" ucap Adi menasehati.


"Yakin lah, gue yakin 100%." ucap Farhan dengan semangat.


"Nggak nyangka aja gue. Loe akhirnya bisa jatuh cinta sama orang dari masa lalu gue. Oh iya, dia alergi seafood dan cokelat. Gampang lelah, dan banyak lagi. Intinya kalau loe mau dekatin Ara, mending loe sksd sama adeknya dulu si Anna." saran Adi.


"Loe bilang gini, loe yakin udah moveon?" tanya Farhan heran melihat sikap Adi.


"Udah, gue mau ke kamar dulu" ucap Adi langsung ke kamarnya.


Farhan tahu adiknya masih mencintai Ara, karena ucapan dan raut wajahnya sangat berbeda.


......................


"Selamat saudari Azzahra, anda sudah melaksanakan seminar proposal. Anda dinyatakan lulus dengan Nilai AB, semoga kedepannya lebih baik. Saat sidang nanti semoga bisa di perbaiki" ucap salah satu dosen penguji itu.


"Terima kasih atas waktunya karena bapak-bapak sekalian bisa hadir dalam seminar proposal ini, semoga kedepannya saya bisa lebih baik lagi. Terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah hadir dalam seminar proposal saya" ucap Ara dengan tersenyum.


Ara yang susah selesai seminar pun keluar ruangan dan di sambut oleh Lia dan beberapa rekan lainnya.


"Alhamdulillah ya Allah, engkau menjawab doa-doa hamba" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Banyak yang mengucapkan selamat padanya, karena pencapaiannya selama ini. Dilanjutkan revisi dan penelitian, Azzahra bertekad akan segera menyelesaikannya.


-Bersambung-


__ADS_2