Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Abdul mengunjungi Aisyah


__ADS_3

Allah itu dalang dan manusia sebagai wayang nya.


-Ustadz Khozin.-


Malam itu Liya memberi tau Abdul perihal yang menimpa Aisyah. Dengan tergesa-gesa Abdul menuju rumah sakit tempat Aisyah dirawat. Yang Abdul tau, Aisyah kritis itu saja.


"Di dalam.. ada Yusuf ?" tanya Abdul pada Liya saat sampai di depan pintu rawat Aisyah.


Liya menggeleng, ia merasa bersalah pada Abdul juga Aisyah. Andai saja ia tidak membujuk Aisyah untuk menerima Yusuf pasti sekarang Aisyah sudah berbahagia besama Abdul.


"Aku tau ini salah, tapi bisakah kau membantuku sekali ini saja. Tolong izin kan aku bertemu dengan Aisyah." pinta Abdul dengan memelas.


Yang Abdul tau, Aisyah telah menjadi milik Yusuf karna itulah ia memohon pada Liya untuk diizinkan bertemu dengan Aisyah untuk yang terakhir kali.


"Kau.. masih mencintai Aisyah?" tanya Liya ragu.


Abdul mengangguk kecil. Liya menangis, ia tersentuh akan kekuatan cinta Abdul dan Aisyah.


" Abdul, sebenarnya Aisyah belum menikah." ucap Liya pelan.


Mendengar itu Abdul langsung menerobos pintu masuk kamar rawat Aisyah.

__ADS_1


Aisyah terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara keras dari pintu kamar. Abdul berjalan pelan mendekati Aisyah. Hatinya bergetar melihat betapa pucatnya wanita yang selama ini selalu mengisi hari-harinya.


Aisyah terkejut melihat kedatangan Abdul. Kedua matanya berkaca-kaca. Sosok yang selama ini ia rindukan tengah berada di hadapannya.


" Aisyah, menikahlah denganku." ucap Abdul penuh harap.


Setelah penantian yang panjang, akhirnya ia mampu mengatakannya. Tangis Aisyah pecah saat itu juga. Mengapa ? mengapa dia harus datang di saat yang tidak tepat ?


"Maafkan aku." jawab Aisyah.


'Aku tak ingin melukai perasaan lelaki yang ku cintai lebih dalam.' batin Aisyah menjerit.


" Sya, aku mencintaimu sungguh, sejak pertama kali pertemuan kita. Aku selalu merindukan mu. Aku selalu ingin bertemu dengan mu." jujurnya.


"Itu hanyalah sementara Abdul. Seiring berjalannya waktu kau akan muda melupakanku." jawab Aisyah.


Aisyah berusaha tegar. Bahkan kini ia tengah tersenyum gembira menutupi hatinya yang terasa sakit teramat sangat.


"Tidak Aisyah. Aku pernah mencoba untuk melupakanmu tapi aku tak mampu." ungkapnya.


"Lupakan aku." ia terdiam. Namun beberapa menit kemudian ia tertawa.

__ADS_1


"Di sekolah aja masih disuruh belajar sejarah. Gimana bisa move on." candanya. Disaat seperti ini ia masih mampu bercanda.


"Kan sudah tidak sekolah lagi." Aisyah menjawab nya dengan ketus. Entah mengapa kalau berhadapan dengan Abdul sifatnya sedikit cerewet.


"Tapi kan.." Abdul berhenti berucap. Seakan ia tengah kehabisan kata untuk di ucapkan.


"Aku tidak mencintai mu." seru Aisyah pelan.


Berat hati Aisyah mengucapkan kata menyakitkan itu. Hanya itu yang terbaik yang bisa ia lakukan untuk pujaan hatinya itu. Ia tak melihat Abdul menangisi kepergian nya nanti.


Mendengar jawaban Aisyah yang menolaknya membuat Abdul pasrah dan menyerah.


"Baiklah. Kamu boleh menolak cintaku. Tapi izinkan aku menjadi temanmu. Teman yang hanya akan berbagi duka dan kebahagiaan." ucapnya dengan penuh keceriaan. Menutupi betapa rapuhnya hatinya saat ini.


" Abdul, kumohon.." belum selesai Aisyah berucap, Abdul lalu berkata.


"Aku akan kembali lagi besok." Abdul pun pergi meninggalkan ruangan itu.


Entah apa yang Tuhan rencanakan untuk mereka berdua mengapa cobaan selalu datang dan menghalangi bersatunya cinta keduanya.


-to be continued-

__ADS_1


Mohon kritik dan saran 🙏


__ADS_2