
"Kayaknya enak banget tuh es serut, keren juga si Tio nyediain cemilan legendaris jaman sekolah dulu" ucap Agus yang ngiler melihat Ara sedang makan es tongtong.
"Mumpung gratis Gus, kapan lagi kan" jawabnya sambil terus menikmati es tongtong.
"Serah deh Ra, oh iya itu tunangan si Adi? kecut amat tuh muka" ucap Agus mengomentari ekspresi wajahnya Melia.
*bugh
"Woi Ra, sakit oon. Anggun dikit napa!" ucap Agus sewot, karena Ara memukul pundaknya Agus.
"Ya kamu ada-ada aja, komentarin orang mulu dari tadi. Itu tunangan Adi namanya Melia. 1 tahun setelah Melia wisuda mereka bakal nikah, berbarengan dengan Tio dan Karin yang 1 tahun lagi setelah lulus bakal menikah" jelasnya dengan asik menyantap es tongtong.
Di meja itu hanya ada Agus dan Ara, sedangkan keluarga Nissa harus pamit terlebih dahulu, karena urusan keluarga.
Sedangkan Lia sedang bincang dengan Ahmad teman dekatnya saat SMK.
"Gercep juga ya mereka, terus kamu nggak kepikiran buat cari pendamping atau siapa kek"
"Males, lagian skripsi aja belum kelar" jawabnya singkat.
"Noh, ada cogan. Kayaknya kenal dekat sama si Adi, akrab banget soalnya" ucap Agus kembali.
"Bentar-bentar Gus, kok aku ngerasa kamu kek lamtur yah. Nyinyir amat tuh mulut, itu cowok namanya Mas Farhan, dia Apoteker kakaknya si Adi" ucap Ara langsung.
"What? yang bener Ra? wah. Parah sih, adeknya pilot kakaknya APT, gebet sana Ra!" ucap Agus menyarankan sambil terkikik.
"Gubat-gebet! Kamu pikir aku cewek apaan, kenapa sih nggak si Anna, nggak si Lia. Sekarang kamu Gus, kenapa nyuruh aku gebet Mas Farhan? dia itu kakaknya Adi. Ya ogah lah" ucapnya sebal.
"Alah pake jual mahal, banting harga aja kali-kali. Biar nggak jomblo mulu" saran Agus mulai menggoda Ara.
"Lemes amat tuh mulut, udah ah. Acaranya juga udah selesai cuma sapa - menyapa doang. Aku balik ya? nggak usah kamu anter, aku bawa mobil kok" ucapnya kepedean.
"Pede banget! siapa juga yang mau nganterin. Sana pamit dulu sama yang punya hajat" ucap Agus.
__ADS_1
"See you deh, kapan-kapan meet up lagi ya Gus" ucap Ara pamit dan menghampiri Tio serta Karin.
Ara dan Farhan jalan berbarengan menuju Karin dan Tio.
Dari kejauhan Tio dan Karin memperhatikan.
"Yang, kamu lihat deh mereka. Kamu mikirin hal yang sama kayak aku nggak?" tanya Karin pada Tio.
"Iya yang, aku juga mikir gitu. Doakan saja semua memang berjodoh" ucap Tio dengan tersenyum pada calon istrinya itu.
"iya sayang, semoga yang terbaik untuk Ara" balas Karin sambil tersenyum.
"Kamu pulang dengan siapa Ra?" tanya Farhan basa-basi, karena mereka berjalan beriringan. Tempat mereka kini lumayan jauh dari tempat Tio dan Karin.
"Saya pulang sendiri Mas, saya duluan ya Mas mau pamitan dengan Karin dan Tio" ucap Ara menghindari Farhan.
"Ya Allah ini kenapa lagi jantung kek mau copot!" gumamnya dalam hati dan berjalan cepat kearah Tio dan Karin.
"Yo, Rin. Aku pamit dulu ya, besok ada bimbingan. Do'ain juga yah biar cepat sempro hihihi" ucap nya dengan cengengesan.
"Udah kok, ya gimana ya Rin. Besok aku kudu ontime. Jadi harus banyak persiapan juga" balasnya canggung.
"yaudah deh, balik aja. Dan semoga besok lancar ya" balas Karin sambil tersenyum.
"Hati-hati Ra" ucap Tip singkat. Dan menatap Farhan yang datang menyapanya.
"Tio, Karin. Saya balik dulu ya, langgeng terus ya." ucap Farhan pamit.
Sedangkan Ara sudah pergi tanpa aba-aba.
"Loh kok cepet banget baliknya Kak?" tanya Tio heran.
"Besok Adi ada jadwal kontrol, jadi harus banyak istirahat." jawab Farhan simpel.
__ADS_1
"Oke deh, makasih Kak udah menyempatkan waktu untuk datang ke acara ini" ucap Karin dengan tersenyum.
Farhan mengangguk dan berlalu pergi menyusul Adi.
Adi hanya pamitan dari jarak jauh.
......................
Melia mengikuti Adi dan Farhan lalu diantarkan sampai depan rumahnya.
"Mas mau mampir?" tawarnya pada Farhan dan Adi.
"Lain kali saja Mel" tolak Farhan santai.
Sedangkan Adi hanya pura-pura tidur. Setelah Melia masuk ke dalam gerbang rumahnya.
Adi langsung bangun dari tidur palsunya itu.
"Loe kenapa pura-pura gitu Di?" tanya Farhan heran.
"Sudah waktunya buat menghindar dari Melia Kak. Semua kebohongan dia akan terbongkar juga pada akhirnya. Belum waktunya kalau sekarang"ucap Adi dengan tangan terkepal.
" Lalu setelah ini semua selesai. Loe mau gimana? waktu istirahat loe juga masih lama" tanya Farhan yang bingung dengan pola pikir adiknya itu.
"Gue bakal istirahat habisin duit selama istirahat wkwkwk" ucap Adi dengan asal.
"Ya deh terserah loe aja. Tolong bantu gue buat dekat sama Ara" ucap Farhan secara tegas.
"Hah? Ara? Ara mantan gue? kenapa Kak?"
tanya Adi keheranan.
Farhan hanya diam dan fokus menyetir.
__ADS_1
--Bersambung--