Jodoh Tak Lari Ke Mana

Jodoh Tak Lari Ke Mana
Menemani


__ADS_3

"Ih, Mas ini kok malah bercanda mulu, sih! Aku ini lagi serius loh! Entah mengapa perasaanku begitu gelisah dan takut terjadi sesuatu sama kamu.'' Kayra menatap serius sang suami. Matanya terus menitikkan air asin.


"Ya sudah, besok-besok Mas nggak bakalan lembur deh! Nanti, Mas pikirkan cara lain saja untuk menambah pemasukan kita. Sudah jangan menangis! Dada Mas sesak banget melihat kamu serapuh ini. Percayakan saja semuanya pada yang maha kuasa. Kita harus yakin dan ikhlas bahwa semua yang terjadi sudah ditentukan sejak kita masih di dalam rahim ibu kita.'' David tersenyum hangat. Dadanya bergetar mengatakan semua itu pada sang istri.


Kayra mengangguk sambil tersenyum sedih.


''Mas!'' panggil Kayra.


''Iya, Sayang.'' David tersenyum hangat.


''I love you forever!'' Kayra mengusap aliran air dari matanya.


David terbengong merasakan betapa bahagia hatinya mendengar pernyataan sang istri.


''I love you too forever, my wife.'' David berucap lirih dengan tempo yang lambat. Bibirnya terus tersenyum hangat.


Tanpa diduga-duga aksi sepasang suami istri itu disimak Pak Samsul yang hendak mengambil obeng di bengkel. David sengaja membawa makanannya ke bengkel karena malu jika makan bersama-sama keluarga pak Samsul.


''Wah, yang sudah tua begini harusnya menjauh biar nggak mengusik kebahagiaan yang masih muda-muda,'' ledek Pak Samsul terkekeh geli.


Hal itu membuat Kayra merasa malu bukan kepayang. Namun, tidak dengan David. Dia malah langsung meladeni ledekan basnya tersebut.


''Benar banget itu, Pak. Kan, dulu juga Bapak sama istrinya sudah puas merasakan yang namanya pacaran setelah punya anak. Dengan begitukan keharmonisan rumah tangga selalu terjaga sampai menua,'' sahut David tersenyum geli.


''Good, lanjutkan! Maaf, Bapak cuma mau numpang lewat ambil obeng saja kok. Habis itu, Bapak nggak bakalan ganggu kalian lagi deh,'' ucap Pak Samsul tersenyum kikuk. Matanya langsung meneliti kotak berisi peralatan bengkel. Dia hendak mencari obeng yang minus.


''Oke bosku.'' David terkekeh geli.


Kayra terus menyimak aksi sang suami. Entah kenapa tiba-tiba timbul rasa ingin men-screensoot gambar sang suami yang sangat mengemaskan itu. Kayra mengambil beberapa gambar David untuk dijadikan kenang-kenangan saat sang suami sedang lembur bekerja.


''Mas, gaya cool-nya mana?'' pinta Kayra tersenyum.


''Nih!'' David langsung mengedipkan matanya sebelah dengan ekspresi genit.

__ADS_1


Cekrikkk!


Kayra semakin semangat mengambil gambar sang suami yang begitu mengemaskan itu.


''Hey, kamu ini sedang apa, Sayang? Apa kamu sedang mengambil gambar wajah Mas yang super tampan ini?'' goda David terkekeh geli.


''Yaps, betul banget!'' kayra ikut terkekeh geli.


''Astaga, istriku ini memang sangat mengemaskan sekali. Ya sudah, Mas mau lanjut makan dulu. Habis itu mulai kerja lagi. Ah ya, jangan lupa persiapkan diri untuk nanti malam,'' pesan David tersenyum genit.


''Siap, suamiku. Bye!'' Kayra melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.


''Bye, emmuaachhh!'' David memberi kiss jarak jauhnya pada Kayra.


''Emuuachhh, juga.'' Kayra membalasnya. Tangannya seolah enggan menyentuh icon berwarna merah untuk mengakhiri panggilan mereka itu.


''Hey, kok, belum di akhiri sih?'' tanya David gemas.


''Em, bagaimana kalau aku temani Mas bekerja saja? Aku bosan nggak ada kegiatan kalau anak-anak sudah pada tidur begini. Bolehkan?'' balas Kayra memasang wajah memelas.


''Iya, nggak apa-apa. Yang penting menaruh ponselnya di tempat yang benar agar aku bisa memandori suamiku yang sedang sibuk cari nafkah,'' balas Kayra tersenyum geli.


