Jodoh Untuk Aisyah

Jodoh Untuk Aisyah
Memutuskan membantu ibu mertua


__ADS_3

Memutuskan membantu ibu mertua


Kini dalam ruangan Abdul, suasana yang awalnya sangat hening, menjadi tambah menegangkan saat kedatangan Aisyah. sebenarnya Aisyah datang dengan ramah saat menemui mereka. Hanya saja mereka yang tertegun dan malu pada Aisyah, terutama Nanik. Karna sudah memperlakukan Aisyah dengan sangat buruk.


“Bagaimana kabar kalian, ibu dan ayah?” tanya Aisyah ramah.


Sang ayah sangat senang Aisyah kembali setelah sekian lama menghilang. Saat itu Abdul masih tidur. Ia bermimpi kalau ia sedang bertemu dengan Aisyah dan bermain dengan anak kecil yang dia kira anaknya. Karna mimpi itulah, Abdul enggan untuk bangun dari mimpinya. Bahkan tidak mendengar suara berisik di sekitarnya.


“Kami semua baik sayang. Lalu bagaimana dengan mu. Apa kau baik – baik saja selama ini?” tanya sang ayah ramah. Jujur saja, ia merindukan anak menantunya ini. Dia adalah jelmaan bidadari surga yang hadir di dunia. Siapapun yang mengenalnya pasti sangat kehilangan saat tidak melihatnya lagi.


Mendengar pertanyaan ayah mertua, ingin rasanya Aisyah menjawab kalau harinya sangat buruk. Karna ia harus menahan rasa rindunya yang menggebu pada sang suami.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja, Ayah. Maafkan Aisyah. selama ini Aisyah menghilang tanpa memberi kabar.” Ucap Aisyah dengan lembut.


“Syukurlah. Maafkan perbuatan kami padamu.” Ucap sang Ayah dengan tulus. Walau bagimana pun semua yang terjadi pada rumah tangga Aisyah dan Abdul adalah hasil dari kemarahan istrinya.


Sedangkan Nanik hanya bisa terdiam karna ia masih malu pada Aisyah. sekarang kepribadian Nafik entah kenapa tidak muncul. Padahal biasanya saat ada Aisyah, si Nafik akan muncul.


“Tidak ada yang perlu di salahkan, Ayah. Garis takdir hidup seseorang sudah ada yang mengatur. Kita hanya bisa berusaha dan berdo’a.” Ucap Aisyah dengan lembut. Berusaha menenangkan hati ayah mertuanya.


“Kau memang sangat baik, nak. Itulah kenapa Abdul sangat tergila-gila padamu sejak kalian masih sekolah.” Ucap sang ayah jujur. Karna memang mereka sering mendengarkan curhatan Abdul tentang Aisyah.


“Ya, kau mau mendengar ceritanya?” tanya sang ayah.

__ADS_1


“Iya, ayah. Aisyah mau.” Aisyah menyetujui karna memnag ia sangat penasaran. Nanik hanya diam sambil mengontrol pikiran dan keinginannya agar tidak berharap untuk memiliki cucu, agar kepribadian Nafik tidak muncul lagi.


Disaat Nanik sedang sibuk dengan dunianya, saat itulah sang Ayah cerita tentang Abdul yang dulu hingga sekarang. Kadang Aisyah tertawa pelan saat mendengar semua humor Abdul dan Aisyah mempercayai itu, karna lelaki itu sangat istimewa di hati Aisyah.


Aisyah sebenarnya tidak mengabaikan keadaan ibu mertuanya. Ia sedikit memperhatikan dengan ekor matanya kalau ibu mertuanya sedang menahan diri. Aisyah menjadi kasihan padanya. Ya, semenjak ia tau kalau ibu mertuanya itu punya hal yang jarang setiap orang punya, hati Aisyah sedikit melunak dan memaafkan semua perbuatan ibu mertuannya. Semua orang pasti pernah berbuat salah. Dan Allah lah yang berhak mengadilinya. Namun Aisyah tetap berdo’a semoga Allah mengampuni semua dosanya.


..................


Aisyah pamit sebentar saat melihat wajah ibu mertuanya yang mulai memerah. Kata sang dokter, saat itu kepribadian lain akan muncul. Dan benar saja hal itu terjadi. Hal yang mengejutkan Aisyah juga adalah warna bola mata yang awalnya hitam kini menjadi kuning agak emas. Sama seperti warna bola mata ibu mertuanya saat menyakitinya.


Sekarang Aisyah berada di lobi rumah sakit setelah keluar dari ruangan itu. Ia langsung pamit pergi karna takut hal buruk akan terjadi. Ia langsung menelfon sang papa.

__ADS_1


“Pah, aku butuh bantuan mu.” Ucap Aisyah saat panggilan sudah terjawab.


Bersambung........


__ADS_2