Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
24 : Berdoa sudah waktunya berusaha


__ADS_3

Ara kini berbincang dengan dosen pembimbing keduanya.


Walaupun belum ada titik terang apakah dosennya akan meng-acc proposal masih dipertanyakan.


Dan nyatanya populasi dan alasan lokasi pengambilan sampel penelitian belum jelas. Maka dari itu Ara harus mencari tahu terkait jumlah secara menyeluruh kemudian dicari rata-ratanya. Hasil tersebut akan di hitung uji normalitas.


"Ya Allah mungkin ini kali ya, yang Lia rasakan kemarin. Penat, bolak - balik." gumamnya dalam hati.


"Ra? kenapa? jangan lesu dong." ucapnya dengan menepuk pundak Ara.


Mereka kini sedang makan siang di rumah Lia.


"Masih mending aku bimbingan ditemani, Lia kemarin aku nggak ada kontribusi sama sekali. Malah sibuk sama masalah keluarga dan asmara" gumamnya dalam hati lagi.


"Ra kamu kepikiran apa? kok melamun" ucap Lia yang bingung melihat sahabatnya melamun.


"Hehe nggak kok, yuk makan" ucapnya mengalihkan.


Ara hanya terlihat sok kuat, padahal rapuh.


......................

__ADS_1


Setelah perjalanan pulang, Ara masuk ke kamarnya. Anna masuk dan heran melihat Tetehnya yang lesu dan murung.


"Teteh kenapa?" tanya Anna bingung.


"Sama Dosen Pembimbing 2 belum ACC An. Teteh bingung, tapi teteh tahu kok alurnya. Cuma lelah dan bingung aja. Teman-teman seangkatan sebentar lagi wisuda, Teteh belum seminar proposal An" ucapnya dengan tangis.


"Coba Teteh sharing sama Mas Farhan. Mas Farhan kan satu jurusan sama Teteh. Dan ini ada titipan dari Mas Farhan. Tadi dia ke sini ngasih berkas-berkas gitu. Mana tahu penting, cek aja Teh" ucap Anna sambil meletakkan berkas-berkasnya di meja belajar Ara.


"Yaudah deh, nanti Teteh minta ketemu Mas Farhan buat bahas terkait penelitian Teteh" ucap Ara sambil menghapus air matanya.


Farhan yang kini baru pulang dari apotiknya melihat Adi yang sedah menonton TV langsung menghampirinya.


"Di? apa loe masih punya perasaan sama Azzahra?" tanya Adi tiba-tiba. Membuat Adi yang sedang minum air tersedak.


"Gue serius Di. Ada masalah? makanya gue pastikan dulu. Loe masih sayang atau nggak sama dia!" ucapnya dengan jelas.


"Sadar lah bro! Ara mantan gue Kak! . Apa kata orang nanti? gue yang malu kak. Gue juga yakin Ara bakal risih sama hal ini" ucap Adi secara tegas.


"Alah, bilang aja loe masih sayang sama dia kan!" ucap Farhan sarkas.


"Serah loe deh Kak! berusaha aja sendiri. Gue sama Ara udah baikan, nggak bakal terlibat perasaan apa-apa lagi." ucapnya berlalu pergi.

__ADS_1


Di kamar Adi melihat fotonya bersama Ara ketika ia baru lulus sekolah kedinasan.


"Ra? nyatanya banyak sekali yang ingin dekat denganmu. Apa ini saatnya aku merelakan perasaan ini? kak Farhan berhak bahagia, kamu pun begitu" gumamnya dengan melihat figura di atas nakas samping tempat tidurnya.


......................


Ara yang sudah janjian dengan Farhan bahwa selepas sholat isya ingin bertemu di salah satu cafe yang ada di dekat rumahnya Ara.


Ara menggunakan hoodie serta celana training tak lupa jilbab langsungan. Penampilannya yang berkesan santai ini membuat Farhan tersenyum.


"Kenapa Mas? Aku aneh? kenapa ketawain aku?" tanya Ara yang mulai sensi.


"Sabar dong Ara, saya cuma kagum sama kamu. Yang terlihat santai, padahal kamu akan keluar rumah dan bertemu saya" ucap Farhan dengan tersenyum.


"Yang penting penampilan saya rapi dan sopan." balasnya dengan santai.


"oh iya, btw makasih atas berkas-berkasnya tadi" ucap Ara lagi dengan santai.


"Iya sama-sama Ra. Semoga itu membantu kamu dalam penelitian" ucap Farhan.


"Iya mas." balas Ara dengan tersenyum kikuk .

__ADS_1


Ara banyak berbincang dengan Farhan terkait penelitian dan proposalnya itu. Ditambah Ara harus menambah semester membuatnya bingung, namun tetap dia jalani dan nikmati prosesnya.


-Bersambung-


__ADS_2