Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Tiba-tiba sembuh


__ADS_3

Tiba-tiba sembuh


Waktu telah berlalu, ini sudah satu jam sejak kepergian orang tua


Abdul. Aisyah selalu berada di sisi Abdul, menunggu pria itu terbangun dari


tidurnya.


“Kau begitu nyenyak dalam tidurmu. Apa yang membuat mu enggan untuk


bangun? Bangunlah, aku punya kabar grmbira untuk mu. Aku sengaja tidak memberitahu


ayah sama ibu mertua tentang kehamilannya. Karna aku ingin  kalau suami ku yang harus tahu lebih dulu


tentang hal ini. Jadi, bangunlah, suami ku.” Ucap Aisyah dengan lembut. Ia mengusap


pelan tangan Abdul.


Karna hanya sendirian dan tidak punya teman untuk berbicara, Aisyah


menjadi mengantuk. Matanya tanpa sengaja terpejam dalam keadaan masih duduk.


Hingga akhirnya matanya terasa sangat berat dan ia tertidur di samping Abdul


dalam kondisi duduk.


Saat itu Abdul baru saja membuka matanya, ia sangat senang saat melihat


Aisyah sedang tertidur disampingnya. Ia menahan diri untuk tidak berteriak


karna takut mengganggu tidurnya Aisyah. Setelah melihat Aisyah, tubuh Abdul


sudah tidak lemas lagi. Bahkan walalu ia belum makan, ia terlihat sehat dan


bersemangat lagi. Reflek Abdul langsung membawa Aisyah di atas ranjang dan


tidur berdampingan dengannya.

__ADS_1


Abdul sudah tidak mengantuk lagi. Bahkan perutnya yang kelaparanpun


tidak mengganggu kesenangannya dalam melihat dan membelai wajah cantik Aisyah.


Semudah itukah dia sembuh dari sakitnya yang berasal dari jabang bayi


yang tidak mau merepotkan ibunya, tapi justru mengganggu Ayahnya?


.......................


Saat itu masih waktu subuh, Aisyah terbangun karna suara berisik.


Aisyah menjadi ketakutan saat melihat ibu mertuanya.


“I..Ibu!” ucap Aisyah dengan gemetar. Pasalnya warna bola mata ibu


mertuanya berwarna kuning agak keemasan. Itu berarti bukan Nanik, tapi Nafik.


Kepribadian yang pemberani dan akan melakukan apa saja demi tujuannya tercapai.


“Jadi ini yang kamu lakukansaat kami tidak ada di rumah sakit?”


“A.. Aku..” Aisyah takut hal yang buruk akan terjadi. Walau


bagaimanapun ia sedang hamil sekarang.


“Kemana anak ku? Kenapa kau bisa tidur diatas ranjang anak ku? Dasar


tidak tau diri.” ucap Nafik yang memiliki niat untuk menampar Aisyah. Namun


niat jahatnya itu di hentikan oleh seseorang.


“Lepaskan!” nafik murka saat tau ada yang membela Aisyah. ia tidak suka


itu.


“Ibu, jangan bertindak diluar batas.” Ucap Abdul yang baru saja datang

__ADS_1


sambil membawa soto yang masih hangat.


“Abdul.” ucap Nafik dengan girang. Tiba-tiba saja warna bola mata itu


berubah lagi menjadi Hitam. Abdul tidak menyadari perubahan dalam diri ibunya,


tapi Aisyah melihatnya dengan sangat jelas. Dan ia bersyukur karna ibu


mertuannya yang baik hati telah kembali menempati raganya.


“Syukurlah. Terima kasih Ya Allah. Tanpa bantuan mu, hamba sangatlah


takut.” Ucap Aisyah dalam hati.


“Kau sudah bisa berjalan, nak.” Ucap Nanik senang.


Ia senang karna anaknya dalam kondisi yang sangat baik. Sudah tidak


mual dan muntah lagi. Badannya juga sehat bugar bahkan sudah bisa berjalan


dengan tegak.


“Bagaimana bisa kamu tiba-tiba saja sembuh, nak? Apa yang sudah


terjadi?” tanya ibunya bertubi-tubi.


Abdul tidak menghiraukan ibunya karna ia sudah sangat kecewa dengan


ibunya. Ibunya yang lembut dan penyayang telah berubah. Dan Abdul tidak suka


itu.


“Kenapa kau mengabaikan ibu?” ucap Nanik dengan sedih. Ia tau kenapa


anaknya berubah. Tapi ia juga takut dengan kebenaran kalau memang dialah yang


menyebabkan sang anak berubah.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2