
Pernah terfikir olehku ku, jika aku dengan cepat bertemu dengan kedua orang tua ku pasti aku akan sangat bahagia. Tapi, dalam hati kecilku aku ingin merasakan indahnya sebuah pernikahan.
-Aisyah-
4 hari sebelum operasi..
" Assalamualaikum." ucap Abdul dengan senyum sumringah nya saat memasuki kamar rawat Aisyah.
" Waalaikumsalam wrwb." jawab Liya dan Ais bersamaan.
"Tumben kemarin ngga berkunjung?" tanya Liya.
Bukan tanpa alasan Liya bertanya. Karna memang Abdul takkan pernah absen buat menjenguk Aisyah malah sangat bersemangat.
Abdul memang tak menampakkan diri karna kemarin Abdul kembali pulang setelah mendengar percakapan mereka, ia tak mau mengganggu.
"Ada acara." dusta nya.
Mereka terdiam. Hanyut dengan fikiran masing-masing sampai Aisyah tersadar.
"Kalian kenapa, huh. Jangan sedih seperti itu. Aku takkan mampu pergi jika kalian terlihat menyedihkan seperti itu." tegur Aisyah.
"Apaan sih Sya, jangan ngelantur. Kamu ngga bakalan pergi, kamu kan kuat jadi harus bertahan." pinta Liya.
Aisyah menatap manik mata Liya yang terlihat sendu, tapi bibirnya tengah tersenyum berusaha untuk tegar. Abdul hampir menangis melihat pemandangan itu.
Abdul pun mengalihkan pandangannya, hatinya bergetar saat tak sengaja sorot matanya melihat salah satu foto yang dipajang di kamar rawat Aisyah. Foto dua anak kecil yang terasa sangat familiar baginya.
__ADS_1
"Itu." ucap Abdul sambil melihat foto itu.
"Itu foto ku dengan Rais, aku menaruhnya kemaren." jawab Aisyah memberi tau Abdul.
"Nama lengkap ku Abdul Rais kau ingat ?" tanya Abdul.
Berarti Rais kecil yang berada dalam foto itu adalah Abdul ?
Apa rencana Allah kali ini ? mereka tidak menyangka ternyata mereka sudah saling mengenal sejak kecil. inikah yang dinamakan takdir ?
10 tahun yang lalu...
Saat itu Aisyah dan Rais alias Abdul pertama kali bertemu merebutkan arum manis yang tinggal satu. Bunda Abdul yang baru datang pun melerai mereka. dan Akhirnya mereka berbagi makanan manis itu berdua. Namu bunda Abdul yang tengah sibuk itu langsung meninggalkan mereka lagi.
Tiba-tiba...
Breeett... Breettt... Breeeeeeeeet.....
"Maaf, lagian yang salah bukan aku tapi pantat. Seharusnya ia nge kode aku dulu kalau mau kentut. eh.. malah keluar sendiri tanpa seizinku." ujar Aisyah membela diri. mereka pun melanjutkan acara makannya yangtadi sempat ke pause gara-gara iklah kentut Aisyah.
Beberapa detik kemudian..
Brrreeeeeeeeeettttttttt......
Kini suara kentut Aisyah lebih terdengar panjang.
" Maaf, anterin pup." pinta Aisyah padahal mereka baru bertemu.
__ADS_1
"Bilang dong dari tadi." keluhnya.
@Toilet
" Rais." Teriak Aisyah dari dalam kamar mandi.
"Jangan teriak- teriak nanti anu nya ngga keluar. terus aku harus nunggu lebih lama." sahut Abdul.
Tangan kanannya menutup hidung karna baunya sampai keluar.
"Aku cuma mau ngomong." kesal Aisyah.
"Nanti saja. Selesaikan dulu pup nya. Buruan."
Lima puluh menit kemudian..
"Lama amat sih, keluarin besi apa baja, sih?" sindir Abdul yang udah nunggu lama.
"Maaf. lagi ngambek mungkin 'anu' nya jadi males keluar." ucap Aisyah sambil menunjukkan puppy eyes nya biar Abdul ngga ngambek lagi.
🌷🌷🌷🌷
Abdul tertawa terbahak bahak mengingat kejadian itu. Sedangkan Aisyah malu sekali. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Hening.
Sesaat kemudian, Abdul buka suara.
__ADS_1
" Aisyah.. bisakah engkau terima aku saja?" pinta Abdul setelah tawanya mereda.
-to be continued-