Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Aku akan membawamu merasakan kenikmatan yang sesungguhnya


__ADS_3

Malam itu menunjukkan pukul satu pagi dan Aisyah belum juga bisa tidur. Setelah selesai acara ia langsung pulang kerumah disuruh Abdul biar istirahat duluan sedangkan Abdul masih disana membantu guru lainnya.


Namun karna terbiasa dinyanyiin Abdul sebelum tidur, membuat Aisyah tanpa sadar ketagihan dan menjadi sulit tidur sebelum di nyanyiin.


Tak beberapa lama kemudian suara decitan pintu terbuka dan ia mendapati Abdul dengan wajah lelahnya.


Aisyah berbinar melihatnya, ia turun dari ranjang dan menubruk Abdul, memeluknya dengan erat.


"Aku merindukan mu, Suamiku." Aisyah menenggelamkan wajahnya ke leher suaminya dan mengendusnya walau ia tau suaminya masih belum mandi.


"Sayang, tubuhku keringetan semua. Aku mandi dulu ya." kata Abdul. Tangan kirinya memeluk pinggang istrinya yang polos karna piamanya sudah ia singkap keatas tadi.


Aisyah mengangguk dan mengecup pipi kanan suaminya dan berlalu keranjang.


"Jangan lama-lama, ya. Aku ngga bisa tidur soalnya belum dinyanyiin." gerutu Aisyah.


"Siap yang mulia ratu. Tunggu hamba setelah sholat isya' nanti ya, soalnya tadi belum sempat."


Abdul pun masuk kamar mandi dan mulai ritual malamnya.


Aisyah yang diberi tau kalau suaminya belum shalat pun menata sajadah dan menyiapkan baju yang sopan buat ibadah.


Tak lama Abdul mandi, iapun segera menghampiri Aisyah. Ia mengelus punggung tangan Aisyah dan menciumnya.


Ia melakukannya di batasi dengan handuk kecil yang ia pakai untuk mengeringkan rambutnya. Jadi kulitnya tidak bersentuhan langsung dengan Aisyah. Karna ia sudah wudhu tadi. Seingat Abdul bersentuhan dengan suami atau istri tetap membatalkan wudhu.


Aisyah tersipu melihatnya, hatinya berdebar kencang seakan ingin menjerit ketika suaminya ini begitu manis.


Abdul pun melaksanakan sholat.


" Allahu Akbar."

__ADS_1


Aisyah hanya melihatnya dari atas ranjang. Posisi Abdul membelakanginya.


'Alhamdulillah Ya Allah. terima kasih telah memberikan kesempatan padaku untuk membahagiakan suamiku.' isi hati Aisyah.


Aisyah sangat bersyukur atas nikmat yang Allah berikan padanya. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung yang bersanding dengan Abdul.


Fikirannya masih melamun kan kejadian saat mereka masih duduk di bangku sekolah. Setiap ada kesempatan di beri izin keluar sebentar kalau ada keperluan, Aisyah dulu sering melirik gedung santri putra, berharap bisa melihat Abdul walau cuma sendalnya saja.


Kalau lagi piket suka lihatin kandang santri putra, siapa tau ketemu sama pujaan hati.


Aisyah terkekeh mengingatnya.


"Melamunkan apa, hm." tanya Abdul yang ternyata sudah berdiri di samping ranjang didepan Aisyah karna memang posisi Aisyah tengah duduk.


Aisyah melingkar kan kedua tangannya di perut suaminya yang sedikit buncit karna Aisyah selalu memberi makan banyak dan karna ia tak ingin Abdul merokok jadi ia menyediakan cemilan banyak untuk mengalihkan keinginan merokok suaminya.


"Aku kangen." Aisyah masih memeluk erat suaminya.


Aisyah memukul pelan dada suaminya yang selalu saja mesum.


"Aku akan membawamu merasakan kenikmatan yang sesungguhnya. Dan akan selalu membuatmu ketagihan." Abdul menggigit kecil telinga Aisyah. Aisyah menjadi gamang, sungguh suaminya ini pandai sekali menggodanya.


Aisyah mendorong Abdul dan berbaring bersiap untuk tidur.


"Aku lelah sekali dan mengantuk tapi tak bisa tidur karna belum dinyanyiin." gerutu Aisyah menunjukkan wajahnya yang cemberut lucu.


Abdul gemas melihat nya, mau bagaimanapun istrinya memang mempesona, indah dipandang dan menenangkan hati apalagi tatapan teduhnya seakan menyihir siapapun yang melihatnya.


Abdul pun memposisikan tidurnya di samping istrinya dan bersholawat. Ya, lagu yang selalu dinyanyikan Abdul setiap malam adalah sholawat.


Aisyah selalu merasa tenang setiap mendengarkan alunan merdu dari bibir yang tercinta.

__ADS_1


Abdul mengecup pelan kening Aisyah setelah istrinya itu tertidur. Setelah berdo'a sebelum tidur Abdul pun menyusul Aisyah.


🌷🌷🌷🌷


Teriknya matahari pagi itu tampak malu malu memperlihatkan diri, itu karna ia di goda in terus sama si awan abu-abu yang setia mengikutinya dan sedikit menghalangi tugasnya untuk menyinari bumi.


Walaupun sudah pukul tujuh pagi, suasana pagi itu masih terlihat gelap karna mendung.


Aisyah menyeduh kopi pahit untuk suaminya yang tengah bersantai menonton TV sambil memakan snack chiki yang menjadi favoritnya saat mulai mengurangi merokok sampai benar-benar berhenti.


"Sayang, kerumah ibu ya mumpung hari libur." ucap Abdul saat Aisyah meletakkan kopi panas di atas meja.


"Iya, mas. aku juga kangen sama Key."


Key adalah kucing exotic peliharaan ibu Abdul. Abdul mengelus puncak kepala Aisyah yang bersandar di bahu kirinya.


Setelah berbincang santai mereka segera bersiap untuk berkunjung kerumah orang tua Abdul, Mertua Aisyah.


.


.


.


.


.


.


-to be continued-

__ADS_1


Mohon Kritik dan sarannya.


__ADS_2