Jodoh Tak Lari Ke Mana

Jodoh Tak Lari Ke Mana
Kecemasan Kaysa


__ADS_3

"Terserah Ibu! Lebih baik, aku berangkat ke kantor sekarang!" Damar langsung beranjak dari kursi. Dia pun semakin kesal dan dadanya terasa terbakar mendengar nasihat ibunya yang sangat pedas itu. Menurutnya, sampai kapanpun dia akan membenci anak itu.


''Jangan pergi dulu! Makananmu kan belum dimakan sama sekali!'' cegah ibunya Damar sambil terus menitikkan air mata.


''Ibu makan saja sendiri! Aku tidak lapar lagi!'' Damar segera melangkah pergi meninggalkan ibunya sendirian.


''Ya Tuhan, sampai kapan hatinya akan mengeras seperti batu? Aku mohon lembutkanlah hatinya sesegera mungkin.'' Tangan ibunya Damar menengadah ke atas berdoa pada Sang Pencipta.


***


Kini jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. David masih saja sibuk melanjutkan pekerjaannya. Dia sengaja lembur malam ini agar akhir pekan uang gajiannya bertambah. Dia ingin sekali mengajak anak-anak dan istrinya pergi jalan-jalan ke tempat wisata terdekat.


Selama mereka menghuni rumah baru, dia sama sekali belum pernah mengajak mereka pergi jalan-jalan. Selain karena belum sempat, keterbatasan dana menjadi faktor utamanya. Uang hasil berjualan rumah kedua orangtuanya pas-pasan untuk membeli rumah baru. Kalau soal kendaraan, David masih menggunakan motor peninggalan kedua orangtuanya.


''Ayo kita makan dulu,'' ajak Pak Samsul tersenyum senang melihat kegigihan David dalam mencari nafkah. Saat ini cuma David saja yang masih tinggal di bengkel. Yang lain sudah pulang sejak satu jam yang lalu.


''Em, Bapak duluan saja! Ini tanggung sebentar lagi selesai kok,'' sahut David terus fokus mengutak-atik mesin motor yang sedang diperbaikinya.


''Hem, sebentar darimana coba? Kamu saja masih sibuk mengecek kabel mana yang tidak berfungsi lagi? Ayolah kita makan saja dulu! Ah ya, apa kamu sudah mengabari anak dan istrimu di rumah kalau malam ini kamu berniat lembur?'' tanya Pak Samsul penasaran. Dia cemas sekali dengan anak dan istrinya David di rumah.


''Kalau soal itu tentu sudah, Pak. Aku tidak mungkin membiarkan mereka merasa khawatir,'' jelas David tersenyum geli. Dia senang mengetahui basnya yang penuh perhatian sama dia dan keluarganya.


''Baguslah kalau begitu. Ya sudah, ayo cepat bangun dari sana! Mari kita mengisi perut dulu sebelum bertempur sampai malam. Ingat kegigihan itu tidak akan berjalan lancar jika kita lalai menjaga kesehatan tubuh. Kalau penyakit sudah menyerang tubuh, bagaimana kita akan memiliki ekstra tenaga untuk bekerja,'' nasihati Pak Samsul terkekeh.


''Hehe, benar juga ucapan Bapak itu! Baiklah, aku tak bersih-bersih dulu sebelum makan.'' David segera beranjak dari posisinya. Dia melangkah mendekati keran air yang tersedia di sana.

__ADS_1


***


Di rumah Kayra masih saja sibuk menjawab pertanyaan anaknya Kaysa. Sejak tadi sore dia terus mempertanyakan keberadaan ayahnya yang tak kunjung pulang ke rumah. Biasanya David paling lambat pulang pukul enam malam.


''Unda, tok Ayah elum ulang sih? Initan udah mayem? Apa Ayah bo'ongin tau ya?'' ulangi Kaysa dengan mata berkaca-kaca.


''Anak bunda yang pintar dan imut ini, Ayah belum pulang karena sedang lembur, Sayang! Ayah nggak bohongin Kaya kok! Apa Kaysa pingin ngelihat Ayah kerja biar percaya?'' tanya Kayra tersenyum gemas. Dia tak ada pilihan lain selain menunjukkan pada anaknya kegiatan David saat ini untuk menenangkan hati dan pikiran anaknya.


Kaysa langsung mengangguk.


