Jodoh Tak Lari Ke Mana

Jodoh Tak Lari Ke Mana
Gagal


__ADS_3

Kening Kayra langsung mengerut. Dia merasa ada sesuatu yang suaminya sembunyikan.


"Ini sangat aneh, tadi dia sibuk mengajak aku mencari solusi. Giliran sekarang, dia malah mau mengasih tahu caranya. Oh, aku tahu ... itu pasti hanya modusnya saja untuk mengerjaiku," batin Kayra manggut-manggut. Dia segera membalas tawaran sang suami.


"Nah, itu Mas sudah tahu caranya! Kok, tadi sibuk minta bantuan sama aku? Jangan-jangan Mas ada rencana terselubung nih?" tanya Kayra cemberut.


Gluk!


David menelan ludahnya. Dia terjebak sendiri dengan kata-katanya yang tidak tepat.


"Aduh, kenapa dia tahu sih rencanaku," batin David garuk-garuk kepala. Wajahnya meringis.


"Ayo benarkan dugaanku?" tanya Kayra cemberut.


"Hey, bukan begitu. Mas, memang sudah tahu caranya. Akan tetapi, Mas tetap butuh bantuan kamu untuk menidurkannya. Kalau tanpa bantuanmu pasti itu akan sulit sekali. Malah yang ada nanti Mas sakit karena tidak tersalurkan dengan baik," jelas David tersenyum kikuk.


"Huh, aku nggak percaya! Itu pasti cuma modus saja! Sudahlah, aku mau istirahat saja," balas Kayra cemberut.


"Eh, Mas, serius! Coba kamu tonton video ini dahulu," ucap David merogoh ponsel di saku celananya.


Kayra hanya diam saja menyimak kegiatan sang suami.


David langsung memasukan kata kunci ke laman pencarian. Tak lama munculah apa yang dia cari. Tanpa berlama-lama dia memilih salah satu video yang dia inginkan untuk dipraktekan sang istri.


"Nih, coba tonton dulu videonya!" David memberikan ponselnya.


Dengan wajah jutek, Kayra menerima ponsel sang suami. Dia mulai mengamati apa yang dijelaskan di video tersebut. Awalnya Kayra tampak serius menyimak apa yang dijelaskan di videonya. Namun, ketika keluar gambar tentang peragaan yang Kayra sendiri baru tahu. Otomatis dia sangat terkejut.


"Astaga, ini video apaan sih?" Matanya melebar dan otomatis tangannya melempar asal ponsel itu sembarangan. Untung saja David cepat tanggap menangkapnya. Kalau telat sedikit saja, bisa dipastikan ponselnya hancur lebur.

__ADS_1


"Bagaimana kamu sudah percayakan sama kata-kata Mas setelah menyimak videonya. Berarti sekarang kita praktekan, ya?" tanya David tersenyum genit.


Dia mulai menurunkan kepalanya mendekati wajah Kayra.


"Apaan sih, Mas? Aku nggak mau pokoknya! Itu sangat mengerikan," tolak Kayra mendorong wajah David cepat.


"Huh, kok gitu sih? Ayolah! Memang kamu nggak kasihan sama Mas?" rengek David memelas.


Kayra terdiam. Dia memang ngeri sekali dengan apa yang dijelaskan di video tadi. Namun, melihat wajah memelas David. Dia merasa iba. Pandangannya langsung fokus melihat ke arah pusaka sang suami. Dia ingin memastikan bahwa dia sudah baik-baik saja.


Melihat hal itu, David langsung tersenyum senang. Dia paham kalau sang istri pasti sedang berpikir keras soal permintaannya.


"Mas, coba deh lihat itunya Mas! Sepertinya, dia sudah tertidur kok!" tunjuk Kayra tersenyum meringis malu. Dia sudah tidak melihat ada tonjolan lagi.


"Ah, masa?" tanya David ikut menyimak juga. Begitu melihatnya, tubuh David langsung lesu. Ternyata pusakanya benar-benar sudah kembali ke asal karena terlalu lama berdebat dengan sang istri.


"Benarkan, Mas?" tanya Kayra memastikan sambil tersenyum malu.


"Em, berarti tutorial video tadi isinya hoaks. Buktinya, tanpa aku apa-apakan itunya sudah tidak bereaksi lagi. Jadi, jangan pernah percaya sama hal-hal seperti itu." Kayra tersenyum menang.


