
Tiba-tiba sembuh
Waktu telah berlalu, ini sudah satu jam sejak kepergian orang tua
Abdul. Aisyah selalu berada di sisi Abdul, menunggu pria itu terbangun dari
tidurnya.
“Kau begitu nyenyak dalam tidurmu. Apa yang membuat mu enggan untuk
bangun? Bangunlah, aku punya kabar grmbira untuk mu. Aku sengaja tidak memberitahu
ayah sama ibu mertua tentang kehamilannya. Karna aku ingin kalau suami ku yang harus tahu lebih dulu
tentang hal ini. Jadi, bangunlah, suami ku.” Ucap Aisyah dengan lembut. Ia mengusap
pelan tangan Abdul.
Karna hanya sendirian dan tidak punya teman untuk berbicara, Aisyah
menjadi mengantuk. Matanya tanpa sengaja terpejam dalam keadaan masih duduk.
Hingga akhirnya matanya terasa sangat berat dan ia tertidur di samping Abdul
dalam kondisi duduk.
Saat itu Abdul baru saja membuka matanya, ia sangat senang saat melihat
Aisyah sedang tertidur disampingnya. Ia menahan diri untuk tidak berteriak
karna takut mengganggu tidurnya Aisyah. Setelah melihat Aisyah, tubuh Abdul
sudah tidak lemas lagi. Bahkan walalu ia belum makan, ia terlihat sehat dan
bersemangat lagi. Reflek Abdul langsung membawa Aisyah di atas ranjang dan
tidur berdampingan dengannya.
__ADS_1
Abdul sudah tidak mengantuk lagi. Bahkan perutnya yang kelaparanpun
tidak mengganggu kesenangannya dalam melihat dan membelai wajah cantik Aisyah.
Semudah itukah dia sembuh dari sakitnya yang berasal dari jabang bayi
yang tidak mau merepotkan ibunya, tapi justru mengganggu Ayahnya?
.......................
Saat itu masih waktu subuh, Aisyah terbangun karna suara berisik.
Aisyah menjadi ketakutan saat melihat ibu mertuanya.
“I..Ibu!” ucap Aisyah dengan gemetar. Pasalnya warna bola mata ibu
mertuanya berwarna kuning agak keemasan. Itu berarti bukan Nanik, tapi Nafik.
Kepribadian yang pemberani dan akan melakukan apa saja demi tujuannya tercapai.
“Jadi ini yang kamu lakukansaat kami tidak ada di rumah sakit?”
“A.. Aku..” Aisyah takut hal yang buruk akan terjadi. Walau
bagaimanapun ia sedang hamil sekarang.
“Kemana anak ku? Kenapa kau bisa tidur diatas ranjang anak ku? Dasar
tidak tau diri.” ucap Nafik yang memiliki niat untuk menampar Aisyah. Namun
niat jahatnya itu di hentikan oleh seseorang.
“Lepaskan!” nafik murka saat tau ada yang membela Aisyah. ia tidak suka
itu.
“Ibu, jangan bertindak diluar batas.” Ucap Abdul yang baru saja datang
__ADS_1
sambil membawa soto yang masih hangat.
“Abdul.” ucap Nafik dengan girang. Tiba-tiba saja warna bola mata itu
berubah lagi menjadi Hitam. Abdul tidak menyadari perubahan dalam diri ibunya,
tapi Aisyah melihatnya dengan sangat jelas. Dan ia bersyukur karna ibu
mertuannya yang baik hati telah kembali menempati raganya.
“Syukurlah. Terima kasih Ya Allah. Tanpa bantuan mu, hamba sangatlah
takut.” Ucap Aisyah dalam hati.
“Kau sudah bisa berjalan, nak.” Ucap Nanik senang.
Ia senang karna anaknya dalam kondisi yang sangat baik. Sudah tidak
mual dan muntah lagi. Badannya juga sehat bugar bahkan sudah bisa berjalan
dengan tegak.
“Bagaimana bisa kamu tiba-tiba saja sembuh, nak? Apa yang sudah
terjadi?” tanya ibunya bertubi-tubi.
Abdul tidak menghiraukan ibunya karna ia sudah sangat kecewa dengan
ibunya. Ibunya yang lembut dan penyayang telah berubah. Dan Abdul tidak suka
itu.
“Kenapa kau mengabaikan ibu?” ucap Nanik dengan sedih. Ia tau kenapa
anaknya berubah. Tapi ia juga takut dengan kebenaran kalau memang dialah yang
menyebabkan sang anak berubah.
__ADS_1
Bersambung..........