
Siapakah yang akan menemani kita sampai akhir hayat?
Orang Tua, mereka akan meninggalkan kita karna usia.
Anak, mereka akan ikut suami/istri mereka.
Suami/istri, hanya tinggal orang yang bersedia menikah dengan mu dan bersedia menjagamu berawal dari tangan orang tua hingga kembali kepangkuan Tuhan.
_Nur Halimah_
“Bantuan apa yang kau inginkan, nak?” tanya Hanan dari seberang sana.
“Aku ingin papa mencarikan ku seorang dokter yang bisa menyembuhkan atau mengendalikan alter ego seseorang.” Ucap Aisyah sambil memohon. Ia melakukan hal itu ntuk membantu ibu mertuanya.
“Alter Ego? Apa itu?”Tanya sang ayah bingung.
“Papa, ayolah. Papa adalah orang kaya. Kenapa tidak mengetahui hal itu sama sekali.” kesal Aisyah, namun nada bicaranya sangatlah lembut dan kalem. Jadi Hanan hanya bisa tertawa mendengar keluhan sang anak.
__ADS_1
“Haha. Papa memang orang kaya. Tapi papa meraih semua uang itu dengan banyak belajar tentang bisnis. Bukan sejenis penyakit atau gelaja apapun itu yang kau sebutkan, nak.” Ucap Hanan masih dengan sedikit bicanda.
“Itu bukan semacam gejala ataupun penyakit, pah.” Ucap Aisyah masih tidak puas.
“Baiklah, baiklah. Papah akan mencari tau apa itu Alter Ego. Dan papah akan berusaha untuk mencari siapapun yang bisa mengobatinya dengan benar.
“Itu bagus. Makasih ya, Pah.” Ucap Aisyah Girang.
“Tentu saja. Apapun akan Papah lakukan untuk putri Papah.” Ucap Hanan.
Walau bagaimana pun, ia sangat mencintai putrinya lebih dari apapun. Sudah banyak tahun telah ia lewatkan untuk bisa bersama dnegan putrinya. Bahkan putrinya menganggapnya sudah tiada saat kecelakaan itu. Karna jasadnya tidak di temukan dan termasuk orang hilang. Bukan salah Aisyah, tapi salah pihak kepolisian yang menyatakan kalau Hanan berada dalam daftar orang meninggal yang tidak ditemukan Mayatnya.
....................
Saat Aisyah selesai meminta bantuan sang ayah. Saat itulah ayah mertua menghampirinya.
“Aisyah.” panggil pria yang sudah tidak lagi muda itu.
__ADS_1
“Iya, Ayah. Apa terjadi sesuatu pada Abdul?” tanya Aisyah dengan cemas.
“Tidak, nak. Ayah kemari untuk memberitahukan mu kalau kami harus mengurus beberapa hal di rumah. Banyak pekerjaan ayah yang tidak bisa di tinggalkan. Selama ini kami meninggalkan Abdul kalau ada keadaan mendesak.
Sebenarnya Ayah tidak ingin meninggalkannya sendiri di rumah sakit, tapi kami hanya orang biasa yang hidup pas pasan. Kami hanya bisa menitipkannya pada perawat. Jadi Ayah mohon padamu, jagalah Abdul sebentar saja.”
“Ayah tidak perlu sungkan seperti itu. Aku baik-baik saja.abdul adalah suami ku. Dan merawatnya adalah kewajiban ku juga.”
“Terima kasih Aisyah. Kalau sudah seperti itu Ayah bisa tenang meninggalkannya padamu. Abdul sangat beruntung memiliki istri yang sangat baik dan lembut seperti mu. Itulah kenapa ia tidak pernah bisa berpaling dari mu.”
“Semua orang sejatinya murni dan baik, Pah. Justru aku yang berterima kasih pada mu pah. Terima kasih karna telah membasarkan pria idaman Aisyah dengan baik.” Ucap Aisyah yang mampu membuat Ayah mertua hampir meneteskan air mata kalau ia tidak menahannya.
“Baiklah. Ayah akan pulang sebentar. Nanti kalau urusan ayah sudah selesai. Ayah akan kembali kerumah sakit bersama ibu.” Ucap sang Ayah.
“Iya, ayah dan ibu harus istirahat sejenak. Aisyah akan menjaga suami Aisyah dengan segenap hati. Karna yang akan menemani Aisyah hingga hari tua adalah suami Aisyah.”
“Baiklah, Ayah bisa tenang mendengar semua yang sudah kau katakan. Ayah pamit ya.”
__ADS_1
“Iya, yah.”
Bersambung......