Kayra segera mengambil ponselnya yang berada tak jauh dari mereka baringan. Dia langsung menghubungi David via video call. Baru saja terdengar dering sekali, panggilannya sudah diangkat sang suami.


''Hem, istriku ini sudah kangen berat ya? Kok, belum-belum sudah video calo lagi?'' sapa David terkekeh geli.


''Memang nggak boleh gitu?'' sewot Kayra berpura-pura mencebikkan bibirnya.


''Memang bisa?'' goda Kayra tersenyum geli.


''Tentu bisa dong lewat perasaan Mas yang menggebu-gebu,'' jelas David terkekeh geli.


''His, suamiku ini memang raja gombal ya?'' goda Kayra tersenyum geli.


''Nggak apa-apa gombalin istri sendiri ini. Oh ya, anak-anak gimana sudah pada tidur belum?'' tanya David penasaran sekali. Tiba-tiba dia merindukan putrinya.


''Astaga, aku sampai lupa kalau tujuan aku video call ini karena anak gadis ayah dari tadi sibuk nanyaain ayahnya yang belum pulang-pulang!'' Kayra menepuk jidatnya pelan karena lalai.

__ADS_1


David semakin gemas melihat aksi bodor istrinya itu. ''Hem, masih muda sudah pikun istriku ini. Bagaimana tuanya nanti? Jangan-jangan nanti jumlah dan namanya anaknya sendiri nggak ingat,'' goda David terkekeh.


''His, mana ada seperti itu! Ini semua gara-gara gombalan Mas! Ya sudah, ini anak gadismu mau ngobrol sama ayahnya!'' Kayra tersenyum. Lalu, mengarahkan ponselnya pada Kaysa. Karena dia juga masih ingin menatap wajah sang suami tercinta. Akhirnya dia menempelkan pipinya dengan pipi Kaysa agar David bisa melihat keduanya.


''Hey, kok anak gadis ayah matanya sembap gitu?'' tanya David jadi sangat sedih. Dia tak tega melihat putrinya seperti itu. Sungguh dadanya jadi terasa sesak.


''Ayah tok dak ulang-ulang? Atu tatut! Ayah cepet ulang ya?'' pinta Kaysa menangis.


''Hey, jangan menangis gitu dong, Sayang! Ayahkan lagi kerja lembur! Nanti, uangnya bisa buat kita jalan-jalan! Katanya Kaysa mau lihat kanguru, jerapah, sama harimau lagi di kebun binatang,'' jelas David miris di hatinya. Dia mencoba membuat anak gadisnya mengerti.


''Ayah, janji?'' tanya Kaysa tersenyum senang. Dia memang sangat menginginkan hal itu. Dia terakhir kali melihatnya saat masih diasuh Kayla.


''Iya, Ayah janji, Sayang! Jadi, Ayah mohon sama Kasya jangan menangis lagi, ya! Kalau Kaysa terus menangis entar Ayah kerjanya nggak nyaman. Lebih baik, Kaysa segera bobok biar nggak kepikiran Ayah terus,'' nasihati David tersenyum.


''Iya, Yah! Atu tayang banet ama Ayah! Bye, Ayah!'' Kaysa tersenyum hangat sambil melambaikan tangannya.


''Iya, Ayah juga sayang banget sama anak gadis ayah yang semakin dewasa dan mengemaskan ini. Bobok langsung, ya! Jangan buat bunda khawatir,'' pesan David tersenyum hangat. Sungguh dia merasa sangat beruntung dikaruniai anak perempuan secerdas Kaysa.


Kaysa langsung mengangguk patuh dan mulai memejamkan matanya.


''Kamu benar-benar Ayah yang hebat dan cerdas, Mas! Kaysa bisa sangat patuh sama kamu. Aku tidak bisa membayangkan jika kami hidup tanpa kamu,'' ucap Kayra menangis haru.


''Hem, kok sekarang malah bundanya yang cengeng, sih?'' goda David tersenyum gemas.


''Aku bukan cengeng, Mas! Aku hanya takut saja! Pokoknya, kamu nggak boleh pergi jauh-jauh dari kami! Kamu harus selalu bersama kami sampai kapanpun,'' pinta Kayra terisak-isak. Entah kenapa tiba-tiba hatinya ikut sedih dan merasa cemas pada suaminya.

__ADS_1


''Astaga, kalian ini mengemaskan sekali malam ini? Padahal baru saja ditinggal lembur sehari sudah pada ketakutan begitu,'' goda David terkekeh geli.


__ADS_2