Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Aku malas berkawin dengan harapan


__ADS_3

Jika datang mu hanya mengusir rasa bosan dan penasaran. Maka pergilah, aku sedang malas berkawin dengan harapan.


Sa'adatul Iffah-


Semenjak batal menikah, Aisyah menjadi lebih rajin. Ia belajar sangat keras untuk masuk perguruan tinggi impiannya dikota. Karna setinggi apapun mimpi itu, jika kau bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdo'a kau akan mendapatkan nya. Karna sebuah usaha tidak akan menghianati hasil.


Dan disinilah Aisyah sekarang. Berdiri dengan bangga di depan salah satu kampus populer dikota besar, karna ia telah masuk universitas elit ini dengan jalur prestasi yang otomatis membuat ia mendapat beasiswa.


Sekarang ia kuliah sambil kerja paruh waktu di pusat oleh-oleh. Untungnya sang pemilik adalah orang yang baik, jadi Aisyah di izinkan dinggal di toko sementara waktu sampai Aisyah mendapatkan uang yang cukup untuk menyewa kos.


Dilihatnya gedung kampus yang megah itu, Ini adalah awal yang baru. Aisyah berharap akan mendapatkan keberkahan dari apa yang dilakukannya itu. Baru saja ia akan melangkahkan kakinya untuk memasuki gedung tersebut. Namun sebuah suara menahannya.


"Kita dipertemukan lagi." sapa Abdul dengan senyum yang sangat lebar. Selama ini Abdul berjuang sangat keras untuk melupakan Aisyah, sang pujaan hati yang sudah membawa seluruh hati Abdul.


Aisyah membalas sapaan itu dengan senyuman yang tulus. Sungguh ia merindukan lelaki itu dan Allah mempertemukan mereka kembali. Apa rencana tuhan kali ini. Apakah ini adalah jawaban atas do'a yang Aisyah panjatkan di sepertiga malam nya ?


"Kalau senyum jangan lebar - lebar. Nanti kalau ada lalat yang nempel di deretan gigimu yang putih kan kasihan lalatnya." canda Aisyah. Ini pertama kalinya ia berbicara begitu nyaman dengan seorang lelaki.

__ADS_1


Dan satu-satunya yang bisa membuat nya begitu berubah dalam sekejap adalah Abdul. Kedua sejoli itu saling melempar senyum. Melepas rindu yang selama ini mereka pendam.


" Maafkan aku." ucap Abdul masih dengan senyum sejuta pesona nya.


Berbagai prasangka negatif hadir dalam fikiran Aisyah. Ia berharap ada sesuatu yang istimewa dengan hadirnya Abdul. tapi apa yang ia dapatkan, sebuah permintaan maaf ? Aisyah pun tertawa dengan sendirinya. Kenapa Abdul harus repot-repot minta maaf tanpa punya hutang apa - apa sama Aisyah.


"Salah apa kamu sampai kamu meminta maaf ?" tanya Aisyah dengan tutur katanya yang lembut.


"Bukan apa - apa. Yusuf adalah teman terbaikku, maafkan aku tak bisa hadir di acara pernikahan kalian." ucap Abdul masih dengan senyum lebarnya untuk menutupi segala rasa sakit hatinya.


Sedangkan Aisyah hanya membalas dengan senyum yang sangat dipaksakan. Senyuman palsu yang dulu sering Aisyah tunjukkan pada Yusuf, kini ia menunjukkanya juga pada Abdul.


Abdul segera menepis semua prasangka itu. Tidak mungkin hal itu terjadi sedangkan sudah sangat jelas kalau posisi nya dan Yusuf berbeda di hati Aisyah. Itu yang Abdul fikirkan, yang Abdul tau adalah lelaki yang dicintai Aisyah itu Yusuf karna ia memang tak tau gosip pernikahan mereka yang sempat memanas karna batal. Bukan tak tau sih, memang sengaja menghindari karna hatinya takkan siap untuk tersakiti.


'Kau tau Aisyah, jika aku datang aku pasti akan menghancurkan pernikahan kalian. Karna aku takkan sanggup melihat wanita yang aku cintai bersanding dengan orang lain walaupun aku tau kalau Yusuf adalah lelaki yang baik untuk mu.' Abdul


'Andai kau tau Abdul, betapa sedihnya aku mendengar ucapanmu itu.' Aisyah.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


"Kau mengambil jurusan apa?" tanya Abdul pada Ais. padahal ia sudah tau jawabannya. Karna sendari dulu Abdul tau kalau Aisyah sangat tertarik dengan alam, menurut nya ciptaan Allah begitu indah untuk di pelajari.


"Ilmu geografi. Aku sudah telat. Aku pergi dulu." jawab Aisyah singkat. Aisyah merasa akan meneteskan air matanya sekarang juga. Oleh karna itu ia segera berpamitan untuk pergi.


" Aisyah." panggil Abdul yang mampu menghentikan langkah kaki Aisyah. Aisyah tak menoleh karna Air matanya sudah berjatuhan mendengar lelaki itu memanggil namanya.


"Jurusan ku tafsir bahasa Arab." ucap Abdul sekedar memberi tau. Sesaat setelah Abdul berucap Aisyah berlari sangat kencang sama seperti saat mengembalikan kemeja milik Abdul. Tapi bedanya dulu ia berlarian dengan Jantung yang berdebar-debar namun kini ia berlarian dengan hati yang terluka. Dan Abdul tak menyadari itu.


....Aisyah....


Jika hadirmu hanya sekedar mengusir rasa bosan, bisakah kita tidak bertemu lagi. Aku sedang malas berkawin dengan harapan.


....Abdul....


Kamu tidak berubah Aisyah. Bahkan sampai menikah pun kamu adalah kamu. Di mataku kamu tetaplah Aisyah. Dan aku masih menyimpan rasa itu sampai saat ini. Mungkin Allah akan memberi ku azab yang sangat pedih di akhirat nanti karna telah mencintai istri dari orang lain.

__ADS_1


-to be continued-


__ADS_2