Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Mengunjungi Makam Ibu


__ADS_3

Ketahuilah, sesungguhnya pacaran setelah menikah itu lebih nikmat rasanya dari pada pacaran sebelum menikah.


-Siti Nur Halimah🤭-


(Saya berani bilang karna Alhamdulillah saya sudah punya suami, yeee😁)


Satu hari sebelum Aisyah di operasi, Aisyah sengaja mengajak Abdul berkunjung ke makam ibunya.


"Assalamualaikum, ibu. Hari ini adalah hari yang spesial jadi Aisyah mengajak seseorang yang istimewa, namanya Abdul Rais. Beliau adalah suamiku. Tampan kan?" canda Aisyah saat sampai di depan makam ibunya. jujur ia sangat merindukan wanita yang sudah berjuang melahirkan nya sampai meregang nyawa itu.


Abdul tersenyum mendengar pujian dari Aisyah, sendari tadi ia menikmati manik mata wanitanya itu.


"Terima kasih telah melahirkan seorang wanita yang manis juga menawan seperti Aisyah. Aku yakin pasti engkau dulunya juga cantik layaknya Aisyah." ungkap Abdul yang berharap kalau ibunya Aisyah yang sekarang menjadi ibu mertua Abdul dapat mendengarnya.


"Ngomong apa sih kamu. Ibuku dulu memang cantik, tapi sekarang juga masih cantik." sanggah Aisyah sedikit merajuk.


"Sok tau." cibir Abdul dengan nada mengejek.


"Tentu saja. Ibuku meninggal saat berjuang untuk melahirkan ku biar aku hadir di dunia. Ku dengar dari salah satu kitab kalau wanita melahirkan itu insyaAllah dosanya dihapus bersih sama Allah seperti bayi yang baru lahir." kata Aisyah, karna masih tidak terima ia pun berkata lagi.


" Bukankah kamu pernah bilang kalau peristiwa itu juga termasuk syahid di jalan Allah dan ibuku akan masuk surga. Kata mbah Anwar Zahid, orang yang wajahnya berseri-seri adalah penghuni surga." tambah Aisyah yang sedang mode cerewet nya.


Dalam hati Abdul berkata "Aku akan merindukan momen seperti ini."

__ADS_1


"Kapan aku pernah cerita tentang mati yang syahid?" tanya Abdul pura-pura lupa.


"Kamu sengaja, ya."


"Hm ? apanya ? serius ahh aku." desak Abdul.


Dengan sangat terpaksa Aisyah menjawab "Saat kau mengantarkan ku ke toilet."


Pipi Aisyah menjadi merah padam mengingatnya, kenangan mereka sepuluh tahun yang lalu masih membekas dalam benak keduanya.


Mereka pun membacakan surat Yasin dan tahlil untuk sang ibu. Setelah berdo'a mereka pun meninggalkan tempat itu.


"Kau tak mengunjungi makam ayahmu." tanya Abdul di tengah perjalanan mereka.


Mendengar itu Aisyah menjadi sangat sedih. sebenarnya ia tak ingin membahasnya lagi, tapi apa salahnya berbagi dengan seseorang yang kita cintai. justru itu akan membuat hatinya lega.


"Berbahagialah, suamiku." ucap Aisyah lagi.


"Apa maksudmu ? tentu saja aku sangat bahagia saat ini. Bahkan seindah apapun bulan ataupun bintang yang kau sukai itu, tak akan mampu melukiskan indahnya hari-hari ku bersama mu." Aisyah tersenyum lembut penuh keharuan.


Ia tak menyangka, pada akhirnya ia mencintai seorang lelaki yang begitu manis ucapannya.


"Jika nanti aku tak bisa membuka mataku kembali menikahlah dengan wanita lain." tutur Aisyah tulus, penuh keikhlasan.

__ADS_1


"Iya. Kalau ingin."


"Kau harus tetap menikah." paksa Aisyah.


"Aku sangat bahagia Aisyah. Aku telah menunggumu dalam waktu yang tidak sebentar. Dari dulu aku menanti saat-saat seperti ini, aku siap jika harus kehilangan kamu setelah operasi. Tapi berjanji lah padaku. Kita harus bertemu di surganya Allah nanti. Do'akan aku agar nanti saat sakaratul maut aku masih dalam keadaan memuja Allah. Mari kita saling merindukan dan berbicara dalam do'a, percayalah sejauh apapun kamu di bawa pergi oleh sang kuasa, dirimu akan selalu ada dalam hatiku."


Aisyah tak dapat menahan air matanya lagi. Butiran bening itu meluncur halus dari kedua bola matanya. Ia tak sanggup meninggalkan suaminya seorang diri di dunia.


🌷🌷🌷🌷


"Kenapa kita kemari, seharusnya kita kembali ke rumah sakit." tanya Abdul mengkhawatirkan kondisi Aisyah.


Seharusnya Aisyah beristirahat agar tidak kelelahan, tapi Abdul tak kuasa melihat wajah memelas Aisyah yang bersikeras ingin pergi ke pantai asuhan.


"Kau pernah dengar cerita pada zaman Nabi Sulaiman masih hidup ?" tanya Aisyah.


"Yang mana ? Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan hewan?"


"Bukan."


"Cerita yang mana ?"


"Saat itu Nabi Sulaiman mendengar kabar bahwa si 'fulan' akan menikah dengan si 'fulan'. Nabi Sulaiman sangat sedih karna mengetahui fakta bahwa salah satu dari mereka akan meninggal di waktu dekat. Namun, setelah lama waktu berlalu Nabi Sulaiman sangat terkejut karna melihat kedua pasangan itu masih bersama padahal seharusnya salah satu dari mereka sudah ditulis akan meninggal dalam waktu dekat bahkan sudah di tandai malaikat. Setelah ditelusuri, ternyata saat itu mereka melakukan sedekah. Peristiwa ini adalah salah satu bukti kalau sedekah dapat memperpanjang umur. Aku juga ingin bersedekah untuk anak-anak panti asuhan ini. Siapa tau aku bisa menemanimu lebih lama lagi seperti salah satu umat Nabi Sulaiman itu. Ya, walaupun kita hanya manusia biasa yang tak luput dari takdir Allah. Tapi apa salahnya kita berharap ?" jelas Aisyah panjang lebar seperti rel kereta api.

__ADS_1


Abdul tersenyum lebar. Tumbuh secercah harapan dalam hatinya. Semoga saja yang Aisyah katakan akan menjadi kenyataan.


To be continued


__ADS_2