''Siap istriku tercinta.'' David langsung bangkit untuk menarik kursi yang tak jauh dari lokasi dia duduk. Dia meletakkannya tepat di hadapan kursinya. Lalu, meletakkan ponselnya di sana. Tak lupa dia mengganjalnya dengan sesuatu agar ponselnya tidak tergeletak begitu saja.


Dia segera duduk di kursinya.


''Bagaimana kelihatan jelas tidak?'' tanya David memastikan.


''Iya, kelihatan jelas kalau suamiku tampan sekali,'' jelas Kayra tersenyum haru.


''Syukurlah, kalau kamu mengakuinya. Yuk, makan!'' David mulai memasukkan satu suapan nasi bercampur lauk ke dalam mulutnya.


''Iya, enakin saja.'' Kayra tersenyum sedih menyaksikan betapa besarnya perjuangan sang suami. Dia bahkan rela melayani keinginan Kayra walaupun sedang sibuk begini.

__ADS_1


Hampir dua jam berlalu, mereka berdua melakukan video call. Kayra sama sekali tidak beranjak dari posisinya menyimak apa yang dikerjakan sang suami. Sedangkan, David semakin bersemangat karena ditemani sang istri tercinta.


Kini pekerjaannya sudah hampir selesai.


Dia mulai menyalakan mesin motor yang diperbaikinya untuk mengecek apakah yang diperbaikinya sudah benar-benar pulih kembali.


Brum! Brum!


David sedikit memainkan gas motor tersebut untuk mendengarkan suara mesin kendaraannya apakah sudah sesuai keinginannya.


Kayra terus menyimak apa yang dilakukan sang suami. Melihat sang suami sudah memainkan gas motor tersebut. Kayra langsung tersenyum senang karena menurutnya pekerjaan sang suami nyaris selesai.


''Syukurlah, sudah selesai kerjakan, Mas! Sekarang tinggal beres-beres dan mencuci tangan. Habis itu bisa segera pulang ke rumah.'' David mematikan mesin motornya sambil tersenyum senang.


Karena suara mesin motor yang bising, Kayra tidak mendengar sama sekali celotehan sang suami. Demi menjawab rasa penasaran, dia langsung bertanya saat mesin motornya sudah tidak berbunyi lagi.


''Bagaimana sudah selesai, Mas?'' tanya Kayra penasaran.


''Sudah, Sayang! Ini Mas mau beres-beres dan membersihkan tangan! Habis itu Mas pulang deh ke rumah,'' jelas David tersenyum semangat. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah.


''Syukurlah,'' ucap Kayra tersenyum senang. Dia juga sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan sang suami. Dia berencana ingin memijati tubuh lelah sang suami. Meregangkan otot-ototnya yang jelas kaku akibat kehamilan bekerja.


Dengan gesit David membereskan bekas peralatan bertempurnya. Memasukkannya ke dalam tempatnya masing-masing. Setelah semuanya rapi, David segera meminta izin pada sang istri untuk mengakhiri panggilannya dulu karena dia ingin bersih-bersih dan segera pulang ke rumah.


''Sayang, Mas akhiri dulu panggilannya. Mas, mau bersih-bersih terus ganti pakaian. Habis itu langsung pulang ke rumah. Ah ya, ada yang mau dibeli tidak?'' tanya David sebelum mengakhiri panggilannya.


''Tidak ada. Aku masih kenyang kok,'' jelas Kayra tersenyum senang karena sang suami selalu perhatian padanya. David tidak pernah merasa sayang menghamburkan uang jerih payahnya untuk menyenangkan anak dan istrinya.


''Ya sudah. Mas, matikan sekarang?'' Kayra mengangguk sambil tersenyum.


''See you at home, Dear! Emmuuahhhh!'' David memberi kiss lalu tersenyum manis.


''Iya, Mas. Emmuuuahh!'' Kayra tersenyum bahagia.

__ADS_1


David langsung menyentuh icon berwarna merah karena sudah tidak sabar lagi ingin segera pulang ke rumah.


Kini David sudah selesai mengganti seragam kerjanya. Dia segera meminta izin pada Pak Samsul. Lalu, bergegas mengendarai motornya pulang ke rumah. Dia sengaja menambah sedikit kecepatan laju motornya agar segera sampai di rumah. Namun, ketika sampai di sebuah jembatan yang di bawahnya terdapat arus sungai yang sangat deras.


__ADS_2