Jodoh Ku Satu Profesi

Jodoh Ku Satu Profesi
15 : Orang Tua Yang Durhaka?


__ADS_3

Pagi harinya Ara yang sedang membantu bi Ani menyiapkan sarapan dikejutkan oleh barang jatuh dari kamar mamanya Ara.


"ada apa mah?" tanya Anna bingung.


Ara pun segera menyusul sumber suara itu yang berasal dari kamar mamanya.


"Ini loh An, kartu ATM mama hilang" ucapnya sambil terus mencari.


"Terakhir ditaruh dimana Mah?" tanya Anna lagi. Sedangkan Ara masih bungkam, pipinya saja masih memar karena tamparan itu.


"Mama lupa An, pasti kamu kan Ra yang ambil ATM mama? ngaku kamu!" tuduh mamanya dengan menunjuk tegas ke arah Ara. Ara yang bingung langsung memanggil papanya yang berada di teras.


Tak lama papanya Ara datang.


"Bisa nggak Mah jangan ribut begini! ATM mama itu ada di papa. Lain kali tanya sama papa jangan menuduh Ara begitu. Kalian ada masalah apa sebenarnya? kenapa begini?" tanya papanya mulai kesal terhadap anak dan istrinya yang tidak akur itu.


Ditanya seperti itu, semuanya terdiam. Bibi yang mendengar dari dapur hanya mengelus dadanya saja. Karena jika papanya Ara sudah marah sangat menyeramkan. Hawanya menjadi beda, tak sama dengan amarah mamanya Ara.


"Tunggu dulu, itu pipi kamu ke Teh?" tanya papanya yang mulai sadar.


Papanya Ara mendekat dan melihat pipinya Ara. "Siapa yang buat kamu jadi begini Teh? jawab papa Teh!" tanya papanta Ara dengan tegas.


"Kenapa kalian diam? Bi Ani?" panggil papanya Ara dengan teriak.


"Iya pak" ucap Bi Ani.


"Kemarin ada masalah apa? dan kenapa pipinya Ara begitu? siapa yang menamparnya?" tanya papanya dengan marah.


"Begini pak, kemarin Neng Ara dan ibu bertengkar. Dan ibu tidak sengaja menampar neng Ara pak" ucap Bi Ani pelan.


"Kenapa Mah? masih mengungkit tingkah Ara beberapa bulan ini? Masih membedakan dia dengan anak kita yang lain? Papa mohon mama sadar! Ara itu anak kandung kita. Seumur-umur papa tidak pernah main tangan sama mama dan anak perempuan kita, kecuali ke Adit." ucap papanya.


Anna sudah menangis, sedangkan Ara pergi ke kamarnyaa karena dia sudah malas dengan perdebatan itu.


"Anak kandung? kenapa papa menegaskan itu? apa yang tidak aku ketahui?" gumamnya di kamar.

__ADS_1


...****************...


"Mending kamu tanya dan bicara dari hati ke hati ke mama kamu Ra, sepertinya ada sesuatu di masa lalu yang membuat kamu dibedakan seperti itu" ucap Lia memberi saran.


Sejak pagi Ara sudah di rumah Lia, karena Ara yang bingung tidak tahu mau kemana. Ke kampus juga bingung. Karena dosennya selalu slow respon terhadap skripsinya.


Sedangkan Lia sudah sidang, sekarang dia tinggal menunggu wisudanya itu.


"Aku nggak tahu harus gimana, aku bingung. Kisah percintaan juga nggak berjalan mulus, hubungan dengan keluarga semakin runyam, skripsi belum ada titik terang. Lalu aku harus gimana Li?" ucap Ara melas dan hampir menangis.


"Ra, kamu udah hijrah. Kamu udah ikhlaskan semua perasaan cinta kamu. Kini perbaiki hubungan kamu dengan Allah, Orang Tua dan sekitar. Pelan-pelan, kalau semua nya sudah kamu ikhlaskan, pasti semuanya akan berjalan sesuai rencana terbaik menurut Allah" ucap Lia menasehati Ara.


"Oke deh, aku bakal minta maaf sama mama. Dan tanya mama pengennya apa, aku nggak mau jadi anak durhaka, dan aku juga nggak mau menjadikan mama sebagai orang tua durhaka karena perdebatan ini" ucap Ara dengan mantap.


