
Allah SWT berfirman, "kalau engkau menghitung nikmat Allah, maka engkau tidak akan dapat menghitungnya".
Tetapi nikmat dunia yang paling agung teringkas dalam tiga perkara : mencium istri, bersenggolan kulit dengan istri, dan jima'.
-Hadiah terindah untuk pengantin-
.
.
.
Warning π
Hawa dingin sangat menusuk, terlihat dua orang berbeda jenis itu tengah terlelap setengah telanjang. Sang mentari sudah berada di atas kepala, pertanda bahwa sudah masuk waktu dhuhur.
Si wanita bergeliat pelan. Kepalanya terasa berdenyut karna tidur di waktu yang salah yaitu waktu pagi sampai siang. Aisyah perlahan membuka matanya dan berniat akan membersihkan diri.
Masih terlintas dalam ingatannya pergumulannya semalam bersama suaminya yang mampu bertahan sampai subuh.
Wajahnya merah merona mengingat betapa perkasanya suaminya semalam padahal ia sudah menyerah dan ingin berhenti tapi ia tidak mau mengecewakan suaminya. Alhasil semua badannya terasa remuk setelah digarap semalaman.
Dengan pelan Aisyah melepas tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya. Kedua kakinya diangkat hati-hati agar tidak membangunkan suaminya.
Tapi usahanya berakhir dengan sia-sia.
"Mau kemana, hm?" tanya Abdul yang ternyata sudah terbangun.
"Maaf, apa aku mengganggu tidurmu?" Aisyah menyisir Surai hitam suaminya yang lebat dengan tangannya.
Abdul tidak menjawab, ia hanya menenggelamkan kepalanya ke dalam dua buah dada Aisyah yang menurutnya sangat lah lembut dan menggoda.
Tangannya sudah mulai nakal memasuki kaos belakang Aisyah dan mengelus punggung istrinya.
" Suamiku, sudah masuk waktu dhuhur, ayo sholat." ajak Aisyah yang masih mengelus rambut suaminya.
"Hmm, sayang, aku ingin." ucap Abdul yang memang tidak pernah tahan menganggurkan istrinya ketika di atas ranjang.
"Tapi..."
"Cuma sebentar, ngga lebih dari satu jam." kata Abdul yang sudah memegang kedua tangan istrinya dan mencium kedua pipinya.
Aisyah tertawa mendengar nya. "Kau fikir aku bakal percaya, selama ini dua jam adalah waktu paling pendek yang pernah kau lakukan."
"Ayolah, ini adalah rekor terbaru kategori paling cepat yang akan kita lakukan." desak Abdul yang sudah memainkan kedua gunung berapi yang belum aktif.
__ADS_1
"Tapi mas.."
" Please, kita coba gaya baru biar cepat puas."
"Tapi mas, apa boleh dalam agama kita?"
"Please sayang, yang mas tau istrinya mau di garap seperti apapun boleh, asal yang di tuju adalah farji (********)." ucap Abdul agak terbata karna ia sudah sangat ingin.
Aisyah kikuk mendengarnya. Abdul memang suaminya, tapi ia masih malu jika membicarakan hal se intim ini. Iapun menyerahkan diri pada suaminya.
Setelah berucap basmallah Abdul pun memulainya.
β skip ya, kalau kalian ingin tau tata caranya baca saja di kitab 'Fatchul Izar' atau 'Qurratul Uyun' karna jujur saja saya juga belum merasakan bagaimana rasanya surga dunia yang katanya Subhanallah sangatlah Nikmatπ€β
Abdul memenuhi janjinya yang hanya bermain tak lebih dari satu jam. Aisyah sampai heran, apa memang hasrat seorang pria sebesar itu atau hanya suaminya saja.
Tapi walaupun sangat menguras tenaganya ia melakukannya dengan sukarela, karena sejujurnya ia sangat menikmati permainan memuaskan dari suaminya.
Saat ini ceritanya mereka sedang honeymoon ke pulau Dewata Bali. Awal menikah adalah masa mencari ilmu jadi keuangan mereka memang tipis.
Namun setelah Abdul lulus, mereka menabung untuk bisa liburan berduaan seperti sekarang.
Awalnya orang tua Abdul sudah memberi uang tapi di gunakan Abdul untuk membuka usaha laundry sambil kuliah dibantu Aisyah.