"Hehe." David hanya cengengesan saja. Dia tak tahu harus berkomentar apalagi pada sang istri. Jika dia semakin memperjelas yang ada nanti sang istri semakin tidak percaya dengan dia dan penjelasan video tadi. Jadi, dia memutuskan untuk diam saja mematuhi perkataan sang istri.


"Sudah ya, aku mau istirahat dahulu. Tolong Mas sekarang tengok si Davin dan Kaysa saja di depan," pinta Kayra segera memperbaiki posisi tubuhnya agar enak berbaringnya.


"Siap, istriku!" David tersenyum kikuk lalu segera berbalik melangkah keluar dari kamar.


Di sepanjang perjalanan David terus mengumpat kesal pada pusakanya yang mudah loyo.


"Huh, kau ini tidak bisa diajak kompromi." David yang sedang kesal tak sengaja menepuknya.

__ADS_1


"Aw!" Dia menghentikan langkahnya merasakan ngilu pada pusakanya. Tangannya langsung mengelus lembut pusakanya agar rasa sakitnya berkurang.


Aksinya itu mengundang perhatian pembantu di rumah Nayla yang tidak sengaja melihatnya. Dia berhenti di depan pintu dapur karena penasaran dengan ulah David. Dia sedang membawa nampan berisi camilan dan minuman untuk dibawa ke depan.


"Eh, itu Aden ngapain ya kok seperti sedang kesakitan? Itu tangannya kenapa juga mengelus-elus itu? Apa tadi dia sudah tidak sabar ingin bertempur?" batin pembantu Nayla tersenyum geli.


Tidak sengaja mata David melihat aksi pembantunya. Dia langsung tertegun dan menghentikan usapan lembutnya itu.


"Astaga, kok bisa ada dia di sana sih? Mau ditaruh di mana coba mukaku ini," batin David meringis malu.


"Oh Tuhan, hari ini kenapa aku begitu sial?" imbuh David lesu dalam hati. Bergegas dia melangkah pergi meninggalkan lokasi. Dia berpura-pura seolah tidak tahu kalau pembantunya melihat aksinya tadi.


Di ruang tamu, David langsung duduk di samping ibunya Nayla. Dia berusaha untuk terlihat tenang dan santai di depan orang-orang. Seolah-olah sedang tidak terjadi sesuatu padanya.


Tak lama munculah pembantu Nayla mengantarkan apa yang diminta ibunya Nayla tadi. Dia menahan tawa sambil melirik ke arah David. Hal itu mengundang rasa curiga di hati Nayla.


"Itu kenapa Mbak Suny senyam-senyum sambil memperhatikan Mas David. Jangan bilang kalau dia naksir juga sama Mas David? Huh, awas saja dia kalau berani macam-macam. Akan kuselidi nanti kalau keadaan sudah aman," umpat Nayla dalam hati. Bibirnya mengerut. Hatinya kesal melihat aksi genit pembantunya itu.


Malamnya, di saat semua penghuni rumah sudah pada tidur. Kayra dan David masih saja belum tidur. Mereka masih menemani Davin yang tak kunjung tidur. Posisi Davin berada di tengah-tengah mereka yang baringan di atas kasur.


"Apa mungkin kita akan ronda malam ini menjaga bocil?" tanya David tersenyum geli.


"Entahlah, mungkin karena dia belum terbiasa tinggal di sini. Jadi, matanya sulit dipejamkan. Diakan terbiasa tidur di rumah sakit sejak lahir." Kayra terkekeh.


"Iya benar juga." David tersenyum dengan mata sayup-sayup.


"Jika Mas David sudah mengantuk sebaiknya tidur duluan saja. Lagi pula besokkan Mas harus kerja," balas Kayra tersenyum manis. Tangannya menyentuh wajah David. Ada rasa senang dan kasihan di hatinya melihat mata sang suami sudah mulai menyipit. Itu berarti kalau David sudah mulai mengantuk.


"Mana mungkin aku bisa tidur, jika istriku masih terjaga sendirian begini. Akan aku temani kamu sampai dia tertidur." David menyentuh pipi Kayra juga sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


"Sebaiknya, Mas tidur saja duluan! Besokkan Mas harus bekerja. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam," perinta Kayra tersenyum. Tangannya masih saja mengusap lembut pipi David sambil tersenyum hangat.


__ADS_2