Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
Menjauh Atau Menjalin?


__ADS_3

Siang harinya Bu Sarah sedang menyiapkan cemilan buah untuk Ara.


"Neng Ara?" tanya Bu Sarah serius.


"Iya Bu, kenapa?" jawab Ara bingung.


"Tadi malam, kata perawat ada mas-mas yang dari kamar ini jalan terobos hujan deras. Itu siapa Neng?" tanya Bu Sarah penasaran, karena berita Farhan jalan menerobos air hujan malam itu membuat semua orang di rumah sait terheran. Karena Farhan sudah ditawari payung oleh satpam rumah sakit.


"Ah masa Bu? bukannya satpam rumah sakit selalu siap sedia untuk payungnya" tanya Ara keheranan.


"Ibu juga nggak tau neng, tapi perawat jaga di depan lorong lagi ngegosip gitu." jawab Bu Sarah sambil memotong buah mangga.


"Udah Bu, nggak usah digubris yang begituan. Mas Farhan lagi banya pikiran aja kali atau lagi buru-buru" sanggah Ara menghentikan pembicaraan tersebut.


"Ibu mah kasihan aja neng, lagian neng kenapa ngga nikah aja sama mas Farhan? bukannya sudah dilamar dari 2 tahun yang lalu?" tanya Bu Sarah membahas lamaran.


"Ibu, udah atuh jangan bahas itu lagi. Ibu tau dari mamah yah?" tanya Ara kesal.


"Iya Neng, mamahnya neng khawatir. Takut neng nggak mau nikah, soalnya teman-temannya neng sudah pada nikah" ucap Bu Sarah.


"Alah, mamah memang suka begitu. Ini kan hidup aku Bu, nanti kalau memang berjodoh pasti akan menikah" ucap Ara dengan tegas.


Bu Sarah yang paham pun tidak melanjutkan pembicaraan itu lagi.


"Permisi Teteh Ara, di depan ada yang mau menjenguk?" ucap perawat jaga itu. Karena ruang rawat inap Ara di ruangan VIP, tamu yang menjenguk harus lapor terlebih dahulu.


"Atas nama siapa ya kak?" tanya Ara bingung karena tidak ada yang mengabari lewat whatsApp.


"Namanya Lia" ucap perawat itu.


Ara langsung sumringah dan mengangguk menandakan memperbolehkan Lia masuk ke ruang rawat inapnya.


Tak lama setelahnya, Lia langsung masuk.


"Assalammualaikum, ya ampun kamu sakit apa sih dodol" tanya Lia langsung menghapiri Ara.


"Waalaikumsalam" jawab Bu Sarah lalu tangan Bu Sarah di cium oleh Lia.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, ya biasa sih kurang istirahat. Kamu datang kapan ke Bandung Li?"  tanya Ara bingung.


Bu Sarah menerima bingkisan yang dibawa oleh Lia, seperti bolu susu, buah anggur, nasi padang 3 bungkus.


"Aku baru sampai tadi malam, mau langsung ke RS tapi si Adi bilang jangan dulu katanya. Rada heran, yaudah aku istirahat aja di hotel." Ucap Lia santai dan duduk di kursi samping ranjang Ara.


"Yang bener aja kamu Li? tadi malam ada mas Farhan di sini. Bu Sarah pulang ke rumah, eh nyatanya aku sendirian sampai pagi hari. Kalau kamu datang kan bisa nginep di sini" ucap Ara kesal.


"Pantes si Adi bilang begitu, kenapa si Farhan nggak nginep di sini?" tanya Lia heran.


Bu Sarah yang mengerti pun langsung izin untuk pergi keluar ruangan.


"Mas Farhan melamar aku lagi, setelah 2 tahun tidak bertemu dia melamar aku lagi" jawab Ara


"Terus? kamu terima?" tanya Lia penasaran.


"Aku tolak Li! Menurut kamu aku kelewatan nggak?" tanya Ara yang merengek.


"Nyesel kan kamu, nanti di ambil orang Ra!. Udah 2 tahun loh Ra, kamu ada dendam kusumat apa sih sama keluarganya Adi? karena dipermainkan sama mereka dulu? sadar dong Ra." Ucap Lia menasehati.


"Aku belum bisa memberi keputusan, kalau semisal pacaran dulu apa masih bisa" tanya Ara yang bingung.


"Tapi pacaran kan di larang Li, aku harus gimana?" tanya Ara lagi.


"Semuanya itu kembali sama diri kamu sendiri " ucap Lia kesal.


Dan mengambil nasi padang untuk makan siangnya.


"Selamat siang Ara" Ucap Ali yang mengunjungi Ara di ruang rawat inapnya.


Lia yang melihat Ali langsung menatap kagum.


"Siang mas, ada apa ya mas? Kenapa sering ke sini memangnya tidak ada pekerjaan di apotik?" tanya Ara heran.


"Saya sudah selesai bekerja Ra, ini siapa Ra?" tanya Ali penasaran melihat Lia.


Lia yang masih terdiam melihat Ali langsung menghampiri Ali dan menjabat tangan. Bahkan nasi padang itu dia letakkan kembali.

__ADS_1


"Perkenalkan saya Lia, salam kenal. Saya sahabatnya Ara" ucap Lia dengan sumringah dan tersenyum.


Ali menjabat tangan Lia dan tersenyum ramah.


"Salam kenal, saya Ali rekan Ara di apotik." ucap Ali dengan tersenyum.


Ara tahu jika Lia tertarik pada Ali, jadi dia membiarkan Ali untuk berada di ruang inapnya.


"Besok pagi aku sudah diperbolehkan pulang Mas, tapi masuk kerjanya 3 hari lagi. Sekalian ngambil cuti tahunan aku" ucap Ara memperjelas.


"Syukurlah Ra, kalau begitu" ucap Ali.


Lia yang sedang melanjutkan makan siangnya sambil memperhatikan Ali.


"Ra, kamu tidak makan siang dari rumah sakit?" tanya Ali heran melihat Ara sedang menyantap nasi padang.


"Makanan rumah sakit hambar Mas, lagian aku sudah sembuh kok" ucap Ara membela diri.


"Mas, Ara sudah punya calon suami. Jadi jangan terlalu perhatian, nanti calonnya marah" ucap Lia mempertegas.


"Iya mba, saya tahu. Kemarin saya bertemu dengan beliau" ucap Ali dengan santai.


"Oh begitu, kalau Masnya sudah punya istri?" tanya Lia sat sit set.


"Saya belum menikah Mba, barang kali Mbanya punya teman yang masih sendiri" tanya Ali sedikit bercanda.


"Sama Lia aja Mas, Lia jomblo. Pekerja keras juga Mas, bisa kerja sama mendirikan apotik kalian nanti" ucap Ara menimpali.


"Apaan sih Ra" tegur Lia yang tersipu malu.


Sembari Lia dan Ali saling berbincang, Ara masih memikirkan solusi agar dirinya dan Farhan tidak saling canggung, makanan di hadapannya saja masih banyak, karena makan sambil berpikir keras terhadap solusi hubungan mereka.


"Aku harus menjauh atau menjali hubungan dengannya?" gumam Ara dalam hati.


- Bersambung -


Yeay Alhamdulillah, akhirnya Author bisa update cerita lagi. Kabar baiknya aku sudah menyelesaikan skripsi aku, watunya fokus untuk menulis cerita ini menjadi karya selanjutnya sampai tamat.

__ADS_1


Mohon doanya ya teman-teman semuanya, untuk editor mangatoon terima kasih sudah mengingatkan aku untuk update cerita.


-NM-


__ADS_2