Dan untungnya sekarang Abdul sudah punya toko online maupun offline baju dari kecil sampai dewasa dan semua di kerjakan oleh karyawan nya.
Setelah selesai shalat, "Mas ke pantai yuk, aku mau liat air laut Bali yang katanya sangat jernih. Aku pernah liat di tv bagus banget. Ayo lihat." tutur Aisyah dengan antusias.
"Sebentar kita pesan makanan dulu."
Setelah makanan di antar, mereka pun menikmati hidangan yang terasa sangat lezat, perut mereka yang sudah keroncongan menambah kesan penuh minat pada makanan di hadapannya.
"Makanan mahal memang tak ada duanya." canda Abdul sambil menghapus sisa makanan di pinggir bibir Aisyah.
"Maaf mas cara makan ku menjijikan ya. Aku sudah tak tahan pengen habisin mereka semua. Aku sangat kelaparan gara-gara mas." gerutu Aisyah agak bergumam karna bibir nya masih di penuhi dengan makanan.
Abdul tertawa mendengarnya, ia sendiri pun heran kenapa tidak bisa mengontrol hasratnya saat berduaan dengan istrinya.
"Ketahuilah Humaira ku, aku akan sangat merindukan wajahmu yang menggemaskan seperti saat ini."
Aisyah menunduk, ia malu. Pipinya sudah merah bak kepiting rebus dan setelah meminum air putih Aisyahpun mendekat ke arah Abdul dan menghujani ciuman penuh cinta di pipi kanannya.
" Ana ukhibuka, suamiku." (aku mencintaimu)
"Ana ukhibuki, zaujati." (aku mencintaimu, Istriku)
__ADS_1
Bibir merah merona milik Aisyah pun di babat habis oleh Abdul. Ia ******* dan memainkannya.
Dalam hati mereka berdua memuja Allah sebagai tanda syukur karna diberi kesempatan untuk menjalin kasih di dunia yang fana' ini.
Abdul memeluk pinggang Aisyah dengan erat seakan tak mau dipisah. Begitupun dengan Aisyah yang menenggelamkan kepalanya di leher suaminya.
Karna gemas Aisyah mengecup dan menggigit pelan leher suaminya.
" Aisyah..." pekik Abdul tertahan.
Hasratnya kembali naik ke ubun-ubun akibat ulah jahil Aisyah.
Dengan tergesa Abdul membaringkan Aisyah lagi keranjang. Aisyah yang mendapatkan serangan mendadak pun kaget dan mencoba memberontak.
"Ayolah sayang, kau duluan yang menggodaku." ucap Abdul dengan mata yang sayu.
"Tunggu, Abdul bukankah kita akan pergi ke pantai?" Aisyah mencoba menghentikan tangan Abdul yang sudah merayap di Area terlarang nya.
"Tunda sebentar, aku sudah tidak tahan." Aisyah tak kuasa menolak.
Lagian salahnya juga yang duluan menggoda suaminya padahal ia tau kalau suaminya ini gampang tergoda. Tapi doyan nya cuma sama Aisyah.
Maka terjadilah permainan jungkat-jungkit yang membuat tepar ikan betina, Humaira nya Abdul.
Berbeda dengan Aisyah yang terkapar tak berdaya sampai ketiduran, justru Abdul masih bersemangat dan mengontrol usahanya lewat hp.
Walaupun Abdul yang memimpin permainan tapi untuk olahraga senikmat ini takkan membuatnya kelelahan tapi justru ketagihan.
Setelah selesai Abdul beranjak mendekati Aisyah dan mencium keningnya. Pandangannya matanya turun melihat perut Aisyah yang masih rata.
Tangan kekekarnya mengusap perut itu sambil berdoa. Berharap segera diberikan momongan oleh yang kuasa mengingat sang istri sudah berhenti kb.
Abdul sengaja menggempur Aisyah habis-habisan agar benihnya segera tumbuh dan buah hatinya segera hadir di dalam sana.
Abdul mencium perut rata itu dengan penuh perasaan lalu menyusul Aisyah ke alam mimpi.
-to be continued-
Mohon kritik dan sarannya ya π
Buat apa jauh-jauh ke Bali kalau cuma ada di dalam kamarπ
Hadirin saya malu sekali menulisnya sekaligus kepengen π
Bahayaπ€
__ADS_1
Semoga lulus review ya, adegannya cuma kayak gitu βΊοΈ
Salam hebat luar biasa dari Aisyah ππππππππππππππππππππ