
"Jadi saran saya, kamu meminta data sasaran imunisasi itu. Setelah itu tercantum data populasinya. Jadi dari sana kamu bisa tentukan sampel yang akan kamu teliti Ra" ucap Farhan mengoreksi proposal itu.
"Iya Mas, nanti saya observasi lagi" jawabnya.
"Semangat, saya yakin kamu bisa. Dan perbanyak baca-baca tentang kuisioner dan skala-skala dalam menentukan kuisioner itu." saran Farhan kembali.
"Iya Mas!" jawabnya.
"Saya boleh tanya Ra?" tanya Farhan hati-hati.
"Iya Mas Silakan" ucap Ara.
"Bagaimana perasaan kamu terhadap Adi dan Tio?" tanya Farhan secara langsung. Ara yang sedang meminun air lemon langsung tersedak.
"Uhuk-uhuk. Hah?" tanyanya bingung.
"Iya Ra, bagaimana perasaan kamu?" tanya Farhan sekali lagi.
"Itu hak saya mas!" ucap Ara kesal.
"Apakah mulai saat ini saya boleh mendekati kamu Ra?" tanya Farhan kembali.
__ADS_1
"Aneh! saya permisi. Pesanannya bayar sendiri-sendiri!" ucapnya kesal dan berlalu pergi membawa barang-barangnya.
Farhan yang melihat itu tersenyum tipis.
"Aku akan buat kamu bahagia Ra dengan caraku. Bukan menyuruh kamu untuk segera melupakan masa lalumu. Tapi untuk membuatmu bahagia" gumamnya dalam hati.
......................
Melia yang kini sedang duduk bersama orang tuanya dan tak lupa Hanif mantan pacarnya dahulu.
Mereka berkumpul di rumah orang tuanya Melia.
"Jadi ini kelakukan kamu Mel? kamu sudah punya tunangan Mel. Dan tunangan mu itu masih saudara dengan kita. Mau diletakkan dimana wajah ayahmu ini Mel?." ucap Ayahnya yaitu Pak Adam dan istrinya Bu Alin.
"Sudah 3 minggu Bu. Ini kesalahan Bu, kami sama-sama khilaf" ucap Melia membela diri.
"Khilaf? Kalau kamu khilaf kenapa kamu bisa membawa Hanif ke kamarmu? itu yang namanya khilaf Mel?" sanggah Ayahnya kesal.
"Permisi Pak, saya bersedia bertangung jawab. Lagi pula saya dan Melia masih sama-sama mencintai" ucap Hanif dengan berani.
"Kamu yakin? kamu yakin mencintai anak saya? bukan hanya karena nafsu?" tanya Ayahnya memastikan.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim saya yakin Pak, saya mencintai Melia. Mungkin jalan jodoh kami harus begini" ucap Hanif sambil menunduk.
Ayahnya Melia mendekat ke Hanif dan memeluknya.
"Terima kasih Nak, terima kasih karena sudah bertangung jawab kepada anak saya. Menikahlah secara sah, lalu kalian bertaubat agar Allah memaafkan dosa-dosa kalian. Ikhlaslah, besok Ayah akan telpon Farhan sebagai kakaknya Adi untuk membatalkan pernikahan kalian" ucap Ayahnya tegas.
"Terima kasih Yah, maafkan Melia yang sudah berlaku tidak baik" ucapnya bersujud pada Ayahnya. Lalu Ibunya membantunya berdiri.
......................
"Orang tua Melia mengabari gue, besok kita ke rumahnya" ucap Farhan pada Adi.
"Loe dari mana Kak?" tanya Adi yang bingung, sudah malam. Kakaknya itu masih rapi saja.
"Sharing tentang skripsi Ara, di Cafe dekat rumahnya" balas Farhan sambil mengambil minum di kulkas.
"Sukur deh, loe ada wawasan jadi bisa bantu Ara. Besok jadwal kontrol gue Kak. Pulang dari kontrol aja kita ke rumah Melia" saran Adi santai dan acuh terhadap urusan Farhan dan Ara. Farhan hanya mengangguk dan pergi ke dalam kamarnya.
Di rumahnya Ara bingung dengan pertanyaan Farhan yang tiba-tiba begitu.
"Jangan bilang dia mau ghosting aku?. Wah parah sih. Ade sama Kakak sama aja" ucapnya kesal dan tertuduk di tempat tidurnya.
__ADS_1
"Ah sudahlah, waktunya berjuang untuk skripsi" ucapnya berteriak.
- Bersambung-