Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Menikah


__ADS_3

Bersamaku ia merasa telah memiliki dunia dan isinya, bersamanya aku merasa telah menaklukkan dunia dan isinya.


-M. Aan Mansyur-


"Aisyah, bisakah kau terima aku saja?"


Aisyah terdiam mendengar suara itu. Lidahnya kelu bagaikan di lakban tak mampu berkata apa-apa.


"Aku sudah banyak menumpuk dosa, Aisyah. Karna aku lebih merindukan kamu dari pada merindukan Allah." jujur Abdul yang sudah tak bisa menyembunyikan perasaan nya lagi.


"Aku tau bahwa Allah sangat menyayangi setiap hambanya yang beriman. Bukankah memang manusia akan kembali kepadanya? cepat atau lambat hal itu pasti akan terjadi. Dan,, jika Allah menghendaki, Allah akan memberi kita kesempatan buat kita menghabiskan banyak waktu untuk bersama. Dan jika Allah memanggilmu saat itu juga, itu tandanya Allah sangat merindukan mu. Aku pasti akan lebih bahagia nantinya karna orang yang di rindukan oleh Allah adalah istri sah ku, maukah kau mengabulkan keinginan ku ?" tanya Abdul sambil menyodorkan sebuah cincin yang sudah ia persiapkan untuk melamar Aisyah.


Aisyah menatap nanar cincin dihadapannya. Kedua matanya mengeluarkan air mata.


Sebesar itukah cinta Abdul padanya ?


Lama Aisyah terdiam tak mampu untuk menjawab, sampai akhirnya ia mengangguk pertanda bahwa ia menerima cintanya Abdul.


Abdul berbinar melihatnya, ingin rasanya ia menghujani Aisyah dengan seluruh ciuman di wajahnya tapi ia urungkan karna mereka belum halal. Abdul hanya tersenyum mengungkapkan kebahagiaannya.


'Ya Allah.. berikanlah aku kesempatan untuk melihat senyuman itu dalam waktu yang lama.' batin Aisyah.


Setelah mengalami berbagai rintangan, akhirnya Allah mengizinkan mereka bersatu. Liya menangis tersedu-sedu melihat betapa manisnya pemandangan dihadapannya itu, ia terharu.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


3 hari sebelum operasi..


Ruangan tempat Aisyah dirawat sedikit ramai karna hari ini adalah hari pernikahan kedua Aisyah yang semoga saja tidak ada halangan apapun. Pernikahan dadakan itu di adakan sangat sederhana. Hanya ada orang tua Abdul, Abah, Umah, penghulu, saksi, dan Liya.


Di atas ranjang pasien Aisyah sudah di dandani biasa oleh Liya sendiri.


"Qabiltu nikahakha wa tazwijaha alal mahril mazkur wa radhiitubihi, wallahu waliyut taufiq." ucap Abdul.


"Aku terima pernikahan dan kawinannya dengan mahar yang telah disebutkan dan aku rela dengan hal itu dan semoga Allah memberikan anugrah."


sah


Setelah do'a dihanturkan, Abdulpun menghampiri Aisyah yang sekarang telah menjadi istri sah nya.


" Assalamualaikum istri ku." Abdul menyapa istrinya yang masih terlihat cantik walaupun wajah pucatnya tak bisa disembunyikan.


"Waalaikumsalam suamiku." Aisyah tak bisa menahan hatinya yang sangat berdebar ia menangis, menangis bahagia.


Berharap ia bisa hidup lebih lama lagi. Abdul pun mengusap air mata Aisyah dan berdo'a yang di barengi dengan mengucap kening Aisyah penuh kasih sayang.


👩‍🚀 Terima kasih atas hadirmu, suamiku. Jika kau menginginkan sebuah kebahagiaan dariku, akan ku berikan. Karna hanya dirimu lah yang aku cintai. Walaupun ku tau ini hanyalah sebentar saja. Aisyah.


🤵 Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk mu. Akan selalu ku ingat kebahagiaan yang telah kau berikan padaku. Sampai aku tak mampu lagi untuk menghembuskan nafas ini.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Air laut kala itu tengah pasang. Percikan air membasahi kedua kaki sejoli yang sedang sayang sayang nya. Bunyi gelombang menjadi musik alami yang menjadi saksi betapa bahagianya kedua pengantin baru itu.


"Kau baik-baik saja?" tanya Abdul yang memang sangat mengkhawatirkan kondisi Aisyah.


Aisyah memaksa ingin keluar dari rumah sakit karna takut ia tak bisa membuka mata kembali setelah operasi. Ia ingin detik-detik terakhir semasa hidupnya, ia bisa menikmati hidup dan berbahagia. Apalagi sekarang sudah ada pangeran yang di impikannya sejak lama.


"Lihatlah ribuan bintang yang bertebaran di langit itu. Disaat aku tengah stres atau rindu pada Ayah ibu ku, aku akan melihatnya.


"Ya, aku sering melihatmu di jendela kamarmu setiap malam." jujur Abdul.


"Aku suka mendengar suara ombak yang besar, melihat gelombangnya yang mempesona, warna lautan yang begitu biru membuat fikiranku jernih kembali. Dari dulu aku selalu berharap Semoga suatu hari nanti aku bisa berkunjung ke laut di malam hari bersama suamiku kelak, dan kau mewujudkannya, suamiku." tutur Aisyah sampil tersenyum simpul.


"Kenapa tidak mengajak Liya ataupun Cha cha kalau kamu suka suasana seperti ini?"


"Ummah dan Abah takkan mengizinkanku keluyuran sembarangan apalagi malam hari." Aisyah menatap lautan dengan sendu, entah mengapa di saat ia bisa mewujudkan impian nya malah dibatasi oleh waktu yang begitu pendek, umurnya.


Abdul pun memeluknya dengan erat, berharap bisa menghangatkan hati wanita yang selama ini selalu memenuhi hatinya. Wanita yang sangat di cintainya. Aisyah mengangis dalam diam. Ia tak ingin meninggalkan lelaki itu untuk selamanya.


Mereka saling menatap mengagumi paras nyaris sempurna yang diberikan Allah pada mereka, kedua tangan Abdul menyentuh pipi tirus Aisyah sambil melemparkan sebuah senyuman yang mampu menggetarkan hati Aisyah.


"Aku mencintaimu, Istriku."


"Aku juga sangat mencintai mu, suamiku."


Perlahan Abdul mendekatkan diri, mempersempit jarak diantara mereka. Hidungnya yang mancung bergesekan dengan hidung mungil Aisyah. Perlahan tapi pasti mereka habiskan malam pertama mereka dengan berciuman mesra.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


-To be continued-


__ADS_2