"Nah gitu dong, itu Ara yang aku kenal. Yang selalu semangat tanpa menyerah, jangan hanya karena cinta kamu jadi melempem Ra. Ayo buktikan!" ucap Lia menyemangati Ara.


"Hmmm ya gimana ya wkwkwk" ucap Ara sambil terkikik geli.


"Justru aku salut sama kamu Ra, disaat skripsi menjadi tujuan utama. Kamu masih sempat untuk mengurus Anna, mengurus kebutuhan rumah disaat om dan tante di luar kota. Kamu strong woman Azzahra wkwkwkkw" ucapnya Lia menghibur Ara.


"Iya deh. Makan seblak mantan yuh, lagi pengen nyeblak" rengek Ara sambil menunjukkan foto seblak mantan dari hpnya.


"Oke, kalau aku pesan seblak original mantan sama es teh juga" gumamnya sambil mengetikkan pesanan ke ojol langganannya.


...****************...


Di toserba Zam-Zam mamanya Ara sedang memilih belanjaan bersama Anna. Anna mendorong troley. Dan kini sedang berada di lorong segala sabun.


"Loh An bukannya itu Adi? dengan siapa dia An?" tanya mamanya yang tidak sengaja melihat Adi bersama wanita, ya siapa lagi kalau bukan Melia.


Adi memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Melia, dan ada urusan dengan Tio.


Jadi tidak pulang ke Bandung untuk sementara waktu.


"Itu tunangannya Mah, adek ketemu di Bandung waktu itu" jawab Anna sebal melihat wajahnya Adi.

__ADS_1


"oh tunangannya, seleranya buruk sekali. Untung saja mama tolak dia bersama Ara, karena sedari awal mama tidak suka dengan keluarganya itu. Dan hubungannya dengan Ara dulu hanya sebagai kedok, Adi itu memanfaatkan Ara dalam segala hal. Makanya mama menolak Adi dan menyuruh Adi untuk putus dengan Ara" ucap mamanya dengan santai.


Anna yang mendengar itu langsung tersadar, yang salah bukanlah Ara dalam hubungan itu. Namun ada sesuatu diantara mamanya dan Adi, yang Ara tidak tahu itu. Adi yang melihat kehadiran mamanya Ara dan Anna pun, datang menghampiri.


"Assalamualaikum tante, apa kabar?" ucap Adi sambil menyalami tangan mamanya Ara.


Disusul juga dengan Melia yang ikut menyalami.


"waalaikumsalam nak, alhamdulillah tante baik. Kata Anna, ini tunangannya?" Tanya mamanya Ara.


"iya ini tunangan saya tante, namanya Melia. Rekan satu kampus Azzahra juga tante" jawab Adi dengan ramah.


"wah hebat yah kamu Mel, dapetin pilot. Ara nggak pernah cerita tentang Melia. Oh selamat yah atas pertunangan kalian, tante lanjut dulu ya. Ayo An" ucap Mamanya Ara dengan kesan mengejek dan berlalu begitu saja.


Dan Anna tidak menatap Melia ataupun Adi sama sekali.


"Beda sekali dengan Ara ya mas." ucap Melia mengomentari sosok mamanya Ara.


"Tante Siska adalah seorang ibu yang sangat tegas terhadap anak-anaknya. Wajar dia begitu, kamu sudah selesai belanja? kamu pulang pake angkot aja ya. Saya mau bertemu mas Farhan" ucap Adi sambil berlalu.


"Loh mas, aku kok ditinggalin sih?!" ucap Melia menggerutu karena kesal ditinggal oleh Adi.


"Sialan!" ucapnya mengumpat.


Malam harinya Ara pulang ke rumah, di rumah sedang ada tamu yaitu Farhan dan Arya.


Ara yang kaget melihat kedua pria itu ada di rumahnya langsung nyeletuk.


"Ngapain kalian ke sini? bukannya sudah saya tegaskan?" ucap Ara dengan marah.


"Azzahra! mama nggak pernah ngajarin kamu untuk bersikap tidak sopan begitu. Cepat minta maaf" ucap mama Ara menegur.


"Tujuan saya kesini untuk memberitahukan bahwa Adi mengalami kecelakaan tunggal saat hendak bertemu saya" ucap Farhan memelas.


"Apa!" ucap Ara yang terkejut.

__ADS_1


...****************...


-Bersambung-


__ADS_2